
Ocean dan Joy kini duduk berhadapan. Ocean memegang tangan Joy.
Joy merasa ingin melarikan diri dari hadapan Ocean. Entahlah, dia hanya tak ingin menjelaskan apapun pada Ocean.
"Baiklah, sekarang apa yang kau inginkan? Kau tak ingin melihatku bersama Jane?" tanya Ocean.
"Aku tak melarangmu menemuinya, dia pegawaimu," jawab Joy.
Joy berkata seperti itu karena pada dasarnya dia percaya Ocean tak akan tergoda dengan wanita manapun yang mendekatinya. Hanya Joy yang ada di hati dan pikiran Ocean.
Joy hanya tak suka ketika Ocean tak mempercayainya ketika mengatakan bahwa dirinya dan pegawainya hanya membual saja tentang Jane.
"Lalu apa maumu?" tanya Ocean lagi.
"Aku tak ingin melihatnya. Baiklah, aku akan pergi sekarang." Joy berdiri tetapi Ocean tetap menahan tangannya.
"Kau tak akan pergi kemanapun," kata Ocean.
"Tak ada lagi yang akan kulakukan disini selain melayanimu di tempat tidur, bukan? Lebih baik aku pulang," kata Joy.
"Kau hanya berpikir seperti itu? Oh my, kenapa kau semenyebalkan ini, Joy?" kata Ocean yang mulai terpancing lagi emosinya karena ucapan Joy.
"Kau yang membuatku seperti ini," kata Joy kesal.
"Jadi kita selesaikan hari ini. Apa yang membuatmu kesal", kata Ocean.
"Kau tahu aku tak menyukai Jamie. Tapi kau bahkan menghabiskan waktumu bersama Jamie dan bahkan dengan wanita itu!!!" jawab Joy kesal.
"Kami hanya mengobrol biasa dan banyak teman-temanku juga disana," kata Ocean.
"Baiklah. Case closed. Terserah kau ingin melakukan apapun. Aku sama sekali tak melarangmu tetapi kau juga jangan melarangku bergaul dengan siapapun," kata Joy tak ingin memperpanjang perdebatan ini karena Ocean memiliki pemikirannya sendiri.
__ADS_1
"Termasuk dengan Hanz?" tanya Ocean.
"Ya, dia seperti kakakku sendiri," jawab Joy.
"Jadi dia sudah biasa menyentuhmu seperti itu? Aku tak pernah melakukan hal itu dengan Jane", kata Ocean.
"Itu berbeda. Aku tak menganggapnya seperti seorang pria pada umumnya," kata Joy.
"Aku tak suka melihatnya, dia begitu leluasa menyentuh dan menciummu," balas Ocean.
"Oh God, dia hanya mencium pipiku," kata Joy.
"Bagaimana jika aku seperti itu dengan Jane? Kau pasti akan marah, bukan?" kata Ocean.
"Whaatt?? Jadi kau ingin seperti itu pada wanita itu?" kata Joy marah.
"See? Kau marah. Begitu juga dengan aku," jawab Ocean.
Ocean terdiam karena hal itu. Tapi tetap saja itu membuatnya marah.
"Tapi dia tetap seorang laki laki," kata Ocean dingin.
"Entah mengapa aku ingin menyelesaikan perdebatan ini. Aku lelah. Bjisakah kau diam, Cean? Please," kata Joy pelan dan memegang kepalanya yang pusingnya datang kembali.
Ocean melihat wajah Joy yang terlihat lelah dan malas.
Ocean kemudian memeluk Joy dan mengusap lengannya.
"Oke,maafkan aku," kata Ocean mencium puncak kepala Joy.
Karena hal ini, Joy sampai lupa untuk menggunakan testpacknya.
__ADS_1
Ocean sangat mencintai Joy. Dan dia memutuskan untuk tak mempermasalahkan hal ini lagi. Dia akan lebih mengutamakan perasaan Joy.
Joy hanya diam dan memejamkan matanya mencoba menghilangkan pusing di kepalanya.
"Bisakah kau tinggalkan aku sendiri dulu? Aku ingin berbaring disini," kata Joy.
"Kau tak ingin bersamaku?", tanya Ocean.
"Aku hanya ingin sendiri. Perasaanku merasa tak enak," jawab Joy.
"Apa yang membuatmu tak nyaman? Katakan padaku," kata Ocean menangkup pipi Joy.
"Aku tidak tahu," jawab Joy menyandar di sofa empuk itu.
"Aku tak akan pergi kemanapun. Aku akan selalu bersamamu disini," kata Ocean.
"Kau harus ke perusahaan, bukan?" kata Joy pelan.
Joy menaikkan kakinya ke atas sofa dan mulai merebahkan dirinya di sandaran samping sofa.
"Hmmm, masih 3 jam lagi," jawab Ocean.
"Ayo kita makan pagi di restoran seberang," kata Ocean.
"Tidak, aku belum ingin makan," jawab Joy yang mulai memejamkan matanya.
Ocean mengambil posisi di depan Joy dan merebahkan dirinya dengan memeluk Joy di sofa yang lebar itu.
Tak ada pembicaraan atau perdebatan lagi. Ocean hanya memeluk Joy dan Joy tertidur di pelukan Ocean.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VIGE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤
__ADS_1