STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#79


__ADS_3

Ocean pulang ke penthouse dan melihat Joy di ruang tengah. Joy tampak asyik dan serius melihat film di televisi raksasa milik Ocean.


Ocean membuka jas dan sepatunya lalu menghampiri Joy.


"Hei.. ada apa?" tanya Ocean yang melihat Joy menangis dan banyak sisa tisu bekas bertebaran di sofa dan lantai.


Ocean langsung memeluk Joy dan mengusap punggung.


"Cean ... Kau menggangguku menonton film," kata Joy mendorong dada Ocean yang memeluknya.


Joy masih membersihkan hidungnya menggunakan tisu dan matanya tampak sembab.


"Wait, kau menangis karena film itu?" tanya Ocean.


Joy mengangguk dan masih fokus melihat televisi.


Ocean hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Joy yang sangat dramatis ini.


'Apakah ini karena hormon kehamilannya?' batin Ocean heran.


Pasalnya Joy melihat film laga yang banyak adegan aksinya. Tetapi Joy malah menangis ketika melihat adegan pembunuhann karena dia tak tega melihatnya.


"Jangan menontonnya jika itu membuatmu sedih, Sayang," kata Ocean.


"Aku hampir menyelesaikannya," jawab Joy dengan tisu yang masih ada ditangannya.


"Kau bisa badmood jika menonton film seperti itu," kata Ocean lagi.

__ADS_1


"Kenapa kau cerewet sekali, Cean? Don't disturb me," kata Joy yang mulai kesal karena merasa Ocean mengganggunya.


"Oh my ... oke, aku akan mandi dulu. Kita akan kembali ke London sebentar lagi," kata Ocean mengecup kening Joy dan beranjak dari sofa.


"Hmm," jawab Joy singkat.


Setelah satu jam, Ocean keluar dari kamar dan melihat Joy sudah tertidur di sofa.


Padahal Ocean sudah bersiap akan kembali ke London. Tetapi Joy malah tidur dan belum mengganti bajunya sama sekali.


"Apakah wanita hamil selalu begini?" gumam Ocean menggelengkan kepalanya.


Ocean tak tega membangunkan Joy. Jadi dia membiarkannya tidur.


Dan Ocean mengambil laptopnya kemudian duduk di sofa yang sama dengan Joy.


Sejam kemudian, Ocean membangunkan Joy karena mereka belum makan siang dan sekarang sudah hampir menjelang sore.


Joy masih belum terbangun dan kemudian Ocean mengusap lembut pipinya.


"Baby..." panggil Ocean lagi dengan pelan dan mengecup bibirnya.


Tak lama, Joy pun terbangun. Dia langsung tersenyum melihat Ocean di depan wajahnya.


"Kau mau kemana?" tanya Joy melihat Ocean yang tampak sudah rapi.


"Kita akan pulang ke London. Kau lupa?" kata Ocean menciumi bibir Joy yang menurutnya menggemaskan.

__ADS_1


"Tapi aku malas berpergian. Aku ingin di sofa empuk ini saja," jawab Joy.


"Kau bisa tidur sepuasmu jika kita sudah di London," kata Ocean.


"No, aku belum ingin pulang. Kita disini dulu sampai aku ingin pulang," kata Joy malas.


Ocean memandang Joy yang sama sekali tak beranjak dari sofanya.


"Apa kau benar benar tak ingin pulang?" tanya Ocean.


"Ya, aku malas pulang," kata Joy memejamkan matanya lagi.


"Baiklah ... tapi kita makan dulu sekarang," kata Ocean yang kemudian menggendong Joy menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar tak mengantuk lagi.


"Oooohhh Ceaaaann ... kenapa kau selalu memaksaku ke kamar mandi?" kesal Joy.


"Sejak hamil sepertinya kau sangat tidak menyukai kamar mandi, Sayang," kata Ocean.


"Aku hanya malas terkena air saja," kata Joy menyandarkan kepalanya di dada bidang Ocean.


"Kau sangat harum ... ini tak seperti parfummu yang biasanya. Apa kau menggantinya?" tanya Joy mengendus harum parfum di leher Ocean.


"Tidak, parfumku tetap seperti biasanya," jawab Ocean dan mendudukkan Joy di meja marmer kamar mandi.


"Tidak ... ini berbeda ... apa kau baru menemui seorang wanita ketika aku tidur tadi?" tanya Joy dengan mata curiga.


"Oh no ... kau mulai lagi," kata Ocean.

__ADS_1


Ocean berusaha memahami sikap Joy yang menurutnya mulai menyebalkan kembali.😁


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤


__ADS_2