
Ocean terbangun di tengah malam dan tak melihat Joy di sebelahnya. Kemudian dia beranjak dari ranjangnya dan keluar kamar.
Ocean melihat televisi yang masih menyala dan menuju ruang tengah.
Lalu Ocean melihat Joy yang tertidur meringkuk di sofa dengan banyak bekas wadah makanan di meja.
"Oh my God, apa yang gadis ini lakukan?", gumam Ocean.
Ocean kemudian menggendong Joy dan membawanya ke dalam kamar. Joy sama sekali tak terbangun karena gerakan itu.
Setelah merebahkannya di ranjang, Ocean tidur di samping Joy dan memeluknya.
Ocean mengusap lengan Joy dengan lembut dan membuat Joy semakin menempelmya tubuhnya pada Ocean. Dan Ocean akhirnya terlelap lagi bersama Joy.
Keesokan paginya, Joy terbangun dan melihat dirinya sudah berada di ranjang. Joy menoleh ke samping dan melihat Ocean masih tertidur dengan nyenyak.
Joy mengecup bibir Ocean lalu beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah itu, Joy langsung keluar kamar dan ke arah dapur.
Joy memeriksa kulkas dan mengambil beberapa bahan segar untuk di masaknya. Kulkas lumayan penuh dengan bahan lengkap yang sudah diisi oleh pegawai Ocean.
Joy masak tak terlalu ribet dan hanya dalam waktu setengah jam saja, masakannya telah jadi.
__ADS_1
"Kau masak apa, Sayang?" tanya Ocean yang tampak keluar dari kamar.
"Aku lapar, jadi aku masak seadanya saja," jawab Joy.
Ocean menghampiri Joy dan mencium bibirnya. lalu mereka makan pag bersama.
"Jam berapa kau ke perusahaan?"tanya Joy sembari menikmati makan paginya.
"2 jak lagi," jawab Ocean.
"Bolehkah aku ikut?" tanya Joy.
Ocean tersenyum.
"Hmm, tentu saja, Sayang," jawab Ocean.
Tak lama, keduanya sudah siap untuk berangkat ke perusahaan. Joy merasa tiba tiba moodnya tak enak ketika baru masuk ke perusahaan Ocean.
Karena Ocean jarang berkunjung, membuatnya sedikit menjadi selebritis ketika berkunjung ke cabang perusahaannya.
Apalagi bagi pegawai wanita. Dia tak suka dengan pandangan mereka pada Ocean yang notebene adalah miliknya.
Joy menggenggam tangan Ocean erat dan menempel di lengannya.
__ADS_1
"Cean, apakah kau akan lama disini?" tanya Joy.
"Mungkin setengah hari. Aku akan memeriksa beberapa dokumen dan meeting dengan para stafku," jawab Ocean dan mereka masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan Ocean di atas.
Lalu Ocean membuka pintu ruangannya dan disana ada seorang wanita yang ternyata adalah direktur Perusahaan cabang milik Ocean ini.
"Tuan Robert, maaf aku tak menyambutmu di bawah," kata wanita yang usianya tak terpaut jauh dari Ocean.
Dia beranjak dari kursinya dan menyalami tangan Ocean dan juga Joy.
"Tak masalah, Nona Jane. Lanjutkan pekerjaanmu. Oh ya, kenalkan, dia Joy," kata Ocean memperkenalkan Jane pada Joy.
Joy tersenyum tipis dan duduk di sofa sedangkan Ocean duduk di kursi kebesarannya.
Ruangan Ocean dan Jane menjadi satu. Ruangan ini sangat luas dan meja Ocean berada di dekat jendela kaca yang sangat besar.
Ocean menjadikan satu ruangannya dengan Jane agar lebih efisien ketika dia sedang kunjungan kesini.
Joy sedikit tak suka dengan hal ini meskipun ini murni karena pekerjaan.
Jane adalah wanita karir yang terlihat sangat matang di mata Joy. Di usianya yang matang sepertinya Jame belum menikah karena Ocean memanggilnya dengan sebutan nona tadi.
'Apakah mereka pernah ada sesuatu dulu? Ah tidak mungkin, tapi Jane cukup cantik dan menarik perhatian pria manapun. Apalagi dia banyak mempunyai nilai plus,' batin Joy.
__ADS_1
Joy melihat interaksi antara Jane dan Ocean yang terlihat sangat dekat. Joy masih berpikir positif mungkin karena Jane adalah orang penting yang mengelola perusahaan Ocean.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤