STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#75


__ADS_3

"JOY SEDANG HAMIL, CEAN!!" teriak Briana.


Ocean langsung menghentikan langkahnya seketika, begitu mendengar teriakan Briana.


Ocean menoleh pada Joy dan terpaku menatapnya.


"Apakah itu benar?" tanya Ocean dengan serius.


"Aku baru mengetahuinya tadi pagi, aku ingin memberitahumu ketika kau pulang, tapi kau tak pulang dan ..." ucapan Joy terpotong dengan ciuman Ocean di bibirnya.


"Mengapa kau tak meneleponku?" tanya Ocean setelah melepaskan ciumannya dan mengusap pipi Joy.


"Aku hanya ingin memberitahumu langsung," jawab Joy.


Ocean memeluk Joy dan mencium puncak kepalanya.


"Oooh Baby ... Kau benar benar mengujiku kali ini," kata Ocean.


"Hmm, aku tahu. Kau marah padaku tapi kau tak akan bisa memarahiku. I win and you lose, Honey. Sorry", kata Joy seakan meledek Ocean.


"Bawa dia pulang dengan selamat, Cean. Aku mengawasimu," kata Briana akhirnya.


"Hmm, thank you," kata Ocean dan akhirnya membawa Joy ke mobil dengan langkah perlahan.


"Seharusnya kau tak memakai sandal tinggi itu." kata Ocean melihat dengan ngeri sandal high heels yang dipakai Joy.


"Ya, aku tak akan memakainya lagi," jawab Joy.


Merekapun masuk ke dalam mobil. Ocean mengendarai mobilnya menuju penthouse.


Ocean tak bisa membicarakan masalah tadi karena dia tak akan bisa menghakimi Joy. Dia mengaku kalah dengan Joy akan hal ini karena kondisi Joy yang sedang hamil.


Ocean hanya diam sepanjang perjalanan. Joy melihat ke arah Ocean yang masih memasang wajah dinginnya.

__ADS_1


'Apakah dia tak suka dengan kehamilanku?' batin Joy.


Joy kemudian menoleh ke arah luar jendela mobil dan terdiam juga seperti Ocean. Dia berpikir Ocean akan excited dengan kabar ini dan menanyakan tentang kehamilannya.


Sesampainya di penthouse, Joy membuka sandalnya dan keluar dari mobil dengan tanpa mengenakan alas kaki. Dia tak menunggu Ocean dan langsung menuju lobby.


Bad mood kembali menyerangnya. Joy tiba tiba kesal kembali pada Ocean karena mengingat perkataan Jane tadi.


"Honey, tunggu," teriak Ocean dan berlari menyusul Joy.


Joy tak mendengarkan Ocean dan langsung menuju lift.


Ocean akhirnya masuk bersama Joy ke dalam lift. Ocean memeluk Joy dan mengusap punggungnya dengan lembut.


"Kau tak suka dengan kehamilanku?" lirih Joy.


Ocean kemudian melepaskan pelukannya dan menatap mata biru Joy.


"Tentu saja aku sangat senang dengan hal ini. Bagaimana kau bisa berpikir aku tak suka?" kata Ocean.


"Oh my God ... I love you, Baby. Dan sekarang ada calon bayi kita di dalam perutmu. Tentu saja ini membuatku bahagia. Aku sangat mencintaimu," kata Ocean menangkup pipi Joy.


Ting...


Pintu lift berbunyi dan merekapun keluar dan langsung masuk ke penthousenya.


Ocean membawa Joy langsung ke kamar mandi untuk membersihkan kakinya.


Ocean mengangkat Joy ke meja marmer dan mendudukkannya disana.


Kemudian membersihkan kaki Joy menggunakan shower.


"Jika aku tidak hamil, pasti sekarang kau sudah memarahiku habis habisan. Ya 'kan?" kata Joy pelan.

__ADS_1


"Tidak, aku lebih mempercayaimu. Aku hanya tak suka kau memakai kekerasan, Sayang," jawab Ocean dan mengeringkan kaki Joy dengan handuk.


"Aku ingin pulang, Cean," kata Joy akhirnya.


Ocean kemudian menaruh handuknya dan berdiri di hadapan Joy. Dia menatap dalam ke netra indah Joy.


"Maafkan aku," kata Ocean.


"Kau selalu mengatakan hal itu. Kau tak pernah mempercayaiku. Bisakah kita berpisah dulu?" jawab Joy.


"Tidak, aku tak mau berpisah darimu. Aku hanya tak suka jika kau tak bisa mengontrol sikapmu," kata Ocean mengecup bibir Joy.


"Jadi kau masih menyalahkan aku?" tanya Joy.


Ocean terdiam dan menatap Joy. Lalu Ocean mengangkat tubuh Joy ke ranjang dan merebahkannya.


"Aku marah padamu, Cean. Aku sedang tak ingin bersamamu," kata Joy pelan.


"Kita harus membicarakan hal ini. Aku tak mau ini semakin membuat hubungan kita runyam dan banyak salah paham," kata Ocean yang merebahkan dirinya di samping Joy dan kini mereka berbaring berhadapan.


Joy sedikit terdiam lama hingga akhirnya diapun berbicara.


"Jane ... Dia tak sopan padaku. Dia menantangku dan mengatakan akan merebutmu dariku. Apakah aku tak boleh marah jika dihadapkan dengan situasi seperti itu?" tanya Joy pelan.


"Kau bahkan meminta maaf atas sikapku padanya. Aku tak suka hal itu. Kau menganggapku kekanak-kanakan dan seolah aku yang membuat masalah. Aku kecewa padamu, Cean," lanjut Joy.


Lalu Ocean memeluk Joy dan mengecup keningnya.


"Sorry, Baby. Maafkan aku. Aku akan menangani hal ini. Tapi seharusnya kau percaya padaku bahwa aku tak akan tergoda dengan siapapun. Kau seharusnya mengabaikannya," kata Ocean.


"Aku tak bisa mengabaikannya. Apa yang dikatakannya telah menyakiti hatiku. Aku hanya memberinya satu kali pukulan bukan bertubi-tubi," ucap Joy.


"Aku yang salah disini. Aku yang membiarkan hal ini terjadi. Aku minta maaf," balas Ocean.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤


__ADS_2