STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#43


__ADS_3

Joy dan Ocean kembali ke hotel setelah makan malam. Sedangkan keluarga Irena menginap di Resort.


Joy masih canggung dengan keberadaan Ocean disampingnya meskipun mereka sudah melakukan hubungan itu.


Joy tak se naif dulu. Meskipun senang dengan hal ini, tetapi Joy masih takut dengan perasaan Ocean yang sebenarnya pada Joy. Joy belum yakin Ocean mencintainya.


Ocean mengambil koper Joy yang ada di hotel dan membawanya ke mansion Ocean.


Setibanya di mansion, Ocean mengantar Joy ke kamarnya.


Joy menaruh kopernya di lantai kamar dan melihat Ocean membuka bajunya lalu masuk ke kamar mandi.


Tak lama, Ocean keluar dari kamar mandi dan Joy melipat tangannya di dada sembari melihat ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Ocean.


"Kau tidur bersamaku?" tanya Joy.


"Of course," jawab Ocean mengambil baju di lemarinya.


"Tapi aku tak ingin sekamar denganmu," kata Joy.


Ocean menoleh pada Joy.


"Why?" tanya Ocean sembari memegang kaosnya dan menghampiri Joy.


"Kita tak terikat hubungan apapun," jkata Joy.


Ocean memandang heran pada Joy.

__ADS_1


"Benarkah?" Ocean menarik pinggang Joy dan menempelkan tubuhnya.


Joy paling tak bisa dengan situasi seperti ini. Kuasa Ocean atas dirinya terlalu besar.


"Kau hanya menjadikanku teman ranjangmu saja?" tanya Joy balik.


Ocean tertawa mendengar hal itu.


"Kita lanjutkan apa yang dulu tak tuntas di antara kita. Kau yang menginginkan aku untuk mencoba menjalani hubungan ini. Dan kini aku benar benar ingin mencobanya," kata Ocean lirih dengan mengusap lembut bibir Joy.


Joy menatap mata Ocean dan melihat keseriusan disana.


"Kau tak mempermainkanku?" tanya Joy.


Ocean menjawabnya dengan ciuman panjang dan mesra.


"Aku tak pernah mengabaikanmu. Dulu, aku hanya takut menyakitimu karena kau belum stabil. Aku selalu menjagamu dari jauh. Aku tak ingin ada yang menyakitimu. Tetapi ternyata aku sendiri yang menyakitimu dan itu membuatku kecewa pada diriku sendiri. Sorry," ucap Ocean mengecup bibir Joy.


Joy meresapi ucapan Ocean kemudian melingkarkan tangannya di leher Ocean dan mencium bibirnya.


Ocean membalas ciuman Joy dan membuka baju Joy hingga Joy hanya memakai pakaian dalamnya saja yang berwarma nude.


Tangan Ocean meraba tubuh Joy dengan lembut dan pelan. Tapi tiba tiba Joy menghentikan ciumannya.


"Aku lelah, kurasa kita bisa melanjutkannya besok," lirih Joy tersenyum.


Ocean memicingkan matanya.


"Are you kidding?" tanya Ocean yang gairahnya sudah memuncak.

__ADS_1


"No, aku ingin mandi," jawab Joy yang kemudian menuju kamar mandi.


"Hei, Baby," panggil Ocean.


Joy menoleh.


"Aku suka panggilan itu. Aku mandi dulu," kata Joy dan langsung masuk kamar mandi dan mengunci


pintunya.


Joy tersenyum dibalik pintu. Dia memang sengaja membuat Ocean kesal dengan hal ini.


Entah mengapa Joy ingin membalas Ocean atas perbuatannya dulu padanya dengan hal sederhana seperti ini.


Tapi ternyata tak sederhana bagi Ocean. Dia tak bisa mengabaikan gairahnya yang sudah membara. Jadi dia menunggu Joy di depan kamar mandi dengan berjalan mondar mandir.


"Kau mempermainkanku, Joy. Awas kau nanti," gumam Ocean kesal.


15 menit kemudian, Joy keluar dari kamar mandi. Dan Ocean langsung mengangkatnya menuju ranjang.


"Cean, apa apaan kau ini?" kata Joy kaget.


"Kau pikir bisa mengerjaiku, Honey?" kata Ocean.


"Kita lihat siapa nanti yang akan memohon untuk tidak berhenti melakukannya," lanjut Ocean yang merebahkan tubuh Joy di ranjang.


TBC 😁


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2