
Joy kembali ke kamar apartemennya. Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Joy mandi di bawah shower air hangat yang mengalir deras.
"Apa yang sudah kulakukan? Apa aku gila? Aku tergila gila padanya. Aku mencintainya. Tapi apakah aku akan sanggup jika cintaku akan selalu bertepuk sebelah tangan?" gumam Joy yang kemudian meneteskan air matanya bersamaan dengan guyuran air dari atas kepalanya.
Joy terkulai lemas dan duduk di pojok kamar mandi.
"Aku harus memaksanya mencintaiku. Aku tak ingin kehilangan dia. Apapun yang terjadi dia adalah milikku sekarang," gumam Joy pelan.
"Tidak, aku tidak menyesal telah melakukan hal ini," Joy memegangi kepalanya.
Dia tak ingin mengakui bahwa dirinya amat sangat galau dengan hal ini.
Setelah itu, Joy langsung menuju ranjangnya dan tidur terlelap. Raga dan pikirannya lelah dan dia membutuhkan istirahat sejenak.
๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก
Briana bingung mencari keberadaan Joy dan bertanya pada Amber.
Amber mengatakan bahwa Joy telah pulang bersama Ocean karena Ocean sedang sakit.
Amber tak ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi karena dia takut Briana menyalahkan Amber jika terjadi sesuatu pada Joy.
__ADS_1
Meskipun begitu, niat Amber adalah mendekatkan Ocean dan Joy serta menjauhkan Greta dengan Ocean.
Greta akhirnya keluar dari kamar mandi setelah menggedor gedor kamar mandinya. Pelayan yang membuka pintunya.
Dia sangat marah pada Amber. Tetapi yang terpenting saat ini adalah menemui Ocean yang ada di apartemennya.
Greta segera pergi ke apartemen Ocean menggunakan taxi.
Sesampainya disana dia segera menuju kamar Ocean dan memencet bel kamarnya. Tetapi Ocean tak kunjung membukanya.
Lalu Greta menelepon Ocean dan Ocean mengangkatnya.
"Cean? Kau dimana? Aku di depan apartemenmu. Buka pintunya ... Maaf aku meninggalkanmu terlalu lama," kata Greta panik.
Greta tentu saja panik. Dia berjalan mondar mandir di depan kamar Ocean. Dia tak mungkin membuat keributan disana jika harus menggedor pintu Ocean.
Kemudian Greta pun akhirnya pergi dari sana dan kembali ke hotelnya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Pagi menjelang, Joy belum bangun dari tidurnya. Dia masih malas beranjak dari ranjangnya yang nyaman.
Joy menutup wajahnya dengan bantal karena sinar matahari yang masuk mengenai wajahnya.
__ADS_1
Lalu ponselnya berbunyi dan Joy meraba raba ranjangnya untuk menjawabnya.
"Halo?" ucap Joy dengan suara seraknya.
"Joy??? semalam kau membuatku khawatir..kau tak apa apa kan?" tanya Briana dari seberang telepon.
"Hmm, maaf Bri. Aku mendadak pulang. Ocean sakit. Jadi menemaninya pulang," jawab Joy.
"Sukurlah kau tak apa apa. Baiklah lanjutkan tidurmu, Sayang ... Bye," kata Briana.
"Bye," jawab Joy dan menutup ponselnya lalu tidur kembali.
Satu jam kemudian, Joy pun akhirnya bangun. Joy langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Setelah itu, dia memasak karena merasa sangat lapar. Joy makan dengan sedikit melamun. Dia tak tahu apa yang akan dilakukannya jika bertemu Ocean nanti.
Bagaimana jika Ocean justru akan lebih membencinya dan bagaimana jika Ocean menjauhinya. Pikiran pikiran buruk itu selalu menghantui pikiran Joy.
Karena Joy sadar, Ocean belum mencintainya.
Joy menggelengkan kepalanya. Dia akan menyimpan hal ini rapat rapat. Hanya dirinya dan Ocean yang tahu tentang kejadian ini.
Ini rahasia mereka berdua. Ini cerita milik mereka berdua. Tak boleh ada yang tahu tentang hal ini.
__ADS_1
JANGA LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA โคโคโค