STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#38


__ADS_3

Setelah makan pagi, Joy segera pergi bersama Irena ke sebuah agensi model. Joy akhirnya bisa bernafas lega setelah terlepas dari tatapan mata Ocean.


"Maaf jika aku ikut campur. Apakah kau dan Ocean bermusuhan?" tanya Irena di dalam mobil.


"Banyak yang terjadi di antara kami. Dan tak ada satupun kenangan indah yang kami buat," jawab Joy dengan senyum terpaksa.


"Kau kecewa padanya?" tanya Irena.


"Tidak, aku yang bersalah. Aku memaksakan hubungan kami dulu," jawab Joy.


"Apakah tak bisa diperbaiki?" tanya Irena.


"Aku rasa tidak," Joy menggeleng.


"Why?" tanya Irena lagi.


Joy terdiam sebentar.


"Karena dia tak mencintaiku," jawab Joy akhirnya.


"Bagaimana kau tahu hal itu?" tanya Irena.


"Dia yang mengatakannya. Dia tak pernah mencintaiku. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Mungkin ini yang terbaik untuk kami. Aku sudah melupakannya. Ini sudah 6 tahun yang lalu," jawab Joy.


Irena akhirnya tak bertanya lagi. Dia mulai paham apa yang terjadi antara Joy dan Ocean. Irena melihat Ocean masih memiliki ketertarikan pada Joy begitu juga sebaliknya.


"Kalian pernah berhubungan? Tak usah menjawabnya jika kau keberatan," kata Irena hati hati.

__ADS_1


Joy akhirnya menjawab dengan anggukan.


"Maaf jika pertanyaanku membuatmu tak nyaman," kata Irena.


"Hmm, aku tak pernah membicarakan hal ini sejak 6 tahun yang lalu. Dan menceritakan ini pada kakak justru membuatku lega," kata Joy tersenyum.


Irena memegang tangan Joy di kemudi setirnya.


"Berbagilah denganku jika kau ingin sharing masalahmu, Joy. Jangan memendamnya," kata Irena.


Joy mengangguk dan tersenyum.


"Thank You", jawab Joy.


Joy dan Irena menyelesaikan pekerjaannya sampai Sore hari. Malam harinya, Irena dan Joy mendatangi sebuah pesta selebritis untuk bertemu dengan salah satu model yang diinginkannya.



Irena sudah berulang kali menawarkan Joy untuk tinggal di mansionnya, tetapi Joy tak pernah mau. Dia terlalu sungkan untuk menerima tawaran itu.


Joy tiba di hotel dan kemudian masuk ke dalam lift. Dibelakangnya ada seseorang yang juga masuk ke dalam lift jadi Joy menahan tombolnya.


"Thanks," jawab orang itu.


Suara yang sangat dikenal Joy. Joy menoleh ke asal suara itu.


"Kau? Apa yang kau lakukan disini, Cean?" tanya Joy gugup.

__ADS_1


"Aku menginap disini. Apakah tidak boleh? Hotel ini untuk umum, bukan?" kata Ocean.


"But Why? Bukankah kau tinggal di mansionmu?" tanya Joy lagi.


"Mansion terlalu ramai. Banyak keluargaku berkumpul. Aku tak bisa konsentrasi bekerja," jawab Ocean.


Lalu Joy tak bertanya lagi karena itu bukan urusannya. Dia tak ingin Ocean terganggu dengan pertanyaannya.


Ocean berdiri pas di belakangnya dan harum tubuhnya sampai tercium di hidung Joy. Joy memegang tengkuk lehernya yang tiba tiba menjadi merinding.


Pintu lift terbuka. Joy keluar begitu juga Ocean. Joy melihat ke arah Ocean yang mengikuti di belakangnya.


"Ada apa?" tanya Ocean.


"Kau mengikutiku," kata Joy.


"Kamarku disana," Ocean menunjuk kamarnya yang berada disebelah persis kamar Joy.


Lalu Joy menoleh kembali ke depan dan segera menuju ke kamarnya.


"Good night," kata Ocean.


Joy menggigit bibirnya.


"Hmm," jawab Joy singkat kemudian membuka pintu kamarnya.


Joy kemudian menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


"Good night ... I hate you but i still love you," bisik Joy menunduk di balik pintu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤


__ADS_2