
Joy seketika diam karena ucapan Ocean itu.
"Aku hanya tak ingin kau berpikiran macam macam, Cean. Kurasa ini hanya masalah sepele. Baiklah, aku minta maaf untuk hal ini," kata Joy.
"Jika kau seperti itu, aku justru akan berpikiran macam macam padamu, Joy. Bagaimana jika aku berbohong padamu seperti itu?" tanya Ocean.
Joy melihat pada Ocean dan ekspresi wajah Ocean masih terlihat datar.
"Baiklah, aku bersalah. Aku minta maaf. Aku tak akan melakukan hal itu lagi padamu," kata Joy.
"Siapa dia?" tanya Ocean.
"Dia anak dari teman ibuku. Kami hanya berteman, tidak lebih. Dan dia hanya kebetulan berada dekat kantorku," jawab Joy jujur.
"Tak ada yang kebetulan jika menyukai seseorang. Dia menyukaimu dan aku sangat bisa melihatnya," jawab Ocean tak suka.
Dan kini mereka sudah sampai di apartemen. Ocean keluar dari mobilnya dan begitu juga dengan Joy.
Joy mengikuti langkah Ocean di belakangnya. Lalu Joy berhenti tak mengikutinya lagi karena langkah Ocean semakin lebar dan menjauhinya.
Ocean kemudian sadar akan hal itu dan menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah Joy dan menghampirinya.
Ocean memeluk Joy dan mencium puncak kepalanya.
"Jujurlah padaku apapun yang terjadi. Aku benar benar tak suka jika kau menyembunyikan sesuatu dariku. Jangan mendekatinya lagi dan jangan menerima ajakannya, aku tak suka," kata Ocean.
"Hmm ... Sorry," jawab Joy memeluk Ocean.
"I love you," kata Ocean.
"Hmm, me too," jawab Joy pelan.
Lalu Ocean menggandeng tangan Joy menuju kamar apartemennya.
Sesampainya di kamar, Joy langsung menuju ranjang dan merebahkan dirinya karena kepalanya masih sedikit pusing karena efek wine.
Ocean membuka sepatu dan pakaiannya, lalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
__ADS_1
Joy melihat Ocean masih sedikit marah padanya meskipun tadi mereka sudah berbaikan dan berpelukan.
Joy kemudian membuka bajunya dan membuangnya ke lantai. Lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut tebal dan membuka ponselnya.
Ocean keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang. Seharian tadi, Ocean hanya berkutat di depan laptopnya untuk bekerja mengusir rasa kesalnya pada Joy.
Ocean membuka ponselnya lalu memeriksa pesan dan email yang masuk tanpa melihat Joy yang ada di sampingnya.
Joy merasa sedih dengan hal itu. Bukankah seharusnya mereka melepas rindu saat ini? itulah yang ada dipikiran Joy.
Joy lalu memainkan jari lentiknya di pinggang Ocean dan melihat ke arah wajah Ocean.
Ocean menaruh ponselnya di meja nakas lalu melihat ke arah Joy dan memeluknya.
"Tidurlah, kau sangat lelah bekerja seharian ini, bukan?" kata Ocean mengusap punggung Joy.
"Kau masih marah padaku?" tanya Joy.
"Tidak," jawab Ocean.
"Bohong," kata Joy.
Kemudian Ocean mencium bibir Joy dan mereka pun berciuman dengan mesra kembali.
Joy naik ke tubuh Ocean dan menciumi lehernya.
"I miss you," bisik Joy di telinga Ocean.
Ocean menangkup rahang Joy dan melihat wajah cantik Joy.
"Sorry," lirih Joy dan mengecupi wajah Ocean.
"Aku takut kau marah padaku. Aku tak akan mengulanginya lagi dan aku akan selalu jujur padamu," lanjut Joy mencium hidung mancung Ocean.
Ocean tersenyum dan membelai punggung polos Joy, lalu memasukkan jarinya di pangkal paha Joy.
"Aahhh ..." desah Joy.
__ADS_1
Lalu Ocean mencium bibir Joy kembali dan melumaatnya dengan penuh gairahh.
Kemudian Ocean merebahkan tubuh Joy di bawahnya. Dia menciumi seluruh tubuh Joy yang sangat dirindukannya.
Jarinya bertautan dengan jari jemari Joy dan menggenggamnya erat. Tubuh Joy menggeliat di bawah tubuh Ocean.
Ocean menyiksa Joy dengan ciuman ciuman lembutnya di permukaan kulit Joy yang halus.
"Please ..." mohon Joy agar Ocean segera melakukan kegiatan intinya.
"Aku ingin menghukummu," bisik Ocean.
Ocean mulai memainkan lidahnya di tubuh Joy yang paling sensitif.
"Ooohh ... Ceannn ... you killing me softly," desah Joy.
Tangan Ocean meraba dada Joy dan memijatnya perlahan.
Lalu Ocean pun memasuki inti dari kegiatan panas ini dan menggerakkan pinggulnya perlahan. Bibirnya kembali bertautan dengan bibir Joy.
"I miss you so much," bisik Ocean di telinga Joy.
Kemudian Ocean membalik tubuh Joy dan membuat Joy semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Joy dan Ocean sama sama mendesah dengan keras ketika Ocean mulai menggerakkannya dengan tempo cepat.
Tangan Ocean memegang perut dan pinggul Joy agar posisi Joy tetap menungging.
Lalu Ocean memiringkan tubuh Joy dan mengangkat satu kaki Joy ke atas dadanya.
Ocean menggerakkan kembali pinggulnya dan semakin lama semakin cepat hingga mereka berdua mendapat puncak kepuasan bersama.
Ocean memeluk tubuh Joy dan menciumi wajah cantiknya.
"I love you, Baby," bisik Ocean.
Joy tersenyum dan mencium leher Ocean.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH❤❤❤
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤