
Hari ini Ocean akan pulang ke New York. Ocean membuka matanya dan tak melihat Joy di ranjang. Rupanya Joy sudah masuk ke kamar mandi.
Dan Ocean segera beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.
"Kau berangkat pagi lagi?" tanya Ocean melihat Joy mandi dibawah Shower.
Joy menangguk dan kemudian mematikan showernya lalu memakai handuknya.
Ocean membuka bajunya dan masuk ke dalam bathtub.
"Kemarilah, temani aku mandi sebentar. Seharusnya kau libur hari ini kan?" protes Ocean.
"Cean, hari ini penandatanganan kontrak. Jadi aku harus datang," kata Joy.
"Aku akan berangkat sore ini. Kemarilah ... Hanya sebentar saja," kata Ocean.
"Huffttt ... Jika aku terlambat, kau yang akan menjadi tamengku pada kak Irena," jawab Joy.
"Hmm," kata Ocean tersenyum dan menarik tangan Joy yang menghampirinya.
Ocean melempar handuk yang dipakai Joy dan mendudukkan Joy di atas pangkuannya.
"Jam berapa kau harus disana?" tanya Ocean sembari menciumi dada Joy.
"2 jam lagi," jawab Joy.
__ADS_1
"Itu masih lama. Aku akan mengantarmu nanti..sekarang kau milikku," lirih Ocean dan tangannya mengusap pangkal paha Joy hingga Joy terkesiap.
"Aaahh, Ceann," desah Joy tanpa sadar.
Ocean mencium leher Joy dan menggigitnya.
"No, wait," kata Joy menjauhkan wajah Ocean dari lehernya.
"Terakhir kau membuat banyak tanda di leherku, dan aku kesulitan menutupinya," kata Joy.
Ocean tertawa pelan dan mencium bibir Joy. Tangannya membelai punggung Joy.
Tubuh Joy mulai bergerak di atas Ocean. Joy memimpin kali ini.
"Kau yang menentukan waktunya" kata Ocean.
Joy tersenyum dan mencium bibir Ocean dengan penuh gairaahh. Dia menggerakkan tubuhnya semakin cepat di atas Ocean.
"Oh ... ohh ... Aku suka jika kau seliar ini," kata Ocean.
Tangan Joy memegang pinggiran bathtub dan semakin bergerak cepat hingga akhirnya mereka mencapai puncak bersama.
Joy dan Ocean saling berpelukan lalu Ocean mengangkat Joy ke bawah shower untuk mandi kembali.
Setelah cukup lama di kamar mandi, merekapun akhirnya keluar dari kamar mandi dan bersiap siap untuk menuju perusahaan Sean.
Kurang dari setengah jam dari waktu yang ditentukan, Joy dan Ocean akhirnya tiba di perusahaan.
__ADS_1
Ocean ikut di dalam ruangan tempat akan ditanda tanganinya kontrak dengan beberapa agensi model dan model.
Mata Ocean tak pernah lepas dari sosok Joy. Ocean memang benar benar tergila gila pada Joy kali ini.
Joy tampak cantik di dalam balutan baju formal berwarna hitam. Dia menjelma menjadi sosok yang berbeda jika sudah berhubungan dengan pekerjaannya.
Setelah semua pekerjaan selesai, Irena dan Sean mengajak Joy dan Ocean untuk makan siang bersama.
"Kau kembali hari ini, Cean?" tanya Irena.
"Ya, sore nanti aku berangkat," jawab Ocean.
"Jadi kalian akan berjauhan?" tanya Irena lagi.
"Hmm, untuk sementara. Aku akan membawanya ke New York nanti," jawab Ocean.
Joy hanya tersenyum mendengarnya. Joy tentu saja bahagia yang melihat Ocean begitu mencintainya saat ini. Bahkan cenderung selalu menempel pada Joy.
"Kalian tidak berencana menikah? Apa yang kalian tunggu?" tanya Sean yang selalu berpikiran simple.
"Itu terserah pada Joy. Aku sudah merayunya di ranjang setiap hari," jawab Ocean tertawa pelan.
Joy menoleh pada Ocean dan membelalakkan matanya.
Irena tertawa melihat hal ini.
__ADS_1
"Dia memang seperti itu, Joy. Kau harus terbiasa dengannya," kata Irena yang mengenal Ocean memiliki sifat dan sikap sama seperti unclenya, Bryce.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤