
Ocean membuka handuk Joy dan mencium bibirnya. Tangannya sudah bermain di daerah sensitif Joy dan membuat Joy melengkungkan tubuhnya.
"Aaahhhh ... Cean ..." desah Joy.
Ciuman Ocean beralih ke leher dan dada Joy kemudian menurun ke bawah perut Joy.
"Jangan berhenti," desah Joy ketika Ocean mulai menciumi daerah sensitifnya.
"Aaahh ..." Joy semakin mendesah keras menikmati apa yang dilakukan oleh Ocean.
Kedua tangan Ocean meremaas dada Joy dan tangan Joy berada di atas kepala Ocean mencengkeram rambut tebalnya.
"See?" kata Ocean tersenyum melihat Joy yang sangat bergairah.
Ocean membuka pakaiannya dan masuk ke adegan intinya. Dia menggerakkan pinggulnya dengan cepat hingga Joy berkali kali sudah mendapatkan puncaknya.
Ocean mencium kembali dada Joy dan melumaatnya.
Tubuh Joy menggeliat dibawah tubuh kekar Ocean. Tangan Joy menyusuri punggung Ocean yang sudah berkeringat akibat kegiatan ini.
"Kita akan melakukannya setiap hari," bisik Ocean.
Joy tertawa pelan mendengar ucapan Ocean itu. Tubuhnya bergerak naik turun mengikuti irama gerak tubuh Ocean yang ada di atasnya.
"Ahh ... ah ..." desah Ocean di saat akan mencapai puncaknya.
__ADS_1
Hingga akhirnya Ocean berada di puncak kenikmatannya. Dia dan Joy berpelukan sembari menenangkan nafas mereka yang berpacu karena kegiatan liar mereka.
"Apakah hanya aku yang melakukan ini padamu?" tanya Ocean di telinga Joy.
"Hmm," jawab Joy.
Ocean tersenyum puas. Joy masih menjadi miliknya. Hanya miliknya meskipun sudah 6 tahun berlalu. Tak ada yang bisa menyentuhnya selain dirinya. Ocean senang dengan kenyataan itu.
Lalu Ocean merebahkan dirinya di samping Joy dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal.
"Aku mencarimu ke New Zealand," kata Ocean.
Joy kemudian menoleh ke arah wajah Ocean dan membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Ocean.
"Kau tahu aku di New Zealand?" tanya Joy antusias karena dia tak menyangka Ocean mencarinya hingga sejauh itu.
"Bagaimana perasaanmu padaku saat ini?" tanya Joy akhirnya.
Pertanyaan yang sedari tadi ingin ditanyakannya.
Ocean terdiam cukup lama dengan memandang mata Joy.
"Lupakan," kata Joy akhirnya karena Ocean tak kunjung menjawabnya.
"I love you," jawab Ocean.
__ADS_1
Joy menatap mata Ocean dengan begitu dalam untuk mencari kebenaran disana.
"I love you, Gadis kecilku," kata Ocean sekali lagi.
"Really?" bisik Joy dengan mata berkaca kaca.
"Hmm, I love you ... Ilove you so much, Baby," Ocean mengecup bibir Joy.
Joy menunduk dan tak terasa air matanya mengalir. Hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba.
"Maaf, aku tak bisa menahannya," kata Joy terisak.
"Oh my ... Maafkan aku," kata Ocean memeluk tubuh Joy dan mencium puncak kepalanya.
"Maafkan aku membuatmu menunggu terlalu lama. Sorry," ucap Ocean lagi.
Joy tak menyangka bahwa akhirnya cintanya akan berbalas dan kini mereka sama sama saling mencintai.
Terlalu banyak yang mereka lalui hingga akhirnya Joy dan Ocean bisa bersatu. Joy belum memikirkan tentang sang mommy.
Joy berharap sang mommy akan menyetujui hubungam mereka. Karena kebahagiaan Joy hanya bersama Ocean.
"Apa kau mau ikut denganku ke New York?" tanya Ocean.
"Aku belum bisa meninggalkan ibuku. Beri aku waktu untuk berpikir," jawab Joy.
__ADS_1
"Hmm, aku akan menunggumu," ucap Ocean yang masih memeluk Joy.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤