STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#70


__ADS_3

2 jam kemudian, Joy masih tertidur di pelukan Ocean. Begitu juga dengan Ocean yang juga masih terlelap tidur karena semalam hanya tidur sebentar saja.


Lalu tiba tiba ponsel Ocean berbunyi dan itu membuat Ocean terbangun.


Ocean dengan perlahan mengangkat kepala Joy yang tertidur di lengannya.


Lalu Ocean mengambil ponsel di meja dan mengangkat teleponnya.


"Halo, ada apa?" tanya Ocean pada asistennya yang menelepon.


"Aku sudah mengumpulkan beberapa relasi kita untuk meeting hari ini, Tuan," jawab Madden.


"Baiklah, aku akan segera kesana," kata Ocean menutup ponselnya.


Lalu Ocean pergi ke kamarnya dan mandi lalu bersiap siap pergi ke perusahaannya.


Setelah setengah jam, Ocean keluar dari kamarnya dan menghampiri Joy yang ternyata sudah bangun. Dia tampak melihat ponselnya dengan posisi tidur miring.


Ocean menghampiri Joy dan berlutut di depan sofa. Kemudian Joy menaruh ponselnya dan melihat ke arah Ocean.


"Jangan pergi kemanapun. Aku hanya pergi sebentar saja," kata Ocean pelan dan mengecup bibir Joy.


"Hmm," jawab Joy singkat.


Ocean mengusap lembut pipi Joy dan kembali mencium bibirnya.


"I love you," ucap Ocean lirih.


Joy sedikit tersenyum meskipun hanya diam tak bereaksi. Lalu Ocean mencium keningnya dan pergi dari hadapannya.


Ocean hanya akan mengikuti meeting sebentar saja karena dia ingin secepatnya bersama Joy di penthouse.


Joy kemudian beranjak dari sofa dan meregangkan tubuhnya yang kaku karena tertidur dalam posisi yang sama selama 2 jam.


Joy berjalan ke arah kamar dan menuju kamar mandi. Dia membasuh wajahnya agar terasa lebih segar dan tak mengantuk.


Joy memandang wajah cantiknya di cermin dan berpikir tentang sesuatu yang terlupa hari ini.


"Bagaimana aku bisa lupa hal ini?" gumam Joy dan langsung keluar menuju ruang tengah.

__ADS_1


Joy mencari tasnya di sofa dan mengambil alat testpack.


Lalu Joy masuk kembali ke dalam kamar mandi. Beberapa menit menit kemudian, Joy menunggu hasil testpack itu.


Joy tidak gugup. Justru dia menunggu dengan excited. Tak lama kemudian, Joy melihat hasilnya dengan membuka matanya lebar lebar. Hasilnya masih terlihat samar.


Joy kemudian mengangkatnya ke atas dan menunggu sebentar sampai hasilnya terlihat jelas.


Lalu senyumnya mengembang melihat testpack itu. Joy menggenggam testpack itu dan merasa sangat bahagia.


"I'm pregnant," lirih Joy tersenyum.


"Aku harus mengatakan hal ini pada Cean," gumamnya.


"Ah nanti saja, mungkin dia sangat sibuk sekarang. Aku akan menunggunya sampai dia datang," lanjut Joy.


Joy menaruh alat testpack itu di meja wastafel kamar mandi. Dia kemudian keluar dari sana.


Lalu Joy merasa perutnya lapar dan dia segera mengambil tasnya dan pergi ke restoran di seberang penthouse.


Hatinya seketika menjadi goodmood kembali. Kehadiran janin di rahimnya membawa kebahagiaan tersendiri untuknya.


Joy akan memeriksakan kehamilannya bersama Ocean nanti.


"Joy??! Is that you?" kata seorang wanita dari arah belakang Joy.


Joy menoleh dan melihat seseorang yang sangat dikenalnya.


"Amber?" ucap Joy terkejut.


Lalu Amber tersenyum dan menghampiri Joy.


Joy berdiri dan Amber memeluknya.


"Bagaimana kabarmu, Joy?" tanya Amber kemudian melepaskan pelukannya.


"I''m great," jawab Joy.


"Bagaimana denganmu?" tanya Joy.

__ADS_1


"Aku juga sangat baik," jawab Amber.


"Kau tinggal di Manchester sekarang?" tanya Joy.


"Tidak, aku ikut suamiku kemari," jawab Amber.


"Mario?" tanya Joy.


Amber mengangguk dan tersenyum.


"Para pria sedang berkumpul disini. Jamie yang mengumpulkan mereka. Wait, apa kau bersama Cean?" tanya Amber.


Joy mengangguk.


"Oh my God, aku tak menyangka kalian akan kembali bersama. I'm happy for you, Dear," kata Amber mengusap tangan Joy.


Joy tersenyum.


"Jadi semua berkumpul disini?" tanya Joy sembari meminum jusnya yang baru saja diantar pelayan.


"Ya, nanti malam mereka akan berpesta. Ikutlah, aku juga akan datang," jawab Amber.


"Apakah tempatnya di rumah keluarga Jamie?" tanya Joy.


"Ya, pesta akan diadakan di mansion milik keluarga Jamie. Sebenarnya kemarin, hanya saja banyak yang belum tiba di Manchester, termasuk Rich dan Briana," jawab Amber.


"Briana juga akan kemari?" tanya Joy.


"Ya, itu akan menyenangkan bukan, jika kita berkumpul?" kata Amber.


"Tapi aku malas jika harus ke mansion keluarga Jamie," jawab Joy.


"Why? Kau masih marah pada Jamie?" tanya Amber.


"Selain itu ada alasan lain. Kau tidak makan?" jawab Joy sembari mulai memakan makanannya.


"Aku sudah makan tadi dan sebenarnya aku akan kembali ke hotelku di samping restoran ini. Dan Mario sedang bersama Jamie saat ini. Entahlah, mungkin mereka sedang membicarakan bisnis," jawab Amber.


"Kalau begitu kau bersamaku saja seharian ini. Aku tak ada kegiatan apapun," kata Joy sambil menikmati makanannya dengan lahap.

__ADS_1


"Oke," jawab Amber tersenyum.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VITE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤


__ADS_2