STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#67


__ADS_3

Ocean sudah memasang mata tajamnya melihat adegan yang menurutnya menyebalkan di depan matanya.


Joy terlihat asyik berbicara dengan Hanz hingga melupakan Ocean. Joy memang sengaja melakukan hal itu untuk membalas Ocean.


"Joy, siapa pria yang melihat tajam padaku itu?" bisik Hanz di telinga Joy.


Joy tertawa kemudian membalas bisikan Hanz di telinga Hanz.


"Dia sangat menyebalkan hari ini. Bantu aku membuatnya kesal," kata Joy tertawa pelan.


Hanz tampak tertawa mendengar hal itu.


Ocean menghampiri Joy dan Hanz karena sudah kesal di abaikan oleh Joy dan Joy malah asyik bercengkrama dengan Hanz sembari tertawa bersama.


"Baby, kau mengabaikanku," kata Ocean memegang lengan Joy.


Joy menoleh pada Ocean.


"Oh sorry, aku lupa jika aku bersamamu. Oh ya, kenalkan dia Hanz. Dia partner kerjaku dulu dan seperti kakakku sendiri," kata Joy pada Ocean dan tersenyum lebar.


Ocean tak suka melihat hal itu. Mood Joy yang buruk seketika hilang ketika bertemu dengan Hanz.


"Hmm, apakah masih lama kita disini?" tanya Ocean singkat.

__ADS_1


"Ya, dan aku tadi tak menyuruhmu ikut. Kau yang memaksa ikut denganku," kata Joy.


"Ada apa denganmu? Sejak pagi kau sangat menyebalkan," kata Ocean pelan dan emosinya mulai terpancing.


"Aku pergi dulu, Joy," kata Hanz dan memegang pinggang Joy dan akan mencium kedua pipinya.


Tetapi Ocean dengan refleks menarik lengan Hanz hingga tangan Hanz terlepas dari Joy.


"Ups sorry Cean, jika kau tak suka dengan hal ini , tetapi aku dan Joy hanya...."


"Ya, aku tak suka kau menyentuh Joy," potong Ocean tenang tapi penuh penekanan.


"Baiklah, Joy, aku pergi dulu," kata Hanz tersenyum.


"Kita pulang sekarang," kata Ocean dengan oenuh tekanan di dalam kata katanya.


Joy dan Ocean akhirnya pulang ke penthouse. Joy memasang wajah kesalnya, begitu juga dengan Ocean.


"Seharian kau membuatku kesal. Aku sudah bersabar sejak tadi. Dan kali ini kau benar benar memancing emosiku," kata Ocean dengan kesal tapi berusaha memelankan suaranya agar tak membentak Joy.


"Kau yang memulainya, Cean. Aku sudah bilang tak suka pada Jane dan ditambah dengan kehadiran Jamie. Kau yang memulainya," kata Joy tak mau kalah.


"Oh come on, Honey. Apa yang membuatmu tak menyukai Jane? Kau bahkan baru bertemu dengannya hari ini. Dia wanita yang baik dan sangat profesional. Dan kau bertingkah kekanak- kanakan kali ini. Kau kembali menjadi remaja lagi ha??" kata Ocean emosi sembari menyetir.

__ADS_1


"Kau buta, Cean? Dia menyukaimu. Come on, semua pegawai perusahaanmu tahu tentang hal itu," kata Joy tak kalah emosi.


"Mereka suka bergosip yang tidak-tidak. Seharusnya kau bisa memilah mana yang benar dan mana yang hanya bualan semata," balas Ocean.


"Kau benar benar bodoh ternyata," jawab Joy dengan kesalnya dan itu membuat Ocean semakin marah.


"JOY!!!" bentak Ocean.


Ocean tak suka dengan ucapan Joy yang menurutnya tak menghargainya.


"OOOHHH ... Kau menyebalkan, Cean. Sudahlah. Case closed," Joy memegang kepalanya dan pandangannya di arahkan keluar jendela.


Sesampainya di penthouse, Joy langsung keluar dari mobil dan menuju lift sendirian.


Ocean segera memarkirkan mobilnya dan menyusul Joy.


Dia ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya karena Ocean tak suka jika membiarkannya berlarut larut.


Joy keluar dari lift dan masuk ke penthouse. Lalu Joy langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya.


Joy ingin sendirian dulu malam ini. Berbeda dengan Ocean yang ingin masalah ini dibicarakan dan cepat selesai.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2