
Beberapa minggu berlalu dan Rafael menepati janjinya untuk mengajak Leah juga Kezia berlibur bersama. Dan disinilah mereka di sebuah villa dengan pemandangan yang indah.
Sore hari ketika matahari hampir terbenam. Leah mengajak Kezia untuk berjalan - jalan keluar. Excelo dan Reon dititipkan Bi Miah karena Rafael juga mengajak wanita paruh baya itu untuk menjaga anaknya.
"Kita mau kemana, Le? Kau sudah ijin suamimu kan?" tanya Kezia.
Leah menoleh ke samping sebentar lalu kembali fokus menyetir mobil, "Ya, sudah. Rafael juga mengijinkannya. Kita jalan - jalan sebentar. Besok baru mengunjungi beberapa tempat wisata." jelas Leah dan Kezia hanya manggut - manggut tanpa meneruskan pertanyaan.
♥♥♥
Leah membawa Kezia ke sebuah restoran mahal dan berkualitas. Awalnya Kezia tidak ingin karena terlalu mewah. Sampai akhirnya menurut setelah Leah mengancam Kezia agar wanita itu tidak perlu mengawatirkan isi dompetnya.
"Huh...sekali - sekali kita pergi ke warung dekat rumah saja."
"Aku sering kesana sama Rafael. Kau saja yang tidak pernah ke warung Mbok Marni."
Kezia menghela napas pasrah. Warung Mbok Marni yang ada di dekat gang rumah sangatlah terkenal dan ramai pengunjung. Kebanyakan dari kalangan anak muda.
Tapi Kezia tak pernah sempat mengunjungi karena Figo sudah membelikan makanan dari warung tersebut.
Kedua wanita itu menghabiskan makanan dan kembali melanjutkan perjalanan. Bukan pergi ke rumah melainkan ke mall.
__ADS_1
Di mall Kezia hanya melihat - lihat dan tidak memiliki niatan untuk membeli sesuatu. Wanita itu juga melarang Leah untuk memberinya baju mengingat Leah sering berkunjung ke toko baju dan selalu memberinya dress mahal.
Setelah membayar beberapa baju yang Leah beli. Mereka berdua membeli minuman dan duduk di salah satu kursi yang tersedia.
"Aku jadi ingat waktu kita sekolah dulu. Setelah pulang bukannya kerumah malah pergi ke mall untuk nonton bioskop." kata Leah dan tertawa kecil.
"Kau selalu mengajakku bagaimana bisa aku menolaknya." kata Kezia mengingat kembali masa - masa dirinya mulai dekat dengan Leah.
"Kau tidak bisa. Karena di rumah seharian itu sangat membosankan. Tapi setelah menikah rasanya lebih suka berdiam di rumah dan menunggu suami pulang."
Leah menghentikan perkataannya lalu menoleh ke arah Kezia dengan raut muka bersalah dan menyesal karena perkataannya.
"Maaf,"
"Kau juga, Kez. Andai waktu itu kau tidak mencegahku dan Rafael. Mungkin wajah suamimu sudah tidak utuh." kata Leah dengan santai dan meminum milk tea yang ia pesan.
Kezia menatap Leah sedikit ngeri, "Ya tapi aku lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuanmu."
Leah tersedak minumannya dan melihat Kezia tidak percaya, "Oh My God, aku akan mendukungmu." Leah pun tertawa dan memegangi perutnya.
"Kau harus." lalu Kezia ikut tertawa bersama Leah.
__ADS_1
Hingga Rafael menelpon Leah dan menyuruh mereka untuk pulang karena Excelo menangis mencari keberadaan ibunya.
Mereka segera pergi ke parkiran mobil lewat lift. Saat dekat dengan mobil Leah. Wanita itu segera menyuruh Kezia untuk masuk ke mobil.
"Ada apa?" tanya Kezia heran setelah memasang sabuk pengaman.
"Kez, kenapa wanita itu selalu mengikuti kita? Apa dia tahu kau dimana?" tanya Leah yang tidak di mengerti Kezia.
"Maksudmu?"
"Sarah. Wanita licik itu ada di sini. Tadi aku lihat dia sama cowo yang waktu itu." Leah menyalakan mobil dan mulai menginjak gas untuk segera pergi. Sebelum kejadian yang tidak diinginkan menimpa mereka.
"Sa — Sarah? Apa kau yakin?" Leah mengangguk mantap.
Kezia mengepalkan tangannya dan memilih diam. Sarah adalah wanita yang menghancurkan rumah tangganya. Membuat Kezia harus menerima siksaan Vernon karena tuduhan wanita berbisa itu.
Andai Kezia bisa membalas Sarah waktu itu. Tapi apa daya, Vernon akan memberi Kezia pelajaran jika berani menyakiti Sarah.
Kezia berusaha menahan air matanya dan melihat ke arah luar jendela. Berharap Leah tak menyadari keadaan hatinya yang tergambar jelas melalui mata.
Dan mereka telah sampai di villa. Kezia segera meraih Excelo dan menenangkan bayi itu sampai tertidur. Memutuskan untuk berpamitan pada Leah dan Rafael untuk pergi ke kamar yang ada di lantai dua. Kemudian ikut terlelap bersama Excelo.
__ADS_1
♥♥♥