Stephanotis

Stephanotis
16 — Kedatangan Mertua


__ADS_3

Katanya, penyesalan itu selalu datang di akhir. Dan sepertinya itu memang benar. Apa yang pernah kita perbuat di masa lalu. Di masa depan kita akan mendapatkan buah atas perbuatan kita.


Maka dari itu berusaha menjadi orang yang baik adalah pilihan yang tepat. Menyingkirkan segala dendam membuat kita lega. Semua perbuatan jahat tidak seharusnya kita balas dengan hal serupa. Lebih baik memberikan hal yang terbaik meski orang lain selalu memberi kita hal terburuk sekalipun.


Kini Kezia mengerti mengapa dirinya masih memikirkan Vernon meski pria itu tidak memiliki hati untuknya. Kezia selalu berdoa yang terbaik untuk Vernon karena pria itu suami yang sangat Kezia cintai.


Entah mengapa pemikiran untuk balas dendam tidak pernah Kezia pikirkan. Seburuk - buruknya keadaan Kezia, dia hanya berpikir untuk menjauh dari Vernon.


Tidak ada rasa benci yang Kezia rasakan. Tapi kejadian - kejadian masa lalu yang pernah Vernon torehkan, sering Kezia ingat setiap dirinya ingin melupakan hal itu.


Dan sekarang dia dihadapkan oleh sebuah kenyataan yang lebih mengejutkan. Ayah mertuanya datang dengan beberapa bodyguard. Tapi pria paruh baya itu tidak melakukan apapun pada Kezia.


Mr. Clayton memberikan senyum lembut dan masuk setelah Kezia sadar dari lamunan nya.


Hati Kezia tak karuan dan merasakan takut luar biasa. Seperti seorang pencuri yang baru saja tertangkap oleh pihak keamanan. Kezia mematung dan melihat mertuanya dengan jantung berdetak kencang.


Yang Kezia pikirkan saat ini hanyalah, 'Bagaimana Papa Clayton mengetahui keberadaan ku?'.


Kezia segera berlari ke arah dapur untuk membuatkan kopi. Wanita itu sengaja lama - lama didapur untuk menetralkan tubuh nya yang tak kunjung tenang. Terus bergetar dan agak...berlebihan.


Kezia datang dengan wajah menunduk dan memberikan kopi pada mertuanya.


Mr. Clayton hanya diam dan merasa senang. Akhirnya dia bisa mengalahkan Vernon untuk bisa menemui Kezia terlebih dahulu.


"Bagaimana kabar mu?" tanya Mr. Clayton kemudian menyeruput kopi buatan Kezia.


"Ba — Baik, Pa." Kezia menyatukan telapak tangan nya di paha. Melirik Mr. Clayton takut - takut.


"Jangan takut. Papa hanya ingin bertemu dengan menantu papa setelah sekian lama." jelas Mr. Clayton berusaha membuat Kezia untuk menerima dirinya dirumah baru wanita itu.

__ADS_1


"Tidak ada Vernon. Hanya papa yang mengunjungi mu."


Mr. Clayton melihat Kezia yang sedikit terkejut lalu menghela napas setelahnya.


Apa yang Vernon pernah lakukan sampai - sampai menantu nya takut kalau Vernon ada bersama Mr. Clayton saat ini. Setidaknya itu yang selalu menjadi pertanyaan yang ada di pikiran Mr. Clayton.


"Papa, bagaimana papa bisa tahu kalau Kezia ada disini?" tanya Kezia dengan memelankan suaranya.


Mr. Clayton melihat Kezia beberapa detik lalu menyunggingkan sebuah senyum penuh makna. "Kau lupa, Nak, kalau papa bisa melakukan apa saja. Menemukan keberadaan mu adalah hal yang mudah." jawab Mr. Clayton sedikit berbohong.


Pada dasarnya yang memberitahu Mr. Clayton adalah Vernon. Mr. Clayton tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya atau rencana yang ia buat akan berantakan.


Kezia mengigit bibir keras - keras. Saat hendak bertanya lagi, suara bayi menangis membuat Kezia menelan kembali suaranya. Mr. Clayton tampak sedikit kaget dan menyuruh Kezia untuk tetap duduk. Salah satu bodyguard Mr. Clayton melangkah menuju kamar Kezia dan keluar sambil menimang - nimang bayi gembul yang lucu.


"Mereka bisa semua pekerjaan. Kau tidak perlu takut cucuku akan kenapa - napa." Mr. Clayton terkekeh kemudian menatap Kezia kembali. "Berapa umur nya?"


Bodyguard Mr. Clayton menyerahkan Excelo di pangkuan boss nya. Excelo sedikit memberontak karena tidak terbiasa dengan orang asing. Namun Mr. Clayton berhasil membuat Excelo tertawa akibat kumis yang tumbuh diatas mulutnya.


"Tampan sekali cucu ku ini. Dia mirip sekali dengan Vernon waktu kecil." Mr. Claton mengelus rambut halus Excelo.


Kezia hanya menyetujui perkataan mertuanya dan tidak tersinggung sama sekali. Dia tidak bisa mengelak. Walaupun Kezia yang merawat Excelo ketika dikandungan dan melahirkan dengan bertaruh nyawa. Tapi Excelo lahir seperti duplikat Vernon. Mau tidak mau Kezia selalu teringat Vernon karena anaknya.


"Kenapa papa kesini? Kalau papa ingin Kezia pulang. Kezia tidak bisa." kata Kezia dengan lirih.


Mr. Clayton terdiam lalu berhenti bermain dengan cucu nya.


"Sebenarnya papa ingin mengajak mu pulang karena suatu hal yang mendesak. Tapi papa tidak akan memaksamu untuk ikut." ujar Mr. Clayton bermaksud mengutarakan alasan kedatangannya.


Kezia menyipitkan matanya, "Apa maksud, papa" tanya Kezia.

__ADS_1


"Nak, apa kau masih ingin bersama Vernon? Kau masih mencintainya setelah semua ini?" tanya Mr. Clayton dengan hati - hati. Pria paruh baya itu belum tahu segi permasalahan yang Kezia dan Vernon alami.


Tidak mungkin hanya karena Vernon selingkuh, Kezia kabur dari rumah. Pasti ada hal lain yang di tutup - tutupi.


Kezia mengalihkan perhatiannya. Dia berusaha tidak emosional karena pertanyaan Mr. Clayton.


"Seharusnya papa bertanya ke Vernon, bukan Kezia." Kezia menahan napas dan tersenyum pahit.


"Vernon mencarimu. Dia ingin kau kembali. Anak ku sudah mengakui kesalahannya. Dia benar - benar berantakan karena kepergianmu."


Kezia tidak tahan lagi, air matanya luruh dengan sendirinya. "Bohong. Papa mengatakan itu karena ingin aku pulang."


"Papa mengatakan yang sebenarnya, Nak. Vernon semakin buruk dan seperti anak kecil. Dia sering mengabaikan kesehatannya dan terus mencarimu seperti orang yang kesetanan."


"Vernon sudah memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan wanita liar itu. Dia ingin kau pulang."


Mr. Clayton menatap prihatin menantunya. Dia akan menghajar Vernon setelah pulang dari sini. Kalau ingat. Dia sudah tua, pikun adalah hal yang wajar.


"Kezia tidak tahu, Pa. Kezia ingin kembali tapi...kenapa bukan Vernon yang datang ke sini? Dan kepercayaan Kezia tidak bisa utuh seperti dulu. Vernon tidak bisa membuat Kezia percaya begitu saja." Kezia menghapus air matanya dan mengambil alih Excelo yang mewek melihat ibu nya menangis.


Mr. Clayton menghela napas pelan dan menunjukkan rekaman CCTV yang ada di rumah Vernon. Mr. Clayton mengambilnya diam - diam dan meminta Bi Tini merahasiakannya.


"Ini Vernon semenjak kau pergi. Tini bilang dia lebih sering berada dikamarmu. Ketika tempramen nya naik dia sering membanting semua barang - barang karena tidak berhasil menemukanmu."


"Dia juga bilang ke papa. Kalau dia pergi kesini untuk membawa mu pulang...kau tidak akan mau dan memilih untuk kabur lagi."


Kezia menatap rekaman CCTV dan menutup mulutnya dengan telapak tangan. Vernon seperti orang kerasukan dan membanting semua barang. Bahkan tersungkur dilantai ketika tenaganya habis.


Baju kerjanya yang putih terdapat bekas noda darah. Yang tak lain adalah luka Vernon karena pecahan kaca.

__ADS_1


Kezia tidak berhenti khawatir melihat semua itu dan berusaha untuk mengabaikan rekaman CCTV yang Mr. Clayton tunjukkan.


__ADS_2