Stephanotis

Stephanotis
25 — Menjemput


__ADS_3

Hari sudah berganti menjadi pagi. Saat yang tepat untuk bekerja. Tetapi tidak dengan, Vernon. Pria itu menyiapkan diri untuk bertemu dengan Kezia. Sebelumnya, dia menyerahkan pekerjaan kantor kepada Theodore, anak buah Vernon sekaligus bawahan Petra.


Vernon tampak gugup. Dia tidak pernah merasakan hal aneh seperti ini. Kezia memang satu - satunya wanita yang membuat Vernon melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


Vernon sangat bersyukur karena Kezia mau memahami masalah hidupnya di masa lalu. Vernon kira, Kezia akan meninggalkan dirinya. Tapi tidak, wanita itu memberinya sebuah kesempatan. Dan tentu saja Vernon menggunakan kesempatan ini untuk berubah menjadi suami yang baik.


Bi Tini menyiapkan kopi untuk majikannya. Dari kemarin pria itu tampak berbeda. Selalu tersenyum lebar dan suka berbicara sendiri.


Apa itu efek dari terapi? pikir Bi Tini terheran - heran.


Vernon menyesap kopinya sedikit dan memakan sarapan buatan Bu Tini. Setelah selesai, Vernon bangkit hendak pergi untuk menjemput Kezia.


"Bi, bersihkan kamar saya yang diatas. Saya ingin menjemput Kezia." kata Vernon.


Bi Tini melongo di tempat. Sudah dia duga, pria itu berubah aneh ternyata karena Kezia akan kembali ke rumah ini!


"Nyonya Kezia, Pak?" tanya Bi Tini untuk memastikan.


"Ya. Ada apa?"


"Tidak ada, Pak."


Vernon mengangguk kecil dan pamit untuk pergi. Vernon benar - benar diliputi rasa bahagia. Selama hidupnya, tidak pernah terpikirkan oleh Vernon untuk mendapatkan istri seperti Kezia.


Vernon diam - diam mengucapkan terima kasih karena Mr. Clayton menuntunnya untuk mendapatkan pasangan hidup yang sepadan untuk melengkapi kekurangan pria itu. Wanita yang cantik, berbakat, dan berhati mulia.

__ADS_1


Saat ini Vernon tahu betapa pentingnya menjalankan perintah dari orang tua. Sebelum ini Vernon selalu memberontak karena dia ingin menentukan masa depannya sendiri. Tapi ternyata salah, tidak ada yang dapat Vernon lakukan ketika trauma dan tempramen selalu menghantuinya.


Dan hebatnya lagi, hanya dengan memikirkan Kezia, Vernon mau melakukan terapi dan pengobatan. Vernon mau berubah agar tidak melukai Kezia setelah wanita itu kembali kerumahnya. Dia tidak akan menyianyiakan wanita yang memberinya warna untuk hidup menjadi suami yang sebenarnya.


♥♥♥


Kediaman Riwijaya


Mr. Riwijaya memandang menantunya dengan datar. Pak tua itu ingin menguji Vernon sebelum membawa Kezia pulang ke rumah suaminya.


Vernon berjalan untuk memberi salam pada Mr. Riwijaya. Ada hawa - hawa tidak enak yang ditimbulkan oleh mertuanya. Tapi seolah tidak terpengaruh, Vernon tetap menghampiri Mr. Riwijaya dengan senyum sopan.


"Selamat pagi, Mr. Riwijaya." sapa Vernon. Pria itu mengulurkan tangan dan kali ini diterima oleh Mr. Riwijaya.


"Pagi." sapa Mr. Riwijaya dengan singkat.


"Kau senang mendapatkan anakku kembali?" tanya Mr. Riwijaya dengan datar.


Vernon sedikit tersinggung dengan perkataan Mr. Riwijaya. Namun tidak diambil hati dan menjawab Mr. Riwijaya dengan senyum tipis. "Tentu, Mister."


Mr. Riwijaya bangkit dari posisi duduk dan sedikit oleng ketika berdiri, dia memberi kode pada Vernon untuk tetap ditempatnya tidak usah membantu Mr. Riwijaya yang kesulitan karena sudah tua, "Biar kuberi tahu suatu hal. Waktu kecil, Kezia itu anak yang lugu dan dicintai banyak orang. Kezia tidak pernah menganggap dirinya tinggi karena pekerjaan ku. Anak itu selalu ingin memberikan yang terbaik kepadaku. Tapi selalu menolak pemberianku."


"Suatu hari dia ingin sekali menjadi penyanyi dan mulai berlatih untuk menjadi seperti idolanya. Aku tidak bisa menentangnya. Lagi pula Ben yang akan meneruskan perusahaan ku."


"Kemudian dia berkenalan denganmu. Sebelumnya itu rencana ku dan Clayton untuk menjodohkan kalian. Kezia..dia..selalu memikirkan dirimu setelah acara pertemuan itu selesai."

__ADS_1


"Dia sangat menyukai mu, Kezia selalu mendesak ku untuk menemukan kalian kembali. Lalu pernikahan pun terjadi. Aku dan Clayton sangat bahagia. Aku tidak pernah meragukan mu saat itu. Kau pemuda yang mapan yang bisa kuharapkan untuk menjadi suami Kezia."


"Tapi...kau menyakiti perasaan anakku. Kau tahu? Mungkin kau sudah mati kalau Clayton tidak menghentikan amarahku. Kezia satu - satunya putri yang kumiliki."


Mr. Riwijaya menghela napas untuk menahan emosinya, "Tapi kau! Dengan mudahnya membuat putriku pergi karena menghianati perasaannya. Seharusnya dulu kau bilang pada kami kalau tidak mengasihi Kezia sebagai istrimu. Aku bisa membawanya kembali tanpa melukai hatinya."


Vernon terpaku ditempat. Dia melihat Mr. Riwijaya dengan perasaan bersalah luar biasa. Dia melakukan perbuatan yang sangat buruk kepada Kezia. Anak yang sangat dikasihi oleh Mr. Riwijaya dan disia-siakan begitu saja oleh Vernon.


"Dan sekarang Kezia tetap memilihmu daripada menceraikanmu. Anak itu benar - benar membuat ku khawatir karena terlalu tulus mencintaimu. Jika sekali lagi kau menyakiti putriku, aku tidak segan - segan melemparkan surat perceraian kalian dan membawa Kezia kembali kerumah. Masih ada banyak pria yang bisa menggantikan posisimu sebagai suami."


Vernon mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi. Dia marah dengan dirinya sendiri. Sekarang dia semakin tahu, mengapa banyak orang membencinya setelah berita perselingkuhan itu tersebar luas.


Kezia memang gadis yang baik dan murni. Vernon sangat bodoh karena terlambat menyadari hal ini.


"Saya...saya sangat merasa bersalah. Saya melakukan hal buruk sebelum ini. Saya sangat marah saat itu karena ayah saya selalu mengatur semua pilihan saya. Tapi sekarang saya tahu, saya tidak lebih baik untuk mendapatkan Kezia."


"Biarkan saya memperbaiki semuanya, Mister. Saya berjanji akan membuat Kezia bahagia dan mencintainya. Tapi biarkan saya mengatasi permasalahan yang akan terjadi setelah ini. Saya ingin mendapat kepercayaan dari Anda dan keluarga." kata Vernon. Pria itu bisa merasakan beberapa hal yang akan terjadi setelah dirinya kembali bersama Kezia. Jadi sebelum semua itu terjadi, dia ingin mendapatkan dukungan dan kepercayaan ayah mertua.


Mr. Riwijaya tampak bimbang kemudian menyerahkan semuanya pada Vernon. Setidaknya, menantunya sudah berubah menjadi orang yang bisa di andalkan. "Aku mempercayakan semuanya kepadamu. Hanya kau dan Kezia yang bisa menyelesaikan masalah dalam hubungan kalian." Mr. Riwijaya menepuk ringan pundak Vernon dan memberikan senyum yang tulus.


Vernon ikut tersenyum kemudian menoleh ke belakang dan mendapati Kezia yang melihat interaksi Vernon dengan Mr. Riwijaya. Wanita itu menggendong Excelo yang sangat aktif bergerak dan mulai mengeluarkan celotehan khas bayi.


"Lihatlah, anak mu sangat senang karena ayahnya ingin membawanya pulang." kata Mr. Riwijaya.


Vernon mengangguk kecil dan menghadap ke arah mertuanya kembali, "Terima kasih, Mister. Terima kasih banyak." Vernon mencium tangan Mr. Riwijaya dan mengucapkan terima kasih berkali - kali.

__ADS_1


Mr. Riwijaya terkekeh dan menepuk punggung Vernon karena tingkahnya. Setelah itu Vernon berbalik dan berjalan mendekati istrinya. Tak lupa menampilkan senyuman lebar dan mengajak Kezia untuk pulang. Vernon ingin bahagia seperti orang lain. Bersama keluarga kecilnya, dia akan melakukan apapun demi kebahagian mereka dan memperbaiki kesalahannya di masa lalu.


♥♥♥


__ADS_2