Stephanotis

Stephanotis
23 — Konser & Pertemuan Kembali


__ADS_3

Waktu untuk konser telah tiba. Kezia sedang berada di ruang make up. Wanita itu tampak cantik dan sempurna. Wajah nya tampak berseri dan selalu tersenyum. Ini awal untuk Kezia memulai kembali kariernya. Setelah sekian lama memendam suara. Kezia kembali ke publik untuk menjadi penyanyi. Mengabaikan berita buruk yang pernah melibatkan nama Kezia sebelumnya.


Kezia melangkah untuk menuju backstage setelah manager Kezia memberi arahan. Wanita itu sedikit gugup dan berusaha untuk menjadi dirinya yang dulu. Selalu profesional dalam melakukan pekerjaan.


Akhirnya Kezia naik ke atas panggung dan disambut sorakan meriah dari banyak orang. Semua orang (fans) menatap idola mereka yang telah lama hiatus dengan kagum. Kezia begitu memukau semua orang karena kecantikan nya.


"Dia tambah cantik setelah menikah."


"Aku berani bersumpah suami nya akan menyesal karena menyianyiakan idola kita."


"Ugh, aku ingin sepertinya."


"Kenapa senyumnya sangat manis membuatku hampir meleleh."


Fans Kezia tidak berhenti memuji sang idola yang telah bangkit kembali. Mereka membakar semangat untuk selalu mendukung Kezia. Kezia merasa terharu dan berjalan ke tengah panggung untuk membuka konser.


"Hallo, ini Kezia, apakah kalian merindukan ku?" Kezia tersenyum ketika beberapa orang mulai menjawab Kezia dengan antusias.


"Tentu saja! Kami merindukan Kezzy!"


"We love you Kezzy!"


"I miss you so much...aku tidak bisa mengungkapkan nya karena merindukan mu, Kezzy!"


Kezia mulai memberi kode pada pemain musik. "Terima kasih karena kalian selalu mendukung ku dari awal debut hingga sekarang. Aku mencintai kalian!" seru Kezia dan mulai menyiapkan diri untuk bernyanyi.


Penonton konser terbawa suasana karena penghayatan Kezia pada lagu yang dibawakan nya. Mereka sangat kagum akan suara nya yang indah.


Diantara para fans ada beberapa aktor terkenal yang datang untuk melihat konser Kezia. Mereka adalah teman Kezia di dunia entertaiment.


Akhirnya Kezia selesai menyanyikan beberapa lagu. Dan yang terakhir, dia ingin menyanyikan lagu milik Imagine Dragons - Bad Liar. Salah satu lagu favorite Kezia yang mengingatkan wanita itu pada seseorang. Kezia duduk di kursi yang berada di tengah panggung. Kezia mulai bernyanyi dengan lembut serta memainkan gitar yang ada ditangan nya.


"Oh, hush, my dear, it's been a difficult year


And terrors don't prey on


Innocent victims


Trust me, darling, trust me darling


It's been a loveless year

__ADS_1


I'm a man of three fears


Integrity, faith and


Crocodile tears


Trust me, darling, trust me, darling."


Kezia memejamkan matanya dan melanjutkan bernyanyi,


"So look me in the eyes


Tell me what you see


Perfect paradise


Tearing at the seams


I wish I could escape


I don't wanna fake it


Make your heart believe..."


Kezia membuka mata dan menemukan seseorang yang menikmati suaranya di bagian tengah kursi penonton. Kezia sudah menyadari kehadiran orang itu sejak berada dipanggung. Namun dia berusaha menjaga sikap untuk tetap profesional.


"But I'm a bad liar, bad liar


Now you know


Now you know


That I'm a bad liar, bad liar


Now you know, you're free to go.."


Kezia bernyanyi sampai selesai dan merasakan setiap liriknya. Semua orang menatap Kezia dengan kagum. Wanita itu seperti berada didunia nya sendiri. Memberikan semua perasaannya yang bisa dirasakan semua orang.


"Thank you." Kezia bangkit dan menundukkan badan. Kemudian berdiri tegak dan menyampaikan beberapa hal yang ingin ia katakan pada penggemar.


Setelah itu, Kezia menutup konser dan berpamitan pada para penonton. Wanita itu turun dari panggung dan kembali ke backstage. Dia sangat terharu dan tanpa sadar meneteskan air mata karena terlalu bahagia.

__ADS_1


Banyak staf dan manager memberinya ucapan selamat. Kezia menerimanya dengan senang hati. Kemudian, Kezia ke ruang ganti untuk mengganti baju nya. Lalu membalas pesan masuk dari Mr. Riwijaya yang baru saja dikirim.


♥♥♥


Kezia masih di ruangan dimana dia mempersiapkan diri sebelum konser beberapa jam sebelum nya. Sekarang Kezia tidak sendirian. Ada Mr. Riwijaya dan Mrs. Lidya yang sedang menggendong Excelo. Para staf pamit pulang setelah semua selesai dan tidak ada yang pekerjaan lagi.


Mrs. Lidya menyerahkan bayi kecil yang ada di gendongan nya pada Kezia. Excelo sangat menggemaskan setelah menangis karena sang ibu meninggalkan nya bersama nenek untuk mengadakan konser.


"Jangan menangis lagi. Anak bunda manja sekali, hm." Kezia mencium wajah Excelo berkali - kali. Bayi gembul itu merasa geli dan membalas perbuatan Kezia dengan hal serupa.


Ibu dan anak itu tampak bahagia membuat Mr. Riwijaya dan Mrs. Lidya tersenyum. Akhirnya, anak mereka bisa tertawa setelah kembali ke rumah.


Pintu ruangan dibuka dengan perlahan. Membuat Kezia dan orang tua nya menoleh ke arah pintu secara bersamaan. Kezia melihat kedua mertuanya yang datang dengan wajah yang sumingrah. Mrs. Risa langsung berjalan cepat dan memeluk Kezia yang masih menggendong Excelo.


"Yaampun, sayang ku, mama sangat merindukan mu." kata Mrs. Risa kemudian beralih menatap bayi mungil yang berada dalam dekapan Kezia. "Ini cucu mama kan, Kez? Oh Lord...dia tampan sekali. Sama seperti Clayton waktu bayi." ungkap Mrs. Risa dan membuat semua orang tertawa kecuali Kezia yang masih mematung dan sedikit syok.


Mr. Clayton tergelak kemudian menanggapi perkataan istrinya yang lupa umur, "Dia lebih mirip Vernon. Jangan membuat ku merasa muda." timpal Mr. Clayton.


Mrs. Risa pura - pura tidak mendengar dan meminta Kezia untuk memberikan Excelo pada nya. Mrs. Risa sangat bahagia dan mencubit gemas pipi cucu nya. Excelo tidak menangis dan tidak memberontak. Malahan ikut tertawa karena ekspresi Mrs. Risa. Bayi itu menyukai Mrs. Risa walaupun baru bertemu hari ini.


Tak berapa lama seorang pria tampan yang memakai kemeja putih masuk membuat keadaan berubah hening.


Semua orang menatap nya tak terkecuali Kezia.


Kezia merasakan tubuhnya menegang dan bergetar kecil. Tapi tidak berlangsung lama karena Kezia menguasai diri dengan baik. Mata Kezia tidak bisa lepas dari pria itu. Bahkan mata mereka saling mengunci satu sama lain. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu.


Kecewa, penyesalan, sedih, rindu, dan marah mendominasi hawa di ruangan ini.


Mr. Clayton paham dengan situasi saat ini lalu mengajak besan juga istrinya keluar. Membiarkan anak mereka untuk menyelesaikan masalah.


Pria itu mendekati Kezia setelah semua orang keluar kecuali mereka berdua. Semakin pria itu mendekat, semakin kuat aura yang ia pancarkan. Begitu menghipnotis setiap jengkal tubuh Kezia. Mengingatkan tentang beberapa kekacauan yang pernah terjadi di antara mereka. Seketika pikiran dan hati Kezia saling berhianat. Dia ingin marah dan pergi. Tapi memilih untuk menetap karena ini sudah menjadi keputusannya beberapa waktu lalu.


"Kezia." Vernon, pria itu berkata dengan lirih. Seolah - olah ada yang mencekik lehernya ketika melihat wanita yang ada didepan nya hanya diam dan menatap Vernon dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.


Kezia tidak bergeming. Dia menunduk, meremas pinggiran gaun dengan kuat.


Vernon masih sama dalam catatan hatinya. Tampan dan memiliki aura yang kuat. Matanya masih setajam dulu. Yang berbeda adalah penampilan Vernon. Pria itu tampak kacau dan lebih kurus. Ada kantung mata seperti mata panda yang tercetak jelas di bawah matanya.


Kezia mendongakkan kepala menatap Vernon dengan sayu, "Vernon...Leonard. Kita bertemu lagi." kata Kezia sebelum menampar pipi Vernon dengan keras. Kezia tidak mau membuat tangannya gatal dan melampiaskan ke pipi Vernon. Lagipula pria itu pantas mendapatkan nya walaupun mereka baru bertemu kembali.


♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2