
Mr. Clayton menjelaskan tentang trauma Vernon dan tempramen nya yang labil. Vernon merasa tertekan akibat dari didikan Mr. Clayton yang keras. Pria itu mudah terpancing emosi baru - baru ini. Mungkin setelah Kezia tidak ada dirumah.
Kezia semakin tercengang dengan fakta yang baru saja ia dengar. Pantas saja Vernon sering menjadikannya sasaran empuk untuk melampiaskan amarahnya.
Vernon menjadikan Kezia tameng agar Mr. Clayton tidak mengatur hidupnya lagi. Tapi siapa sangka, pernikahan Vernon dan Kezia adalah hal terakhir yang Mr. Clayton lakukan untuk menuntun Vernon ke jalan yang benar.
Vernon tidak boleh menikah dengan wanita yang berperilaku buruk. Maka dari itu Mr. Clayton menikahkan Vernon dengan Kezia, sekaligus untuk membalas budi Mr. Riwijaya.
Tapi yang dilakukan Vernon sungguh diluar dugaan. Anak sinting itu mengacaukan semuanya. Membuat keluarga Riwijaya bersikap waspada pada besannya sendiri.
"Papa tidak memaksamu untuk ikut pulang. Kau yang menentukan pilihanmu sendiri. Tapi papa tidak bisa menjamin Vernon akan kesini dan..." Mr. Clayton menghentikan perkataan nya dan hampir saja keceplosan masalah Vernon dengan Figo.
"Lupakan. Papa akan pulang. Jaga dirimu baik - baik. Papa juga membawakan mu sedikit kebutuhan. Papa tidak membiarkan kalian berdua terlantar. Dan ingat satu hal, Nak. Tidak semua orang yang berada didekat sini adalah orang yang baik. Kota ini dalam zona berbahaya. Jangan sering keluar rumah. Tetap didalam saja untuk berjaga - jaga." jelas Mr. Clayton dengan panjang lebar dan akhirnya berpamitan pulang.
Kezia menatap kepergian Mr. Clayton dengan sendu. Kalau saja Mr. Clayton tahu, Kezia sangat ingin pulang dan bertemu keluarganya.
Tapi belum waktunya. Dia harus memikirkan semua ini terlebih dahulu.
Setelahnya, Kezia dibuat kaget ketika beberapa orang masuk dengan membawa perlengkapan rumah dan makanan yang banyak.
Mr. Clayton berbohong, dia tidak memberi Kezia sedikit. Semua ini lebih dari cukup dari yang Kezia bayangkan.
♥♥♥
Mr. Clayton tidak pulang ke rumahnya melainkan bertamu di rumah keluarga Riwijaya. Pria paruh baya itu tidak sendiri. Disampingnya ada Vernon yang tampak gugup dan tidak bisa menahan rasa khawatir. Vernon tidak takut amukan Mr. Riwijaya. Yang dirinya takutkan kalau - kalau Mr. Riwijaya menyuruh Vernon untuk menceraikan anaknya.
Vernon tidak akan memenuhi keinginan Mr. Riwijaya yang tidak akan bisa Vernon lakukan. Karena Vernon tidak bisa melepaskan Kezia dari pikirannya juga...hatinya.
Vernon merasa lega ketika Mr. Clayton mengatakan bahwa anak dan istrinya baik - baik saja. Namun tidak sepenuhnya baik karena mereka berada di kota yang memiliki tingkat kriminal tinggi.
Maka dari itu Mr. Clayton mengajak Vernon ke rumah Mr. Riwijaya agar Kezia mau dibujuk untuk pulang. Sampai akhirnya mereka masuk dan disambut keluarga Riwijaya dengan tatapan tidak suka.
Ibu Kezia tidak turun dan memilih untuk tetap berada dikamar. Wanita itu sangat tertekan ketika mengetahui anak perempuannya menghilang dari rumah Vernon. Ibu Kezia tidak menyangka kalau Vernon yang dikenal baik ternyata menyimpan kekasih gelap dan membuat Kezia kabur dari rumah.
__ADS_1
Tetapi ada hal yang lebih buruk yang mengakibatkan Kezia tidak betah dirumah Vernon. Dan tidak akan diketahui orang luar. Jika bukan Kezia maupun Vernon sendiri yang mengatakannya.
"Selamat datang, Clayton." sapa Mr. Riwijaya dengan dingin. Tatapan kecewa tergambar jelas ketika melihat Vernon yang mengikuti Mr. Clayton dari belakang.
Mr. Clayton tersenyum formal menanggapi sapaan Mr. Riwijaya. Vernon maju beberapa langkah untuk menyalimi mertuanya. Tapi Mr. Riwijaya dengan tegas menolak dan mau tidak mau Vernon mundur kembali dan menelan pahitnya penolakan dari mertuanya sendiri.
"Ada urusan apa sampai kau kesini? Apa anak ku sudah kembali?" tanya Mr. Riwijaya dan memberi kode untuk kedua tamunya duduk di sofa ruang tamu.
Mr. Clayton melirik Vernon yang tegang kemudian membalas pertanyaan Mr. Riwijaya. "Belum. Tapi kami sedang mengusahakan nya."
Mr. Riwijaya menaikkan satu alisnya.
"Menantu ku berada di kota W. Sepertinya ada yang menjebak dirinya untuk berada di zona bahaya. Seth sudah membawa orang yang menjebak Kezia. Sekarang hanya ada dua kemungkinan. Kezia pulang atau tetap di kota itu sampai Interowen pergi dari sana."
"Interowen!?" Mr. Riwijaya menaikkan nada suara membuat Mr. Clayton terkejut. Sedangkan Vernon sedikit tersentak dan mengepalkan kedua tangannya.
"Ya."
"Sebenarnya tidak. Seth hanya menginginkan orang yang selama ini memutus koneksi Kezia. Dan menyebabkan menantuku susah dilacak."
"Siapa b******n sialan itu!?"
"Aku belum bisa memberitahu mu, Ri. Kita harus membawa Kezia pergi dari kota W secepatnya. Dan hanya kau yang bisa membujuk Kezia untuk pulang."
Mr. Riwijaya tampak mengatur pernapasan nya dan berusaha untuk mengontrol emosi. "Baik. Kita kesana besok. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anak ku." kata Mr. Riwijaya yang secara tidak langsung menyindir Vernon.
Vernon yang mendengarnya hanya diam dan kembali diliputi rasa bersalah.
"Kau bisa membawa beberapa ViZ5 (Viz Five) untuk berjaga - jaga. Jangan takut, kami juga menyewa Black Center."
"Aku mengerti."
"Kalau begitu aku sudah selesai. Kita bertemu lagi besok. Aku pamit pulang. Terima kasih sudah mendengar permintaanku."
__ADS_1
"Tentu. Aku melakukannya demi anak ku."
Mr. Clayton pamit pulang bersama Vernon. Vernon hanya bisa menundukkan badan sedikit untuk berpamitan dengan mertuanya. Mr. Riwijaya sudah terlanjur kecewa dengan Vernon.
Dan Vernon menerima perlakuan Mr. Riwijaya tanpa ada rasa dendam. Karena Vernon tahu betul mengapa mertuanya sangat membencinya. Itu karena Vernon membuat anak perempuan yang sangat Mr. Riwijaya kasihi berada dalam bahaya dan menghianati wanita itu secara 'diam - diam'.
♥♥♥
Disisi lain seorang pria sedang di sekap disebuah ruangan gelap. Beberapa penjaga masuk dan berdiri disetiap sudut ruangan. Hingga datang pemimpin para penjaga yang baru saja masuk.
Wajahnya sangat dingin dan rahangnya mengeras.
Pemimpin itu menatap tawanan nya dengan menyeringai tajam. Dia tidak bisa membiarkan seorang penghianat pergi begitu saja. Kecuali mengakui kesalahan dan pergi jauh - jauh dari wilayah kekuasaannya.
"Sudah lama tidak bertemu, boy." kata pria tua yang menjadi pemimpin diantara banyak penjaga berbadan kekar yang masing - masing membawa senjata tajam.
Sedang orang yang menjadi tawanan menatap pria tua didepannya dengan sinis. Tidak dia sangka dia dijebak hanya karena hal kecil menyangkut wanita yang ia lindungi.
"Sudah kubilang jangan bermain api dibelakang ku. Kau tidak akan pernah bisa bebas dari cengkraman ku. Interowen tidak sekuat Black Center. Kau hanya dijebak dengan iming - iming kebebasan." pria tua itu melangkah dan memaksa pemuda yang menjadi tawanan untuk mengangkat kepala.
Pria tua menyeringai misterius lalu mundur beberapa langkah. Mengangkat tangannya ke udara dan dua penjaga dibelakangnya maju dengan tergesa.
"Beri dia pelajaran. Jangan sampai mati atau nyawa kalian sebagai gantinya. Bocah ini harus menerima hukuman sebelum jera karena sifatnya yang tidak pernah berubah." pria tua keluar dari ruangan yang gelap diikuti banyak penjaga.
Kini pemuda yang menjadi tawanan hanya menahan ringisan karena beberapa penjaga yang mulai melaksanakan perintah pria tua.
Mengapa tidak ada satupun yang membantunya. Padahal banyak mafia Interowen disekitarnya.
Apa dia sedang di bodohi dan di manfaatkan? Oh, sial, kalau itu benar wanita yang ia lindungi akan dalam bahaya.
Terkutuk mereka semua karena berhasil mengelabui dirinya dengan mudah.
♥♥♥
__ADS_1