
Suara deru mobil terdengar dari luar membuat Kezia terbangun karena ketiduran di sofa ruang tamu. Kezia menyesuaikan diri dengan cahaya lampu yang menusuk indra penglihatannya. Di ruang tamu Kezia memutuskan untuk menunggu Vernon setelah Excelo tertidur di kamar. Dan mungkin suara mobil itu adalah suara mobil milik Vernon. Kalau bukan Vernon siapa lagi yang datang malam - malam begini?
Kezia bangkit dari sofa dan berniat membuka pintu. Tetapi pergerakannya kalah cepat karena Vernon lebih dulu membuka ganggang pintu kemudian masuk dengan wajah lelah. Kezia terdiam di tempat, suaminya tampak lesu hari ini.
"Kenapa belum tidur?" tanya Vernon menyadari keberadaan Kezia yang tak jauh darinya. Pria itu mendekati Kezia dengan senyum ringan.
Kezia diam sejenak lalu menjawab, "Aku menunggumu." ada sedikit rasa gugup saat mengatakan hal itu.
Vernon mengamati Kezia dengan cermat. Ada yang berbeda dari penampilan Kezia. Maksudnya cara berpakaian Kezia saat malam hari. Entah Vernon yang terlalu lelah atau memang istrinya mengenakan pakaian tidur yang lebih tipis dari biasanya?
Vernon mulai mendekati Kezia membuat wanita di depannya salah tingkah. Naluri seorang suami membuat Vernon ingin melakukan seusatu. Tapi tidak untuk sekarang, Kezia masih belum bisa melupakan bayang - bayang malam pertama mereka yang jauh dari kata baik.
"Vernon?"
Vernon berada di depan Kezia dan meraih pinggang istrinya dengan lembut. Membawa Kezia lebih dekat untuk bertatapan langsung dengan matanya yang sudah berkabut oleh suatu keinginan.
"Kenapa menungguku?" Vernon tersenyum kembali. Kali ini bukan senyum biasa. Kezia bisa melihat ada makna tersembunyi dari lengkungan di bibir Vernon.
"Aku tidak boleh menunggumu?" tanya Kezia dengan semburat merah di pipinya. Dia menunduk menyembunyikan wajahnya di dada bidang Vernon sehingga tidak ada yang bisa melihat dirinya saat ini.
Vernon terkekeh pelan, Kezia sangat manis karena sikapnya yang malu - malu kucing. Meskipun mereka tinggal satu atap Kezia masih belum bisa menerima perubahan sifat Vernon. Pria itu bisa dikatakan tipe suami yang ideal untuk masa kini. Itu karena Vernon berubah menjadi pria yang baik, perhatian, dan romantis. Harusnya Kezia bahagia tapi karena belum terbiasa Kezia sedikit geli melihatnya.
"Boleh, tidak ada yang bisa melarangmu." tangan Vernon memberikan sentuhan lembut di puncak kepala Kezia membuat istrinya sedikit terbuai.
"Kenapa pulang larut malam? Ada masalah yang terjadi di kantor?" Kezia mendongakkan kepala menatap Vernon penuh tanya.
__ADS_1
Vernon tersenyum tipis, "Tidak ada. Kau tidak perlu memikirkan hal itu. Sekarang waktunya istirahat. Pergilah ke atas, aku akan menyusul." ujar Vernon.
"Tidak!" Kezia menggeleng pelan, "Ini sudah terlalu malam. Kau masih bisa melanjutkan pekerjaan besok. Ingat kesehatanmu, Vernon." Kezia menatap Vernon dengan tajam berharap pria itu akan menuruti permintaannya. Vernon selalu sibuk dengan pekerjaan sampai - sampai membawa banyak berkas ke rumah dan sering berkutat dengan laptop. Vernon menjadi sering tidur di atas jam 12 malam karena hal itu.
"Baiklah...aku tidak bisa menolakmu." kata Vernon.
"Kalau begitu naiklah ke atas aku akan menyiapkan air hangat." Kezia mengendurkan pelukan Vernon mencoba untuk kabur. Tetapi semua usaha Kezia sia - sia. Vernon terlihat enggan melepaskannya. Justru Vernon semakin merapatkan tubuhnya dengan Kezia.
Kezia menghentikan pergerakannya dan kembali menatap Vernon.
"Jangan mencoba kabur, Kez."
"Maksudmu?"
"Hm, apa kau masih belum bisa terbiasa denganku?"
"Aku..."
Vernon mulai mendekatkan wajahnya hingga hidungnya bersentuhan dengan hidung Kezia. Merasa tidak ada penolakkan Vernon semakin berani dan akhirnya bibir mereka bertemu. Vernon hanya menempelkan bibirnya dan melihat Kezia yang mulai memejamkan mata. Vernon mulai mencium Kezia dengan hati - hati. Kezia sangat manis membuat Vernon berada di ujung pengendalian diri.
Mereka saling merasakan satu sama lain cukup lama. Sampai Vernon memutuskan ciumannya dengan perlahan karena melihat Kezia yang mulai gelisah.
Kezia menunduk tidak berani melihat Vernon.
"Kez—"
__ADS_1
"Maaf...aku belum bisa." Kezia segera menarik diri dan berjalan cepat untuk pergi ke kamar. Seharusnya dia bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri. Tapi mengapa putaran memori yang mengerikan itu selalu muncul dan membuat dada Kezia merasa sesak.
Yang Kezia butuhkan saat ini hanya ketenangan. Kezia tidak mungkin akan terus - terusan dibayangi masa lalu dan membuat Vernon tersiksa. Kezia harus bisa mencari jalan keluar untuk menetralkan semuanya.
♥♥♥
Kezia menunggu Vernon yang belum juga ke luar dari kamar mandi. Kezia sedikit cemas kalau Vernon marah padanya. Hingga suara pintu kamar mandi di buka membuat Kezia menjengit sedikit ke belakang. Vernon keluar hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan. Rambutnya basah membuat Kezia tidak bisa fokus.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Vernon melihat istrinya yang berada di depan pintu kamar mandi.
Kezia segera menggeleng, "Tidak ada," Kezia berbalik ingin segera menenggelamkan kepalanya di bantal. Namun gerakannya terkunci karena Vernon menariknya tiba - tiba. Kezia dapat merasakan tetesan air membasahi rambutnya. Bahkan untuk bernapas saja sulit bila berada di dekat suaminya sendiri.
"Ve — Vernon." Kezia merasakan geli ketika Vernon mulai menenggelamkan kepala di ceruk lehernya.
Sedangkan Vernon masih diam tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Vernon mulai menelusuri leher Kezia dan beberapa kali meniup untuk memancing pergerakan istrinya.
"Sudah...nanti Excelo bangun." Kezia berusaha melepaskan lilitan tangan Vernon yang berada di sekitar pinggangnya. "Vernon!"
Sedikit kesadaran membuat Vernon mengendurkan pelukan kemudian terkekeh pelan karena hampir kehilangan kendali dengan dalih memanfaatkan kesempatan. "Jangan pakai pakaian ini lagi. Aku tidak yakin bisa menahannya lain kali." Vernon melepaskan Kezia dengan perlahan. Wanita itu langsung melangkah kecil dan tidur di ranjang, menutupi kepalanya dengan selimut.
Seperti biasanya, Kezia memang wanita yang unik. Tingkahnya membuat Vernon geleng - geleng kepala. Ternyata kalau berada di dekatnya, Kezia sering menyesuaikan diri. Kadang bersikap manja kadang juga bersikap penurut.
Itu lebih baik daripada Kezia takut dengan dirinya. Tinggal sedikit lagi Vernon bisa mendapatkan Kezia kembali. Istrinya juga memberikan rambu - rambu yang membuat Vernon bisa salah mengartikan. Tidak apa - apa yang penting Kezia lebih peka dengan kodenya sebagai suami yang menginginkan kehangatan dari istrinya.
♥♥♥
__ADS_1
ditunggu 10 komentar duls untuk lanjutin cerita 🐥 bukan maksud apa - apa cuma buat ngulur waktu soalnya juga baru sibuk sm kerjaan 😆 jadi kalo ada yg antusias bisa langsung lanjutan cerita ini~