
Keesokan paginya Kezia bersiap untuk pergi bersama Leah. Kezia sudah memandikan Excelo lalu memberinya makanan bayi yang sehat. Setelah itu Excelo dititipkan pada Bi Miah. Reon, anak Leah, tak henti - hentinya tertawa karena bahagia bila Excelo ada di rumahnya. Reon tidak lagi kesepian dan bermain dengan Excelo yang masih bayi.
"Reon, mama tinggal dulu. Jangan nakal dengan Excelo! Mengerti?" kata Leah lalu membawa tas kecil berisi dompet dan beberapa keperluan kecil.
"Iya mama!"
Kezia tersenyum lalu mendekat ke arah Reon dan Bi Miah. "Tante titip Excelo. Kak Reon main dulu sama Excelo ya?" Kezia mengelus pelan rambut Reon dan bocah kecil itu mengangguk semangat.
"Bi Miah, saya titip Excelo ya."
"Baik, Non."
Kezia melihat bayinya sebentar lalu bangkit dan mengikuti Leah untuk naik ke mobil. Setelah itu Leah menyalakan mobil dan melaju untuk ke tempat tujuan bersama Kezia.
♥♥♥
Hypermart sangat ramai di awal bulan. Akhirnya Kezia memilih beberapa keperluan makanan dan kebutuhan pokok Excelo.
__ADS_1
"Kez, aku mau beliin Excelo sepatu. Bagus yang mana?" kata Leah menunjukkan dua sepatu bayi berwarna coklat dan hitam yang lucu.
"Astaga, Leah! Tidak perlu repot - repot!"
"Ayolah, aku hanya ingin membelikan Excelo sepatu. Selama ini kau selalu menolak kalau aku membelikan sesuatu untuk anakmu." kata Leah mendesak Kezia.
Akhirnya Kezia luluh dan mengangguk pasrah. Tapi bukan Leah namanya kalau puas dengan satu hal. Sahabat Kezia itu mengambil dua sekaligus dan membelikan tempat makan juga dot susu untuk Excelo.
Kezia hanya diam tidak bisa membantah. Karena Leah ingin berbuat baik padanya, Kezia tidak bisa menolak lagi.
Setelah selesai belanja, Leah mengajak Kezia menuju restoran Italia di mall. Leah juga menepati janji untuk mentraktir Kezia. Awalnya Kezia tidak setuju namun Leah tetap memaksa dan meminta Kezia untuk tidak menolak.
"Kez... Kez... Itu — itu bukannya Sarah?" kata Leah yang membuat Kezia menegang.
Kezia membalikkan badan sebentar dan melihat Sarah, wanita jahat yang menghancurkan rumah tangganya dengan Vernon. Namun ada yang aneh karena wanita licik itu bersama lelaki lain. Padahal setiap hari selalu bersama Vernon dan meminta barang - barang mahal yang Kezia saja tidak tahu apa gunanya.
"Tapi kok dia ga sama suamimu? Maksudku, Vernon. Apa jangan - jangan.." ucapan Leah menggantung dan melihat Kezia yang masih menegang dengan raut kekhawatiran yang tercetak jelas.
__ADS_1
"Leah, sebaiknya kita cepat pulang. Excelo pasti mencariku." kata Kezia dan bergegas memasukan handphone juga dompetnya ke tas kecil yang dia bawa.
Leah pun menuruti perkataan Kezia. Keduanya keluar dari resto dengan hati - hati dan bersikap waspada. Mereka tidak menyangka kehadiran Sarah di kota yang Kezia tinggali saat ini. Apa yang wanita itu lakukan? Apa ada hubungannya dengan Kezia? Demi apapun Kezia hanya ingin berdamai dengan keadaan.
Kezia memiliki pemikiran untuk mengajukan surat cerai pada Vernon setelah Excelo berumur enam tahun. Tapi melihat Sarah bersama lelaki lain, membuat Kezia merasa ada yang salah.
Apakah Sarah dan Vernon putus? Tidak mungkin. Vernon sangat mencintai Sarah. Bisa saja lelaki asing itu teman permodelan Sarah yang sedang mengadakan pemotretan di kota ini.
Mungkin saja benar. Kezia tidak ingin tahu dan tidak mau repot - repot memikirkan hal tidak penting tersebut.
"Kez, kamu gapapa kan? Lain kali kita pergi ke tempat lain. Sepertinya mall yang sering kita kunjungi sudah tidak aman." kata Leah seolah - olah Hypermart yang berada dalam mall itu terdapat orang jahat yang sedang menyamar.
"Tidak, Leah. Aku baik - baik aja kok. Tidak usah khawatir. Mungkin karena kaget, respons aku sedikit berlebihan."
"It's oke. Kita pulang sekarang." Leah membuka pintu mobilnya dan segera masuk. Diikuti Kezia yang berusaha menenangkan hatinya.
Akhirnya mobil Leah melaju sedikit kencang. Dan pulang dengan cepat sebelum ada orang yang sadar akan keberadaan Kezia di kota ini.
__ADS_1
♥♥♥