Stephanotis

Stephanotis
35 — Nasihat Ibu Mertua


__ADS_3

Hampir seminggu berlalu dan Vernon masih memantau tindakan Sarah dari jauh. Sarah mungkin bisa mengancam Vernon, tapi wanita itu lupa kalau Vernon bisa mencari semua bukti dengan mudah. Dua tahun lalu, Vernon hanya diam beberapa bulan untuk menahan diri mencari Kezia. Bahkan dia masih menjadikan Sarah sebagai kekasihnya. Tetapi setahun kemudian Vernon memutuskan untuk putus hubungan dengan Sarah dan mulai tidak tenang. Pria itu diam-diam mencari keberadaan Kezia ketika mertuanya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Berita tentang kaburnya seorang penyanyi terkenal tersebar luas di ibu kota. Tapi setelah beberapa minggu berita itu mulai menghilang dan kembali timbul ketika gemparnya berita perselingkuhan Sarah.


Di mata publik Vernon dan Sarah masih memiliki hubungan gelap. Tapi yang sebenarnya hal itu sudah berakhir setahun sebelumnya. Tetapi Sarah tidak menerima hal itu sehingga dia sering datang untuk menemui Vernon dan merengek untuk menjadi simpanan Vernon kembali.


Vernon tidak tinggal diam dan risih dengan sikap Sarah. Vernon baru tahu kalau Sarah juga memanfaatkan dirinya di belakang. Wanita itu diam-diam meminta semua keinginannya pada Vernon. Sampai Vernon mengetahui hal busuk yang Sarah lakukan dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuan Vernon. Wanita itu tidak sadar kalau Vernon sering mengirim anak buahnya untuk memata-matai Sarah karena hal yang mencurigakan sering terjadi setelah Kezia kabur dari rumah.


Dan benar saja, ternyata Sarah sering berhubungan dengan laki-laki lain bahkan sebelum Vernon menikah dengan Kezia.


Dulu Vernon terlalu percaya karena Sarah sangat mudah untuk dipengaruhi. Meski beberapa kali berhubungan, Vernon tidak pernah melakukan kesalahan. Tapi semenjak Kezia hadir dalam hidupnya, Vernon sama sekali tidak memiliki minat dengan wanita lain. Termasuk Sarah.


Kini wanita itu menuduhnya bahkan mengancam Vernon. Sarah sangat licik. Vernon tidak habis pikir bagaimana dia percaya kalau anak dalam kandungan Sarah itu anaknya padahal Vernon sudah tidak berhubungan dengan Sarah sangat lama. Vernon juga tidak pernah ceroboh saat berhubungan dengan wanita itu.


Hanya satu yang bisa Vernon yakini. Sarah hamil dengan laki-laki lain. Kemungkinan besar dengan Mattew, pemilik agency model yang menampung Sarah dan dirumorkan kencan dengan Sarah.


Vernon harus memastikan Kezia tidak mengetahui hal ini. Vernon sendiri yang akan menjelaskan semuanya. Kalau tidak hal yang sama akan terulang kembali. Kesalahan fatal membuat Kezia menjauh darinya. Vernon tidak akan sanggup merasakan hal itu untuk kedua kalinya. Di tambah dengan kehadiran Excelo di antara mereka berdua.


♥♥♥


Tok..Tok..


"Ya, sebentar."


"Biar saya saja, Nyonya." Bi Tini berjalan menuju pintu rumah. Kezia sedang memberi anaknya makan siang. Maka dari itu Kezia sedikit repot untuk menerima tamu.


Kemudian Bi Tini menyambut tamu dan menyuruh tamu tersebut masuk ke rumah.


"Siapa, Bi?" Kezia bertanya namun masih fokus menyuapi makan siang untuk Excelo.

__ADS_1


"Wah cucu oma baru makan ya? Lahapnya." Mrs. Risa berjalan menghampiri Kezia dan Excelo. Kezia yang sadar akan kedatangan mertuanya segera memberi salam dan memeluk wanita setengah baya itu.


"Mama kenapa tidak mengabari Kezia? Kezia bisa menyuruh Vernon menjemput mama." kata Kezia kemudian mengangkat Excelo dan memangkunya.


"Tidak perlu, sayang. Mama hanya ingin bertemu cucu mama. Vernon terlalu sibuk di kantor. Jadi, yah...mama bisa ke sini tanpa bantuan Vernon." Mrs. Risa tertawa kecil menanggapi perkataan Kezia.


Kezia mengangguk paham karena Vernon memang sibuk akhir-akhir ini. Bahkan sering pulang larut karena pekerjaan di kantor.


"Bagaimana kabarmu dan Vernon, Nak?" tanya Mrs. Risa dengan senyuman hangat.


Kezia mengangkat kepalanya, "Baik, Ma." jawab Kezia singkat tetapi masih terdengar sopan.


"Syukurlah, mama khawatir dia melakukan kesalahan lagi. Apalagi sekarang dia sudah menjadi seorang ayah." Mrs. Risa mengatakannya dengan hati yang lega. Dalam hati ia berdoa untuk keharmonisan pernikahan dan keluarga anaknya.


Kezia tersenyum kecil, "Kezia selalu memberi dukungan buat Vernon, supaya kedepannya dia tidak melakukan kesalahan. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Kezia hanya butuh sedikit waktu untuk melupakan kesalahan Vernon." kata Kezia meyakinkan mertuanya.


Kezia hampir meluruhkan air matanya, menatap Mrs. Risa dengan seksama, dan tersenyum mengabaikan bulir-bulir air mata yang mulai berjatuhan. "Maafkan Kezia, Ma. Dulu Kezia terlalu berpikiran pendek bahkan menganggap perceraian adalah jalan keluar yang terbaik untuk Kezia dan Vernon. Tapi ternyata keadaan berubah, Kezia mulai sadar hal itu sangat buruk untuk masa depan Excelo juga Kezia." Kezia mulai sesegukan lalu mengusap air matanya yang semakin banyak.


"Tidak perlu dipikirkan lagi. Kalau kalian sama-sama berjuang dan saling percaya semuanya akan berjalan dengan baik." Mrs. Risa berusaha menenangkan Kezia dan menarik Excelo kedalam pelukan sang nenek.


"Terima kasih, ma." Kezia mengambil tisu dan pamit untuk pergi ke dapur. Kezia membuatkan teh hangat untuk dirinya dan Mrs. Risa. Setelah itu mereka membicarakan banyak hal. Dan bermain bersama Excelo sampai telepon dari Mr. Clayton membuat Mrs. Risa harus segera pulang karena ada acara penting yang harus dihadiri.


♥♥♥


Ketika hari menjelang malam Vernon pulang lebih awal. Kezia baru saja menidurkan Excelo di lantai atas karena sedari tadi Excelo selalu aktif bermain dengan mainan yang bertebaran dimana-mana.


Vernon sedikit kecewa karena Kezia tidak menyambut kedatangannya. Namun dengan cepat Vernon melupakan hal itu kemudian menaiki tangga menuju kamar. Vernon membuka pintu perlahan dan melihat Kezia yang berada dekat dengan tempat tidur Excelo.

__ADS_1


"Vernon?" Kezia terkejut ketika Vernon berdiri di depan pintu kamar dengan kedua tangan terlipat di depan dada.


"He sleeps?" tanya Vernon kemudian melangkah masuk dan menaruh tas kerja di dekat lemari.


Kezia segera mendekati Vernon, "Ya, baru saja tidur. Kau pulang lebih awal?" Kezia tidak tahu itu sebuah pertanyaan atau sebuah pernyataan.


Vernon mengangguk, "Investor dari Inggris datang untuk bertemu dengan ayah. Aku hanya menangani beberapa masalah yang bisa diselesaikan dalam waktu dekat." Vernon melepas kemeja dan dasinya.


"Masalah?"


"Ya..aku tidak ingin membahas pekerjaan kantor di rumah." Vernon mengatakannya dengan senyum kecil. "Sudah makan? Mau makan di luar?" tawar Vernon.


Kezia mengambil kemeja dan dasi Vernon, mengedikkan bahu dan tersenyum ringan, "Aku belum menyiapkan makan malam. Kalau kau sudah lapar kita bisa makan di luar." kata Kezia lalu berjalan menuju ke dalam kamar mandi menaruh kemeja Vernon di keranjang pakaian kotor. Wanita itu juga menyiapkan air hangat agar Vernon bisa langsung membersihkan diri setelah ini.


"Vernon cepat mandi aku sudah menyiapkan air hangat." seru Kezia dari dalam kamar mandi.


Tak lama kemudian Kezia keluar dan geleng-geleng kepala melihat Vernon yang dengan santainya rebahan di atas ranjang. Karena sedikit kesal, Kezia menarik lengan Vernon sekuat tenaga. "Bangunlah, aku tidak akan ikut makan kalau kau malas-malasan seperti ini." ancam Kezia yang pada akhirnya tidak bisa mengangkat Vernon dari kasur.


"Tunggu sebentar punggungku sedikit kaku." gumam Vernon tetap memejamkan matanya mengabaikan tarikan tangan Kezia.


"Baiklah. Jangan lama-lama. Aku tidak ingin pergi di atas jam sembilan." Kezia membuka lemari mengambil pakaian santai untuk Vernon. Pria itu kelihatan lelah sehingga Kezia bisa memakluminya. Karena tidak ada tanggapan dari Vernon, Kezia pergi turun ke bawah dan meminta Bi Tini untuk menjaga Excelo setelah ini.


♥♥♥


***satu bab dulu ya...mau aku update beberapa tapi belum aku revisi. bab ini khusus buat yang sedikit bingung, karena aku lupa juga kalau bab sebelumnya aku ngga terlalu detail jelasinnya dan bikin salah paham juga bingung 😂 maaf atas ketidaknyamanannya, aku menerima saran dan kritik tapi setidaknya dengan sedikit sopan, entahlah kalau dibilang baperan aku emang mudah banget down gara² komentar yang kurang enak. tapi its oke lagian ini juga cerita baru dan biasa saja. aku ga maksa orang buat baca ceritaku, setidaknya beri sedikit dukungan 🙈 dan terima kasih sudah setia membaca, 💜


(untuk yg suka konflik berat bisa tinggalkan saja cerita ini. karena aku lebih suka nyelesaian konflik dengan cepat dan tidak berbelit-belit. thx***.)

__ADS_1


__ADS_2