Stephanotis

Stephanotis
6 — Meminta Informasi


__ADS_3

Diruangan yang sangat minim pencahayaan, suara langkah kaki terdengar tegas. Berjalan menelusuri setiap ruangan yang ada. Matanya sangat tajam sama sekali tidak melirik ke samping kanan maupun kiri. Kedua tangannya berada di dalam kantong celana. Wajah tampannya bak dewa yunani terlihat angkuh dan penuh kuasa.


Hingga tempat yang ia cari tepat di depan matanya. Tanpa mengetuk, orang itu langsung membuka pintu dengan cara mendobrak kasar. Terdengar deguman keras yang menyebabkan orang di dalam ruangan serentak bangkit.


"Oh, kau ternyata. Aku kira orang - orang suruhanmu yang akan datang." kata seorang pria yang sedang duduk di kursi utama. Menghisap kuat putung rokok yang ada di antara kedua jarinya.


Sedang orang yang di ajak bicara hanya menatap lawan bicaranya dengan tajam. Tak menghiraukan perkataan pria yang sedang menghisap putung rokok tersebut.


"Apa yang kau dapat dari penghianat itu? Aku tahu kau mencuri banyak informasi yang belum ku dengar." tanya orang yang masih berada di dekat pintu tanpa bergerak sedikit pun.


Pria yang duduk di kursi utama membuang putung rokoknya lalu menginjak dengan sepatu mahal yang ia kenakan hingga padam. Tatapannya tak kalah tajam dari orang yang berada di dekat pintu.


"Sedikit dan akan membuatmu puas dengan isinya."


"Tidak usah basa - basi. Aku ingin berkasnya sekarang."


"Kau tidak pernah berubah ya. Sangat to the point dan suka seenaknya."


"Aku tidak butuh penilaianmu."

__ADS_1


Pria bersetelan jas maroon dengan dasi hitam yang bertengger di lehernya menunjukkan seringaian misterius. Dia sangat suka melihat seseorang terpancing emosi karena dirinya.


Sebelah tangan pria itu terangkat memberi kode pada anak buahnya. Tak lama kemudian sebuah berkas berada di tangannya. Kedua kakinya melangkah mendekati orang yang berada didekat pintu.


"Aku tidak menyangka kau lebih bejat dariku. Andaikan gadis itu tidak bersanding dengan mu. Aku akan menjadikan dia pasanganku untuk menghangatkan ranjangku." kata pria itu dan memberikan berkas yang ada ditangannya lalu menahan berkas itu di dada orang yang menatap dirinya dengan tajam.


"Sekali lagi, aku tidak butuh penilaianmu."


Pria berjas maroon hanya menyeringai dan mundur beberapa langkah. "Whatever, dude. Berterima kasih lah padaku. Kalau saja kita bukan teman sudah kupastikan lidahmu terpotong dan kuberikan pada kucing di jalanan."


"Thanks. Aku akan mengirim bayaran ke rekeningmu." setelah itu orang yang kini mengambil alih berkas pria berjas maroon melangkah pergi tanpa melihat ke belakang lagi.


♥♥♥


Hari berganti dan matahari mulai muncul menandakan pagi telah tiba. Tanaman yang dulunya masih berbentuk biji kini tumbuh dan dihiasi bunga berwarna merah, kuning, adapula yang berwarna putih.


Setiap hari seorang wanita merawat tanaman itu dengan penuh cinta. Berharap dirinya akan kembali menjadi bunga indah yang wanginya tercium dimana - mana.


Kezia, wanita itu sedang menyiram tanaman bunga mawar yang ada di depan rumahnya. Anaknya sedang bermain dengan mobil - mobilan yang diberikan Figo dan Leah.

__ADS_1


Setelah menyirami tanaman, Kezia kembali masuk untuk bersama Excelo. Melihat anak kecilnya sangat aktif dan bahagia saat memainkan salah satu truck mainan yang ukurannya cukup besar.


"Bahagianya anak bunda." gumam Kezia lalu memindahkan Excelo di pangkuannya.


Excelo menatap Kezia dengan tertawa, "Mama.. Mama..."


Kezia ikut tertawa dan menciumi pipi Excelo dengan gemas. Anaknya tumbuh dengan sehat. Excelo juga sangat aktif bergerak dan mulai bisa berbicara sedikit - sedikit. Bahkan bisa memanggil orang seperti memanggil Figo dengan sebutan papa walaupun terbata - bata. Begitu pula dengan Leah, Excelo akan memanggil wanita itu dengan Unty (Aunty). Namun berbeda ketika memanggil Reon, Excelo tidak memakai embel - embel kakak dan langsung memanggil nama Reon.


"Mandi dulu ya...setelah itu kita jalan - jalan sama Papa Figo, oke?"


"Mama... Mama..."


Excelo hanya menggapai - gapai wajah sang ibu saat membawa dirinya untuk dimandikan. Tak butuh waktu lama hingga Excelo siap begitu juga dengan Kezia.


Kemarin Figo memaksa Kezia untuk menikmati udara luar bersama Excelo. Sudah lama mereka tidak pergi jalan - jalan. Mengabaikan berita yang tersebar luas tentang pencarian dirinya. Karena Kezia sudah merubah penampilannya mulai dari rambut yang disemir coklat dan dipotong sebahu setelah melahirkan Excelo. Hingga baju yang tidak mencolok.


Kezia tidak menolak ajakan lelaki itu. Karena bersama Figo, Kezia merasa aman.


♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2