Stephanotis

Stephanotis
42 — Rumah Mr. Clayton (2)


__ADS_3

Kezia baru saja menilik Excelo yang tidur di kamar Mrs. Risa. Mertuanya tidak bisa lepas dari Excelo. Sejak Kezia datang, Mrs. Risa terus bersama dengan Excelo. Dan anaknya sama sekali tidak memberontak malahan semakin dekat dengan sang nenek.


Kezia menikmati acara televisi dan tiba-tiba Vernon datang dengan mengenakan kaos polos berwarna hitam dan celana pendek. Pria itu duduk di samping Kezia dan memberikan tatapan menggoda. Mau tidak mau Kezia merona dan mengalihkan perhatiannya kembali pada televisi.


Vernon merasa kalau Kezia mengabaikan kehadirannya. Pria itu semakin mendekat dan menyelipkan tangan di belakang pinggang Kezia. Kepalanya turun untuk bersandar di bahu Kezia. Meniup pelan dan menimbulkan sensasi aneh sampai-sampai Kezia menahan Vernon agar tidak berbuat lebih jauh.


"Vernon jangan macam-macam! Nanti mama sama papa melihat! Astaga, menjauhlah sedikit." Kezia menaikkan sebelah bahunya dan melihat ke kanan dan ke kiri. Untung saja tidak ada orang yang melihat mereka.


Vernon bergumam tidak jelas, masih bersandar pada bahu Kezia, "Biarkan saja. Aku ingin memilikimu lagi, Kez." Vernon membuat Kezia menatapnya tidak percaya.


"Vernon—tidak—hei jangan membuatku kesal!" Kezia mencoba bangkit setelah mematikan televisi. Namun yang ada malah tarikan kuat dan membuat Kezia jatuh dipangkuan suaminya.


Vernon menatap Kezia dengan berapi-api. Tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membungkam mulut Kezia dengan mulutnya. Kezia terlalu terbuai dan melupakan sekitarnya. Vernon dengan senang hati membuat istrinya berantakan karena ulahnya.


Di tengah panasnya ciuman mereka. Seorang wanita setengah baya turun dan melihat adegan itu dengan terkejut bahkan hampir saja terjungkal dari tangga.


"Vernon, Kezia, get a room!" teriak Mrs. Risa menyadarkan pasutri yang baru saja menikmati waktu untuk berduaan.


Vernon terpaksa melepas Kezia dan berdecak tidak suka. Sedangkan Kezia menundukkan kepala tidak berani melihat mertuanya. Ia malu seperti anak yang ketahuan melakukan kesalahan. Ini semua salah Vernon! Pria itu pasti sengaja melakukannya.


"Kau dengarkan? Mama menyuruh kita ke kamar. Kamu tahu maksudnya kan, Kez?" bisik Vernon dengan nada rendah dan serak. Vernon berdiri menggendong Kezia kemudian tersenyum ke arah ibunya, "Maaf, Ma, Vernon lupa tempat. Hehe..."


"Dasar tidak tahu tempat! Pergi ke kamar kalian! Buat orang tua iri saja. Cepat sana!"


Vernon mengangguk kecil. Dengan senang hati dia membawa Kezia ke kamar. Istrinya tampak pasrah meskipun Vernon tahu kalau Kezia sedang malu-malu kucing.


Mrs. Risa geleng-geleng kepala melihat perilaku anaknya. Tidak apa yang penting hubungan mereka berdua sudah normal layaknya suami istri. Mrs. Risa tidak perlu mengawatirkan hal yang tidak akan terjadi. Semoga anak dan menantunya bahagia dalam hubungan pernikahan yang harmonis.

__ADS_1


♥♥♥


"Ada apa?" tanya Mr. Clayton yang baru saja mengecek laporan dari anak buahnya. Mr. Clayton melihat istrinya yang tersenyum misterius sejak masuk ke dalam kamar.


Mrs. Risa mengedikkan bahu kemudian tidur di samping cucunya. Excelo kini berada di antara Mr. Clayton dan Mrs. Risa. Terlihat damai dan menenangkan.


"Anakmu itu persis seperti kau saat muda."


Mr. Clayton menaikkan satu alisnya, "Maksudmu? Jangan membuatku bingung."


Mrs. Risa terkikik kecil, "Saat aku turun aku melihat mereka berciuman. Kezia dan Vernon. Yaampun itu membuatku ingat saat kita belum menikah dan sering melakukan kesalahan seperti itu." jawab Mrs. Risa.


Mr. Clayton membuka mulutnya lalu mengatupkan rapat-rapat, "Baguslah, akhirnya mereka benar-benar baikkan. Untung saja Vernon memiliki istri seperti Kezia. Kalau tidak, dia pasti akan hidup sendiri karena diceraikan istrinya." kata Mr. Clayton dan bergantian tersenyum misterius.


Karena tidak mau repot-repot bertanya Mrs. Risa memilih untuk mengiyakan saja dan mulai tidur di samping cucunya. Mr. Clayton kembali menghubungi anak buahnya dan mematikan handphone. Ia melihat cucu dan istrinya bergantian. Untuk kebahagiaan keluarganya ia akan melakukan segala cara. Bahkan sampai akhir hidupnya sekalipun.


♥♥♥


Vernon mulai menunduk dan menikmati bibir Kezia yang manis. Kali ini Kezia membalas ciuman suaminya. Mereka saling membagi rasa sampai kehabisan oksigen.


Vernon mulai melucuti pakaian Kezia satu per satu begitupun sebaliknya. Tidak lupa juga Vernon membuat Kezia mendesah berkali-kali karena ulahnya. Mencicipi setiap jengkal tubuh Kezia. Menikmati kemolekan istrinya. Dan tanpa henti membuat Kezia merintih karena perlakuan Vernon yang tanpa jeda sedikitpun.


Sampai akhirnya Vernon memenuhi Kezia dengan satu kali hujaman. Ruang yang kosong kini sesak dan menghangat. Keduanya saling menyerukan nama satu sama lain sampai waktu pelepasan tiba. Vernon melihat istrinya yang begitu cantik dan membiarkan Kezia beristirahat sebentar. Setelah itu melanjutkan aksinya hingga mereka sama-sama lelah.


Vernon ambruk di samping Kezia dan mengucapkan kata terima kasih berulang kali. Kezia menyembunyikan kepalanya di dada bidang Vernon. Mendengar deru nafas mereka yang saling beradu.


"Aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Kez."

__ADS_1


♥♥♥


Mr. Clayton menahan tawa melihat anaknya yang kena marah habis-habisan. Istrinya tidak berhenti memberi ceramah karena Vernon membuat Kezia sakit setelah pergulatan panas yang mereka lakukan kemarin malam. Pagi ini Kezia memang sedikit lelah dan lemas mungkin karena kebiasaannya yang suka makan sedikit. Tapi Mrs. Risa tampak salah paham mengingat mereka tertangkap basah kemarin malam.


"Dengarkan Mama, Vernon! Jangan memaksa istrimu kalau dia tidak mau! Kezia juga butuh istirahat!" seru Mrs. Risa tanpa sadar membuat Kezia merona malu.


"Sayang, sudahlah, jangan campuri hubungan mereka berdua. Mereka sudah dewasa dan bisa mengatur diri mereka masing-masing." tergur Mr. Clayton.


Mrs. Risa menoleh masih membawa spatula di tangan kanannya, "Tapi mereka—"


"Sekarang waktunya sarapan. Jangan mengulur waktu. Sebelum sarapan dingin lebih baik kita mulai sarapan atau kau akan membuat anakmu kelaparan."


Mrs. Risa menghela nafas masih belum puas memarahi Vernon, "Dengarkan perkataan, Mama, awas kau membuat anak perempuanku sakit!" ancam Mrs. Risa tanpa memperdulikan raut masam Vernon.


Vernon memutar bola mata kemudian menoleh ke arah Kezia, "Kau dengar itu bahkan mama lebih menyayangimu daripada anaknya sendiri." Vernon melihat Kezia dan mencari perhatian pada istrinya yang sedang menyuapi anak mereka.


Kezia tersenyum kecil dan menatap Vernon sekilas. Vernon memilih untuk memakan sarapannya dan menyuapi Kezia sesekali agar istrinya tidak melupakan sarapannya.


Dan haripun menjelang siang. Vernon pamit untuk pulang karena urusan pekerjaan. Ia membawa barang bawaan Kezia dan memasukkannya ke dalam mobil.


Mereka bertiga pulang setelah menginap sehari di rumah Mr. Clayton. Vernon harus kembali bekerja setelah meliburkan diri satu hari. Jujur saja baru kali ini Vernon mengambil hari libur.


Dan sekarang saatnya dia membereskan semua masalah sebelum semuanya semakin menumpuk dan membuat waktunya dengan keluarga kecilnya berkurang banyak. Vernon sangat kesal karena hal itu.


♥♥♥


aduh kenapa ya setiap setor naskah pasti reviewnya lama banget. padahal udah aku setor berhari-hari yang lalu, huhu *-*.

__ADS_1


__ADS_2