Stephanotis

Stephanotis
5 — Rencana Liburan


__ADS_3

Figo menunggu Kezia dengan sabar. Pikirannya masih melayang pada kejadian tadi siang. Salah satu anak buahnya melaporkan hal yang membuat Figo was - was. Karena keteledoran Figo, salah satu koneksi di kota ini dapat di lacak seseorang yang misterius. Bahkan data - data keberadaan Kezia sepertinya di curi oleh orang itu.


Apa ini ada hubungannya dengan Vernon? batin Figo menerka - nerka.


Figo berusaha mencari kemungkinan lain namun tetap tidak ada. Satu - satunya orang yang menginginkan data Kezia saat ini hanya Vernon. Kalaupun bukan, pastilah keluarganya.


Figo tidak akan membiarkan Vernon mengambil Kezia dan menyakiti wanita itu seperti dulu. Rafael juga mengatakan kalau Vernon bekerja sama dengan Petra, musuh bebuyutan Figo di dunia gelap.


Tapi seakan tidak terpengaruh. Figo tetap menjaga jejak Kezia. Walaupun lawannya adalah Petra. Figo memegang kuat kelemahan mafia tidak tahu diri itu. Jadi untuk apa dirinya harus takut dengan Petra.


Tapi sekarang yang menjadi tujuannya hanya satu. Menculik orang yang mencuri data - data Kezia atau membunuh orang itu secepat mungkin.


Dengan begitu identitas Figo sebagai salah satu mafia berbahaya tidak akan diketahui siapapun terutama oleh Kezia.


♥♥♥


"Sepertinya banyak pekerjaan yang kau lakukan hari ini. Benar?" tanya Kezia setelah melihat raut muka Figo yang terlihat lelah.


Figo mengamati Kezia dengan seksama lalu berkata dengan lirih hampir tidak terdengar, "Maaf."

__ADS_1


"Ya?"


"Lupakan. Aku hanya ingin bersantai di sini. Rumahku sepi dan terlalu besar untuk kujadikan tempat bersantai." kata Figo lalu menyesap habis kopi hitam buatan Kezia.


Kezia menaikan satu alisnya. "Kau punya banyak uang, Fik. Kau bisa pergi ke tempat yang menyenangkan untuk bersantai." saran Kezia dan ikut meminum air mineral yang dia ambil untuk dirinya sendiri.


"Ide bagus. Aku bisa mengajakmu dan Excelo untuk liburan."


Kezia sedikit tersedak akibat perkataan Figo, lalu melihat pria itu dengan kesal, "Jangan mulai. Lagipula aku tidak bisa kemana - mana sementara waktu." Kezia jelas memasang wajah kecewa. Seandainya berita itu tidak benar sudah pasti Kezia bisa liburan bersama keluarga Leah dan Figo.


"Kenapa?"


Kezia memasang wajah cemberut, "Vernon, dia sedang mencariku. Walaupun selama ini dia tidak pernah menyelidiki dimana aku. Tapi kali ini berbeda. Dia benar-benar mencariku."


"Kau yakin dia baru mencarimu akhir - akhir ini?"


Kezia mengangkat bahunya dan melihat Figo yang tiba - tiba menjadi serius.


"Apa kau mengetahui sesuatu?"

__ADS_1


Figo langsung menegakkan punggungnya dan menyesap habis kopi untuk mengabaikan pertanyaan Kezia.


"Fik, jawab aku."


Figo menaruh gelas dengan kopi yang sudah tandas dan kembali menatap Kezia. "Dengar, Kez, mau aku tahu ataupun tidak kau harus tetap waspada. Rafael akan memutus semua koneksi. Kau tidak perlu khawatir." kata Figo berusaha tidak mencurigakan.


Kezia menghela napas lega, "Tentu, Fik. Aku juga tidak ingin kembali. Seandainya aku boleh memilih aku bisa menceraikan pria itu. Tapi untuk melindungi Excelo, aku memilih kabur dari rumah."


Figo mengusap pundak Kezia dengan lembut, "Pintar. Aku akan memantau keadaan. Kau harus lebih sering berada di dekat Leah. Jangan mudah percaya dengan orang asing. Mengerti?"


Kezia mengangguk dan tersenyum.


"Terima kasih, Fik. Kau dan Rafael berusaha untuk menyembunyikanku. Aku akan berdoa yang terbaik untuk kalian." Kezia memberikan dua jempol di depan Figo.


Pria tampan itu terkekeh pelan lalu mengacak rambut Kezia dengan gemas. Sebisa mungkin Figo berusaha untuk membuat Kezia yakin pada dirinya dan menutupi identitas aslinya dengan menjadikan Rafael tameng.


Entah sampai kapan dia bisa benar - benar menjauhkan Vernon dari Kezia. Dan menjadikan Kezia sebagai miliknya. Karena Kezia satu - satu nya orang yang membuat hati Figo menghangat ketika mendengar suara merdu saat menyanyikan lagu ballad.


♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2