Stephanotis

Stephanotis
11 — Ingin Membawanya Kembali


__ADS_3

Keesokan harinya Rafael menyiapkan mobil untuk mengunjungi beberapa wisata menarik dikota ini. Leah menyuruh Reon untuk duduk disamping Kezia agar leluasa bermain dengan Excelo. Sedangkan Bi Miah berada didekat Reon.


Akhirnya mereka mengunjungi tiga wisata yang cocok untuk semua umur. Setelah mengunjungi wisata mereka memutuskan untuk makan disebuah resto dekat villa.


Malam pun tiba dan mereka kembali ke villa untuk istirahat dan tidur. Kezia menggendong Excelo yang sudah tidur sejak berada diperjalanan pulang. Sedangkan Rafael menggendong Reon yang tampak lelah dan tidak ingin berjalan sendiri. Leah menyusul Kezia untuk memberikan barang yang tertinggal.


Akhirnya mereka tidur dan kembali ke rumah esok hari setelah menikmati wisata yang menyenangkan.


♥♥♥


Vernon tampak senang melihat wajah Kezia yang bahagia. Pria itu berada tak jauh dari rumah Kezia dan mengenakan jas kantor tak lupa juga masker untuk menutupi separuh wajahnya.


Vernon belum berani untuk menemui Kezia. Dia sedang mencari waktu yang tepat untuk menemui istrinya. Vernon tidak mungkin menemui Kezia sedangkan wanita itu dilindungi oleh orang yang selama ini menjadi musuh Vernon.


Vernon segera menancapkan gas mobilnya untuk pulang setelah melihat Kezia masuk kerumah. Vernon tidak perlu cemas lagi karena sebentar lagi Kezia akan kembali untuknya.


Ada plan A dan plan B yang sedang ia rencanakan untuk membawa Kezia kembali. Tapi sebelum itu dia harus menyingkirkan lelaki yang selalu mencari kesempatan untuk mendekati Kezia. Yang tak lain adalah Figo. Karena pria itu bisa menghancurkan semua rencana yang Vernon buat untuk membawa Kezia kembali sebagai istrinya.

__ADS_1


♥♥♥


Di sebuah gedung pencakar langit terdapat banyak karyawan yang sibuk dengan pekerjaan masing - masing. Vernon, pemilik perusahaan besar itu berjalan angkuh dan masuk ke dalam ruang kerjanya yang berada di paling atas.


Setelah menelpon Mr. Clayton, Vernon memutuskan untuk menunggu pria paruh baya itu di ruang kerjanya. Vernon sedang tidak ingin pergi ke rumah keluarga Clayton. Yang ada ibunya akan memberikan omelan tanpa henti dan berakhir diusir kembali.


Vernon menunggu dengan santai. Beberapa berkas ia buka dan ia kerjakan sembari menunggu ayahnya.


Ketika pintu ruangan dibuka, Vernon segera menutup berkas yang baru saja ingin dia baca. Pria itu bangkit untuk memberi salam dan sapaan sopan pada Mr. Clayton yang baru datang.


"Ayah."


Vernon hanya tersenyum tipis lalu mengajak ayahnya untuk duduk. Vernon memanggil sekretaris nya untuk membuatkan kopi.


"Aku sudah menemukan keberadaan Kezia. Aku ingin meminta bantuan ayah." kata Vernon mencoba untuk menjaga rasa hormatnya pada Mr. Calyton.


"Katakan."

__ADS_1


"Aku tidak bisa membawa nya pulang. Ada seseorang yang melindungi Kezia. Untuk membawanya kembali aku harus menyingkirkan orang itu."


Mr. Clayton menatap anaknya dengan serius, "Tidak biasanya kau meminta bantuan ku. Apa orang itu terlalu berbahaya hingga kau rela menghilangkan keegoisanmu."


Vernon menegakkan tubuhnya. Mr. Clayton tahu betul bagaimana cara untuk menyindir perilaku anaknya. Vernon memang selalu egois dan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi karena Mr. Clayton, pria itu harus patuh dan menikahi gadis dari keluarga Riwijaya. Awalnya Vernon memberontak tapi sekarang pria itu dapat merasakan bagaimana rasanya kesepian dan menyesal karena melanggar perintah ayahnya.


"Ayah akan tahu sendiri. Aku ingin membawanya pulang. Dia berada dalam zona berbahaya jika terus berada di dekat orang itu." Vernon menyerahkan memori card yang ada di kantong dalam jas nya dan menyerahkan pada Mr. Clayton.


Ayahnya masih tersenyum mengejek dan menahan diri untuk tidak menertawakan Vernon.


"Karena ini pertama kalinya kau menganggapku sebagai ayahmu. Aku akan membantu mu. Tapi setelah kau menikmati hukuman yang Tuhan berikan karena menyianyiakan istrimu. Aku menikahkan mu dengan Kezia karena gadis itu gadis yang baik. Tapi nyatanya malah kau buang. Kau membuat Riwijaya marah besar. Bahkan ingin membunuhmu jika aku tidak mencegahnya." Mr. Clayton bangkit dari posisinya.


Vernon pun ikut berdiri lalu menghela napas panjang, "Terserah ayah. Aku hanya ingin Kezia kembali. Aku sudah menyadari kesalahan ku."


"Baguslah. Kau sudah dewasa. Sudah tidak ada lagi yang ingin kau katakan pada ayahmu? Kalau begitu aku pergi. Jangan lupa pulang. Ibumu merindukanmu." Mr. Clayton tersenyum geli lalu pergi dari kantor anaknya bersama dua orang bodyguard.


Vernon menatap kepergian ayahnya dengan wajah yang pasrah. Mr. Clayton memang suka membuat Vernon terpojokkan. Karena pria paruh baya itu tahu betul sifat anaknya yang suka mengandalkan diri sendiri. Dan masalah yang terjadi sekarang karena kesalahan Vernon, dirinya tidak lagi bisa mengandalkan kekuatannya sendiri.

__ADS_1


Yang bisa membantunya hanya Mr. Clayton, ayahnya. Pria itu lebih berkuasa dan memiliki koneksi pada pemerintah juga dunia gelap. Tidak akan ada yang berani membuat masalah dengan Mr. Clayton. Karena Mr. Clayton memiliki banyak teman dan suka membantu orang entah itu dari dunia gelap, netral, maupun pemerintah.


__ADS_2