Stephanotis

Stephanotis
41 — Rumah Mr. Clayton


__ADS_3

Selesai mandi dan bermain sebentar bersama Excelo, Kezia memilih untuk naik ke lantai atas karena Vernon tidak kunjung turun. Sebelumnya Kezia meminta Bi Tini untuk menjaga Excelo.


Seharusnya pria itu bekerja bukan malah bermalas-malasan di rumah. Apa karena semalam? Kalau benar bukankah yang berhak beristirahat adalah Kezia? Vernon memiliki tenaga yang kuat tidak mungkin kalau pria itu menghabiskan waktu untuk tidur seharian.


Kezia membuka pintu kamar tanpa mengetuknya. Wanita cantik itu masuk dan melihat Vernon selesai membersihkan diri. Namun bukan penampilan rapi yang dapat Kezia lihat melainkan hanya lilitan handuk di pinggang Vernon.


"Ini sudah jam berapa? Kenapa tidak berangkat kerja?" tanya Kezia berusaha tidak memperdulikan Vernon meski pipinya mudah sekali bersemu merah.


Kezia berjalan menuju lemari dan menyiapkan setelan jas untuk Vernon pergi bekerja.


Vernon menatap istrinya dengan tatapan penuh makna. Tanpa Kezia sadari Vernon mulai mendekat dan merengkuh pinggang istrinya.


"Vernon!" Kezia berseru kesal, Vernon menjadi semakin nakal setelah kejadian kemarin malam.


"Aku tidak akan pergi ke kantor. Theodore sudah mengurus semuanya."


Kezia mengeryit dan menoleh ke belakang, "Gampang sekali kau mengatakannya."


"Aku kan bossnya." kali ini Kezia mendengus karena perkataan Vernon. Sikapnya yang suka seenaknya memang tidak bisa dihilangkan. Tetapi itu tidak akan berlaku jika berada di dekat Kezia.


"Kalau begitu aku tidak ada urusan di sini." Kezia mencoba melepaskan tangan Vernon namun sia-sia karena suaminya tidak mau melepaskan dirinya.


"Vernon, Excelo menunggu di bawah."


Vernon menggeleng kecil, "Mana ciuman untukku?"


"Apa maksudmu!?"


"Cium." pinta Vernon dengan nada sedikit manja hingga Kezia bergidik geli.


"Lepaskan aku."


"Janji?"


"Baiklah, baiklah! Lepaskan aku sekarang!"


Vernon tersenyum penuh kemenangan dan mengendurkan rengkuhannya perlahan. Kezia segera membalikkan badan dan menatap Vernon dengan tajam. Dengan cepat Kezia menangkup wajah suaminya dan berjinjit memberi kecupan singkat di bibir Vernon. Karena merasa tidak puas, Vernon menahan istrinya lagi. Hingga akhirnya mereka berdua saling ******* satu sama lain dan melupakan waktu yang terus bergerak.

__ADS_1


♥♥♥


Hari ini Vernon memutuskan untuk mengajak istri dan anaknya pergi ke rumah Mr. Clayton yang selalu sepi semenjak Vernon pergi untuk hidup mandiri. Sudah lama orang tuanya menyuruh Vernon untuk berkunjung. Namun tidak ada waktu yang bisa Vernon luangkan karena masalah yang menumpuk akhir-akhir ini.


Sebenarnya ada maksud lain Vernon datang kembali ke rumah besar ini. Dia ingin mencari informasi dari anak buah Mr. Clayton yang handal. Black Center tidak akan bisa bertindak sendiri jika mereka ingin mencari informasi di luar dunia gelap.


Jalan keluarnya adalah meminta bantuan Mr. Clayton. Karena ayahnya pasti tahu kemana perginya penghianat Black Center.


"Wahh kalian datang!" Mrs. Risa menyambut kedatangan ketiga orang yang baru saja turun dari mobil. Wajah senang terlihat jelas.


"Mama." sapa Kezia kemudian mendekat ke arah ibu mertuanya. Excelo tampak senang dan riang melihat neneknya. Tangannya menggapai-gapai hendak menyentuh Mrs. Risa.


"Aduh-aduh cucu oma." Mrs. Risa mengulurkan tangan dan Kezia segera memberikan Excelo pada ibu mertuanya.


Vernon baru saja mengunci mobilnya dan ikut nimbrung. Padahal ibunya tidak sesenang ini kalau hanya Vernon yang datang.


"Ayah ada di rumah, Ma?" tanya Vernon.


Mrs. Risa mengangguk seadanya, "Ayahmu ada di dalam sedang mengerjakan sesuatu. Tolong ingatkan ayahmu untuk istirahat. Umurnya sudah tua."


Vernon mengangguk dan terkekeh kecil. Dia melihat Kezia sebentar dan tersenyum kecil sebelum masuk ke rumah terlebih dahulu.


Kezia pun mengangguk mengiyakan kemudian ikut masuk ke dalam rumah setelah Mrs. Risa menyuruhnya untuk masuk.


♥♥♥


"Kenapa kalian membenci anak yatim piatu sepertinya?"


"Maksud ayah?"


"Bukankah urusan kalian sudah selesai setelah membawa Kezia pulang?"


Vernon menghela nafas panjang kemudian menyandarkan punggungnya di sofa. "Belum. Figo masih berhutang masalah dengan Black Center." kata Vernon kemudian melihat ayahnya yang tampak tenang.


"Sebaiknya kau menyelidiki lebih jauh sebelum menuduh orang yang tidak-tidak. Kalian anak muda suka sekali bermain api dari pada berusaha memadamkannya." Mr. Clayton menghirup cerutunya dalam-dalam.


Vernon merasa ada kejanggalan di dalam perkataan ayahnya. Walaupun Mr. Clayton sudah tua tapi sampai saat ini pria tua itu suka sekali bermain teka-teki.

__ADS_1


"Aku tahu ayah menyembunyikan sesuatu dariku."


Mr. Clayton hanya tersenyum miring. Anaknya memang tahu sifatnya. "Temui si tua Max, kau akan mendapat jawaban darinya. Itupun kalau dia mau membuka suara."


Vernon mengangkat satu alisnya, "Max? Tn. Max pemilik Max Nizone?" tanya Vernon. Vernon tidak pernah dekat dengan Max Nizone apalagi Tn. Max yang terkenal dengan kecerdikannya.


"Hn, dia teman lamaku. Dan satu lagi, hati-hati dengan pria bernama Gilbert. Petra mungkin sudah tahu siapa dia. Tapi aku tidak akan tinggal diam kalau b******n sialan itu berusaha menargetkan kalian berdua."


"Ayah aku tidak mengerti. Dan...berdua? Kami berdua?"


"Kau dan Kezia. Cepat selesaikan masalahmu dengan wanita ular itu. Karena sebentar lagi ada sesuatu yang lebih besar yang akan menimpa kalian."


Vernon terkejut mendengar perkataan Mr. Clayton. Sudah ia duga, ia memang tidak bisa menyembunyikan semuanya dari sang ayah. "Bagaimana ayah bisa tahu semuanya." Vernon menghela nafas panjang.


Setelah itu mereka hanya berbincang kecil dan sesekali menyesap kopi di pagi hari.


♥♥♥


Karena Vernon memutuskan untuk menginap di rumah Mr. Clayton, dia menyuruh Kezia untuk menata pakaiannya di lemari yang ada di kamar Vernon. Setelah itu Kezia pergi ke dapur untuk memasak sesuatu. Biasanya banyak pelayan yang ada di rumah ini. Tapi hari ini tidak ada satupun yang bekerja atau mungkin Mr. Clayton memberi mereka hari libur.


Mrs. Risa juga pergi membawa Excelo untuk bertemu ibu-ibu sosialita kelas atas. Wanita setengah baya itu ingin mengenalkan cucunya kepada teman-temannya. Kezia juga tidak diperbolehkan Vernon pergi sehingga menetap di rumah dan merasa bosan.


"Kamu masak apa?" Vernon bersender di tembok dengan bersedekap dada melihat istrinya yang tampak fokus saat memasak.


Kezia melihat Vernon sekilas dan tersenyum kecil, "Sayur." jawab Kezia singkat.


Vernon tertegun tidak bertanya lebih jauh.


"Vernon kau suka pedas?"


"Tidak juga."


"Kalau begitu aku akan menambah banyak cabai."


Vernon terdiam dan tersenyum pahit. Bisa-bisanya Kezia berkata seperti itu. Akhirnya Vernon berjalan untuk melihat langsung masakan Kezia dan menghirup wangi Kezia dari dekat sampai wanita itu bisa merasakan nafas Vernon.


"Jangan menggangguku." Kezia mengambil tempat untuk memindahkan sayur. Menghindari Vernon yang mencoba mendekatinya.

__ADS_1


Vernon mengulum senyum dan memilih untuk duduk di depan meja makan. Menyangga kepalanya dengan satu tangan. Hari ini benar-benar menyenangkan. Andai saja dia bisa menemani Kezia seharian mungkin dia tidak bisa tahan dan menghabiskan waktu bersamanya.


♥♥♥


__ADS_2