Stephanotis

Stephanotis
21 — Latihan Konser


__ADS_3

Mr. Clayton membawa Vernon ke rumah keluarga besar. Vernon masih perlu perhatian orang disekitarnya. Harus ada orang yang mengamati perubahan emosi Vernon. Supaya terapi yang Vernon jalani membuahkan hasil.


Mrs. Risa yang dulunya menatap garang kearah Vernon kini menyambut Vernon dengan penuh perhatian. Mrs. Risa baru mengetahui semuanya dari Mr. Clayton. Masalah yang ada diantara rumah tangga Kezia dan Vernon.


Kalau masalah tempramen, seluruh keluarga Clayton mengetahui hal itu.


"Kita istirahat di kamar mu yang dulu. Jangan membantah, ini perintah mama." kata Mrs. Risa kemudian menggandeng Vernon seperti anak kecil.


Sedangkan Vernon hanya diam saja dan memandang ibunya penuh selidik. Siapa tahu Mrs. Risa kembali mengomeli Vernon setelah mengetahui semuanya.


Mrs. Risa kembali melihat anaknya seperti saat berusia 13 tahun. Dimana Vernon mulai aneh dengan perubahan emosinya. Seorang ibu dapat merasakan apa yang anaknya rasakan. Wanita yang paling mengerti dan yang paling dekat dengan anaknya. Mrs. Risa tidak pernah bisa melihat Vernon sebagai lelaki dewasa. Wanita paruh baya itu selalu melihat Vernon sebagai anak kecil yang selalu ia manjakan.


Vernon sering mencurahkan isi hatinya pada sang ibu. Waktu kecil, Vernon sangat takut dengan sosok ayah yang otoriter dan tidak suka menerima penolakan.


Hari ini masih tetap sama. Vernon masih memandang kedua orang tuanya dengan sudut pandang yang sama.


Sampai dikamar, Mrs. Risa menyuruh Vernon untuk bersandar di dinding kasur. Vernon menatap ibunya dengan raut penuh penyesalan.


"Tidak apa - apa. Jadikan ini pembelajaran. Kita bisa mencari jalan keluarnya." kata Mrs. Risa yang selalu ia ungkapkan ketika Vernon melakukan sebuah kesalahan saat masih kecil.


"Mama tidak marah?" tanya Vernon dengan rendah.


Mrs. Risa menggeleng lalu tersenyum, "Mama tidak berhak marah. Yang seharusnya marah itu Kezia, bukan mama." jawab Mrs. Risa.


Vernon menolehkan kepalanya mengalihkan perhatian, "Aku tahu, semua karena aku tidak bisa menahan diri. Tapi entah mengapa saat didekat Kezia aku selalu lepas kendali. Mama tahu rasanya menahan trauma sendirian. Benar - benar menyedihkan." Vernon merasakan dadanya berdetak dengan kencang.

__ADS_1


"Mama mungkin tidak tahu. Tapi mama yakin, suatu saat kamu bisa menghilangkan trauma itu. Jangan dipendam terus - menerus. Kau bisa membaginya dengan orang lain."


"Aku membuat Kezia ketakutan. Dia tidak mungkin kembali setelah apa yang aku lakukan."


Mrs. Risa menggeleng, "Kamu harus mencobanya. Kezia orang yang baik. Mama sering denger dia cerita tentang kamu."


"Kapan?"


"Sebelum kalian menikah."


"Begitu."


"Ya...dia benar - benar cinta sama kamu. Kata Kezia kamu seperti idolanya."


Vernon mengulum senyum. "Bahkan dia belum tahu kalau aku bukan orang baik yang patut jadi idola."


Vernon hanya mengangguk lemah. Dia selalu berjuang untuk menghilangkan traumanya. Karena dengan begitu, tempramen yang Vernon miliki perlahan - lahan stabil dan tidak ekstrim seperti sebelumnya.


Menjadi orang yang baik memang butuh perjuangan. Pelajaran hidup terbaik adalah pengalaman. Tanpa adanya kesalahan seseorang tidak akan tahu cara mencari jalan keluar. Dan lari dari semua masalah bukanlah jalan keluar yang semestinya. Menghadapinya untuk menjadi seseorang yang mau dibentuk merupakan pilihan yang terbaik.


♥♥♥


Hari demi hari Vernon dan Kezia lalui tanpa ada kontak satu sama lain. Mereka masih terikat hubungan suci yang seharusnya mereka jalani dengan penuh keharmonisan. Vernon mulai merubah sifatnya meski sangat sulit karena kebiasaan sangat susah untuk dihilangkan. Sedangkan Kezia mulai tampil kembali untuk menjadi penyanyi.


Mr. Riwijaya juga tidak melarang pilihan Kezia. Pria paruh baya itu mendukung Kezia dan membantunya untuk kembali bersinar setelah hiatus sekian lama.

__ADS_1


Banyak fans yang menantikan konser Kezia. Mereka merindukan suara Kezia yang legendaris.


Rencananya Kezia akan mengadakan konser awal bulan yang berarti seminggu lagi.


Semua tiket langsung habis dalam beberapa jam tinggal menunggu Kezia untuk melakukan konser. Di kediaman Riwijaya, Kezia latihan untuk mempersiapkan konsernya.


Kezia juga mengajak anak nya, Excelo, agar bayi itu tidak kesepian dirumah. Walaupun sudah terbiasa dengan orang rumah, Excelo tetap melekat pada sang ibu.


"Akhirnya..." desah Kezia dengan lega setelah selesai bernyanyi beberapa lagu untuk konser.


Kezia menaruh mic dan menciumi wajah Excelo dengan gemas. Bayi itu selalu ngambek jika sang ibu terus bernyanyi dan mengabaikan nya.


Kemudian Ibu Kezia datang membawa air mineral dan bubur untuk Exxelo.


Mrs. Lidya mengambil alih Excelo dari pangkuan Kezia dan mulai menyuapi Excelo dengan bubur.


"Istirahatlah. Biar mama yang bermain dengan Excelo. Jangan terlalu lelah, sayang." kata Mrs. Lidya.


Kezia tersenyum dan menuruti perintah ibunya. Kini dia pergi kekamar untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak setelah makan.


Tiba - tiba dia teringat dengan Vernon. Dia mulai bertanya - tanya, bagaimana kabar pria itu sekarang? Apa dia baik - baik saja? Disini tidak ada yang pernah menyinggung rumah tangga Kezia dengan Vernon.


Mr. Riwijaya juga tidak pernah memberitahu Kezia tentang kondisi Vernon sejak kejadian itu. Mungkin karena Mr. Riwijaya tidak ingin Kezia berada dekat dengan Vernon. Suami yang membuat istrinya kabur karena perselingkuhan. Pemikiran yang membuat Mr. Riwijaya kecewa dengan Vernon.


Kezia berusaha mengenyahkan segala hal tentang Vernon. Dia harus fokus untuk mempersiapkan diri supaya konsernya berjalan dengan lancar. Untuk sementara dia tidak ingin Vernon mengacaukan pikiran dan hati Kezia. Karena Kezia mau membangun kembali hatinya yang telah lama mati.

__ADS_1


♥♥♥


__ADS_2