Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 10 Kemarahan Paman Dominic


__ADS_3

Lizzie dan suaminya datang berkunjung di kediaman keluarga Paman Dominic. Kini mereka semua berada di ruang tamu.


"Bagaimana bisa ibu kamu mempermalukan Alexa? " Paman Dominic menyalahkan ibu kandung Lizzie atas apa yang terjadi pada Alexa.


"Putri uncle sendiri yang cari masalah. Harusnya Alexa perlu di didik lebih keras agar tak mengucapkan kata kata sampah. " ucap Lizzie dengan nada sinisnya.


"Kau? " Tuan Dominic berniat menampar sang keponakan namun tangannya di cekal Edgar. Edgar menghempas tangan paman dari istrinya itu. Raut wajah pria itu begitu datar tanpa ekspresi.


"Jangan pernah berani beraninya paman Dom menyentuh istriku. " geram Edgar dengan aura dinginnya. Tuan Dominic berdecak pelan melihat keberanian dari Edgar.


"Kau hanya pria miskin tak berguna sebaiknya tutup mulutmu Edgar. " sarkas Tuan Dominic dengan angkuh. Seringai terbit di sudut bibir Edgar, berani beraninya ada yang mencaci maki dirinya.


"Harusnya suruh putrimu itu yang tutup mulutnya. Mulut sampah nya itu di larang berbicara seenaknya. " sahut Lizzie dengan ketus. Wanita itu tak takut sama sekali dengan sang paman.


Tuan Dominic hanya mampu mengumpat dalam hati, dia semakin membenci Lizzie dan keluarganya.


"Kalian pergi dari sini, aku tak ingin melihat kalian berdua. " bentak Tuan Dominic dengan tatapan penuh kebencian. Edgar lekas bangkit, mengajak istrinya dan mereka melenggang pergi begitu saja.


Lizzie mendongak ke atas, mengangkat jari tengahnya kearah Alexa yang berada di balkon. Setelah itu mereka masuk ke mobil dan pergi dari sana.


Alexa hanya mampu mengumpat kepergian Lizzie. Dia semakin kesal dengan sepupunya itu. Dering ponselnya membuat fokusnya teralihkan. Gadis itu memilih kembali ke kamarnya, mengambil ponselnya.


"Derian. " gumam Alexa. Dia langsung mengangkat telepon pria yang selama ini menghabiskan malam panas dengannya.


"Halo? "


"Sayang, aku butuh uang. Bisakah kamu mengirimkan uang padaku? " cecar Derian dengan nada memohon.


"Baiklah aku akan mengirimkannya. " sahut Alexa.


Hoek


Alexa langsung membekap mulutnya dan berlari ke kamar mandi. Di dalam sana wanita itu muntah berulang kali.


Hoek


Hoek

__ADS_1


Cklek


Nyonya Desi masuk ke dalam kamar putrinya. Mendengar suara muntah muntah membuat wanita paruh baya itu lantas pergi ke kamar mandi. Dia membantu memijit putrinya, setelah selesai Nyonya Desi memapah sang anak.


"Apa yang terjadi sama kamu


Alexa? " tanya Mami pada apa putrinya.


"Entahlah Mi, perutku rasanya enggak enak. " Alexa langsung mengungkapkan apa yang dia rasakan pada sang mami.


Deg


"Jangan jangan Alexa hamil. " batin nyonya Desi. Wanita itu menepis pemikiran konyol nya, dia berharap sang anak tak mengalami apa yang dia pikirkan tadi.


"Tunggu di sini sebentar Lexa. " Nyonya Desi ke luar dari kamar sang anak. Beberapa menit berlalu mami kembali, menyerahkan testpack pada sang anak.


"Gunakan ini Lexa sekarang juga, jangan membantah! " Alexa menerimanya, dia langsung membawanya ke kamar mandi.


Nyonya Desi sendiri tampak ketar ketir, dia berharap ketakutannya tak terjadi sama sekali. satu jam kemudian Alexa ke luar dan memberikan benda itu pada sang mami tercinta.


Wanita paruh baya itu membulatkan mata, melihat gadis dua pada testpack di tangannya. Dia mengenggamnya dengan erat, raut wajahnya berubah marah pada sang anak.


"Positif hamil, bagaimana bisa kau ceroboh melakukannya Alexa. " pekik Nyonya Desi emosi. Alexa membulatkan mata, dia terkejut mendengar penjelasan sang mami. Wanita itu menggeleng tak percaya, Mami langsung menunjukkan hasilnya.


Alexa langsung menangis histeris. Dia tampak ketakutan, jika sang papi tahu papinya akan mengamuk padanya.


Plak


Plak


Nyonya Desi menampar dua kali sang anak. Dia memarahi putrinya sambil menyebutnya bodoh. Alexa sendiri hanya bisa menangis histeris sambil memohon pada sang mami.


"Mami aku mohon, bantu aku mommy. Aku tak ingin papi mengetahui mengenai hal ini. " pinta Alexa sambil merengek.


Nyonya Desi memijit kepalanya yang terasa pusing. Wanita paruh baya itu menghela nafas panjang, berusaha menenangkan dirinya saat ini.


"Kau harus menemui pria yang menjadi ayah dari janin dalam perutmu Alexa! " tegas mami Desi. Alexa segera menghapus air matanya dengan cepat. Dia langsung mengambil ponselnya, segera menghubungi Derian.

__ADS_1


"Ayo angkat Der. " gumam Alexa. Tak mendapat jawaban, Alexa terus menerus menghubungi Derian. Wanita itu tampak menyerah, memberitahu sang mami. Diapun mendapat makian dari mami Desi.


Mami Desi memintanya bersiap, diapun ke luar. Tak lama Alexa menyusul setelah mengganti pakaiannya. Mereka berdua pamit pada papi, keduanya lantas pergi begitu saja. Alexa melajukan roda empatnya dengan kencang.


Skip


Apartemen Derian


Turun dari mobil, Alexa langsung menggedor pintu apartemen sang kekasih. Dia mencoba memakai kata sandi yang dia hafal. Setelah berhasil dia langsung masuk ke dalam di susul sang mami.


"Derian. " teriak Alexa dengan


keras. Wanita itu lantas pergi ke kamar sang kekasih namun tak menemukan keberadaan pria itu.


"Kemana kekasih brengshake kamu itu Alexa? " geram mami dengan raut menahan amarahnya.


"Jangan bilang pria itu kabur? " ketus Mami. Alexa kembali menangis, dia berusaha menghubungi nomor Derian namun selalu gagal. Tubuhnya langsung luruh ke lantai, bagaimana masa depannya nanti jika dirinya hamil di luar nikah begitu pikir Alexa.


Mami Desi mengusap wajahnya maaf, dia menoyor kepala sang anak dengan keras.


"Kamu itu bodoh banget Alexa. " umpat mami Desi. Wanita paruh baya itu memilih duduk di sofa sambil mencari solusi mengenai masalah putrinya. Alexa sendiri memukul perutnya, dia tak ingin hamil di luar nikah.


Setelah beberapa menit berlalu mami Desi langsung bangkit, mengajak putrinya pergi dari sana.Entah apa yang akan di lakukan wanita paruh baya itu.


"Kita harus mengugurkan janin itu Alexa sebelum Papi mengetahui


nya. " desak mami. Alexa menghapus air matanya, dia tampak setuju dengan usul sang mami.


Satu jam berlalu


Mereka sampai di sebuah rumah sakit. Kedua wanita beda usia itu langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. Keduanya menemui dokter lebih dulu, berkonsultasi mengenai keinginan mereka.


"Maaf nyonya melakukan aborsi itu begitu bahaya apalagi ibu dari si janin masih muda dan sehat. " ungkap Dokter menjelaskan panjang lebar mengena aborsi.


Alexa terdiam, dia merasakan ketakutan setelah mendengar penjelasan dokter. Nyonya Desi sendiri begitu kukuh ingin mengugurkan janin dalam perut putrinya itu.


"Mam, kita pulang saja yuk dan cari cara yang lain. " gumam Alexa sambil memegangi lengan sang mami.

__ADS_1


Nyonya Desi menepis tangan sang anak. Wanita paruh baya itu masih kesal akan kebodohan putrinya. Dia kembali bertanya pada dokter mengenai efek samping dari aborsi.


Dokter menjelaskan secara jelas pada Nyonya Desi dan Alexa. Ibu dan anak itu saling melirik satu sama lain. Alexa sendiri memilih bangkit dan ke luar begitu saja. Wanita itu tampak takut jika dirinya akan mengalami kesakitan nantinya.


__ADS_2