Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 16 Setelah Dua Tahun


__ADS_3

Dua tahun kemudian


Lizzie pun tampak sukses mengembangkan karirnya di negara orang. Kini dia telah resmi bercerai dari Edgar satu tahun lalu, wanita itu tak berniat menjalani hubungan dengan pria lagi.


Lizzie menganggap semua pria sama saja. Mengenai baby dalam perutnya, dia mengalami keguguran di sana hal itu membuatnya terpuruk selama satu tahun ini. Kini wanita itu telah bangkit berkat dukungan Veronica sahabatnya.


Saat ini mereka telah kembali ke negara X. Lizzie memilih tinggal di penthouse terbarunya. Kepulangan mereka di antar oleh Jonathan, teman dekatnya.


"Thanks you Jo, kau sudah banyak membantuku selama ini. " ungkap Lizzie dengan senyuman manisnya.


Kepulangan Lizzie tentunya menjadi trending topik di sosial media. Wanita itu banyak memiliki fans yang mendukung karirnya. Jonathan menanggapinya dengan senyuman.


"Baiklah bagaimana kalau kita jalan jalan? " tanya Jo yang di angguki oleh Lizzie. Wanita itu pergi ke kamarnya dan bersiap, tak lama Lizzie kembali. Keduanya bergegas ke luar dari penthouse, Jo langsung melajukan roda empatnya dengan kencang.


Mereka pergi ke sebuah Restauran lebih dulu. Jonathan dengan gentle menarik kursi agar Lizzie duduk. Apa yang mereka lakukan menjadi pusat perhatian semua orang di sana.


"Thanks You Jo. " ucap Lizzie kedua kalinya.


"Berhentilah mengucapkan terimakasih Lizzie, aku bosan mendengarnya. " ketus Jo yang di tanggapi tawa oleh Lizzie. Wanita itu tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang memperhatikannya dari kejauhan.


Jo langsung memesan makanan mereka. Sambil menunggu, mereka mengobrol dengan santai. Canda dan tawa mewarnai obrolan mereka berdua.


Pelayan datang membawakan pesanan mereka setelah itu pergi. Keduanya kini fokus pada makanan masing masing.


Selesai makan Jo langsung memanggil pelayan dan membayarnya. Keduanya lekas beranjak ke luar dari restauran. Lizzie menghentikan langkahnya kala melihat sosok mantan suaminya berada di hadapannya saat ini.


Raut wajah Edgar tampak datar sama sekali. Fokus pria itu tertuju pada perut Lizzie yang kembali rata.


"Aku ingin bicara! " Edgar langsung menariknya,mendorongnya ke mobil dan melesat kencang. Jonathan tentu saja tidak mengejarnya, dia tahu siapa yang membawa Lizzie pergi.


Skip.


Di Danau


Lizzie menghempas tangan mantan suaminya dengan keras. Wanita itu benar benar tak suka di sentuh oleh orang asing.


"Di mana dia? " tanya Edgar dengan ambigu.

__ADS_1


"Maksud kamu siapa? " ketus Lizzie dengan malas.


"Bayi! "


"Keguguran. " jawab Lizzie singkat yang membuat dunia Edgar berhenti sejenak. Pria itu terkejut sekaligus hancur mendengar satu kata yang di ucapkan mantan istrinya.


Edgar mencengkram bahu Lizzie dengan kuat, dia mengabaikan ringisan kecil ke luar dari bibir mantan istrinya.


"Kau pasti sengaja melenyapkannya bukan, jawab aku Lizzie? " bentak Edgar dengan tatapan tajam nya


"Tak perlu basa basi,dia sudah pergi dan sekarang tak ada urusan di antara kita Tuan Smith. " ujar Lizzie.


"Jadi kau tak perlu berhubungan dengan wanita penjilat sepertiku bukan? " Lizzie lekas memperbaiki penampilannya, wanita itu menghela nafas panjang dan berusaha menenangkan dirinya.


"Aku pergi, calon suamiku sudah menunggu. Saya permisi dulu Tuan. " gumam Lizzie melewati sosok mantan suaminya.


Wanita itu segera menghubungi Jo untuk menjemputnya. Edgar mengepalkan kedua tangannya, dia tak menyangka jika Lizzie begitu kejam menyingkirkan buah hati mereka.


Jo sesekali melirik kearah Lizzie yang tampak terdiam. Dia kembali fokus ke depan, mengantarkan Lizzie pulang. Setelah sampai di penthouse Lizzie langsung turun dan melambaikan tangannya.


Wanita cantik itu langsung masuk ke dalam. Dia memeluk sang mami yang datang ke penthousenya. Mereka bertiga saling melepaskan rindu.


"I am fine mom, aku sudah bisa merelakan kepergiannya mom. Lagipula sekarang ini hidupku lebih jauh berwarna karena para fans mendukungku. " ungkap Lizzie sambil tersenyum.


Mommy mengusap wajah putrinya, dia kembali memeluk Lizzie. Daddy Farhan mengulas senyumnya melihat keadaan sang anak telah kembali ceria.


Pelayan datang membawakan minuman untuk ketiganya. Mommy segera melepaskan pelukannya lalu menyesap teh miliknya. Veronica datang, ikut bergabung bersama mereka.


"Lizzie, nanti malam ada pesta nih. Kamu harus ikut ya, selama ini kamu jarang hadir ke sebuah pesta apapun! " bujuk Veronica pada sang sahabat.


Lizzie pun terdiam, dia sebenarnya malas jika harus datang ke pesta. Mommy turut membujuk sang anak agar hidupnya tak monoton.


"Baiklah aku akan ikut. " ujar Lizzie sambil tersenyum. Veronica bernafas lega mendengarnya, dia sangat senang jika sang sahabat ingin hadir di pesta nanti malam.


Skip


Malam harinya Lizzie turun ke bawah. Wanita itu mengenakan dress merah panjang. Dia langsung menghampiri sang sahabat, keduanya sama sama ke luar.Jo telah menunggu, kedua wanita itu lantas masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat.

__ADS_1


Di Hotel


Mereka bertiga langsung masuk ke dalam, bergabung dengan tamu yang lainnya. Lizzie tanpa sengaja melihat Edgar yang datang bersama dengan Evelyn. Wanita itu tentu mengobrol lagi dengan Jonathan.


"Oh ya Jo aku ke toilet dulu. " Lizzie langsung bergegas pergi ke toilet. Kepergiannya itu di sadari oleh Edgar. Pria itu menepis tangan Evelyn dan bergegas menyusul mantan istrinya.


Ke luar dari toilet Lizzie terkejut melihat sosok Edgar. Pria itu menghampirinya kemudian mengukungnya.


"Ternyata kamu begitu cepat menemukan penggantiku! " sindir Edgar dengan nada datar nya.


Lizzie hanya diam saja,wanita itu berniat melarikan diri namun Edgar menahannya. Pria itu memeluk pinggang ramping mantan istrinya, mendekatkan wajahnya kemudian menciumnya.


Plak.


"Kurang ajar kau brengshake. " maki Lizzie dengan emosi. Wanita itu lantas mengusap bibirnya dengan kasar.


Edgar menyentuh pipinya yang kena tamparan. Lizzie sendiri segera pergi namun lagi lagi Edgar mencekalnya dan kini memeluknya dari belakang.


"Lepaskan! " ujar Lizzie dengan nada datarnya.


"Jangan mengurusiku, kita tak ada hubungan apapun lagi. Sebaiknya urus saja masa depanmu dan jangan menganggu aku lagi Tuan Glover Smith.


Edgar mengeratkan pelukannya, menikmati harum dari tubuh mantan istrinya. Rasanya sangat berat saat dirinya harus bercerai dengan wanita yang masih dia cintai. Lizzie membalikkan tubuhnya, bertepatan dengan Edgar yang berlutut di depan wanita itu.


"Maafkan aku Liz! "


"Sudahlah, lupakan saja masa lalu. Semuanya telah terjadi, carilah kebahagiaan kamu Edgar dan maaf atas sikapku yang merendahkan


kamu. " ujar Lizzie dengan tenang.


"Akupun juga akan mencari kebahagiaanku sendiri dan mulai sekarang aku akan berjuang tanpa melibatkan orang lain lagi. " tegas Lizzie.


Edgar sampai kehilangan kata kata. Pria itu kembali berdiri, berhadapan dengan mantan istrinya. Lizzie sendiri berusaha berdamai dengan dirinya dan masa lalu. Wanita itu berusaha bersikap dewasa dan tak kekanakan serta labil.


"Kita berbeda dan tak pantas untuk bersama. Terimakasih atas semuanya yang telah kamu berikan padaku, aku tak akan pernah bisa melupakannya. "


Lizzie langsung ke luar dari toilet. Edgar meninju tembok di sebelahnya, ucapan Lizzie seakan menampar dirinya. Hanya ada penyesalan, semuanya tak bisa kembali seperti dulu. Lizzie telah banyak berubah seiring sejalannya waktu.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika kebahagiaanku hanya pada kamu Liz? " gumam Edgar lirih.


__ADS_2