
Pagi ini Lizzie bertemu dengan Jonathan di sebuah Restauran. Mereka sarapan bersama lebih dulu setelah itu baru mengobrol.
Lima belas menit berlalu, Lizzie menghela nafas panjang. Jonathan sendiri merasa penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan kekasihnya.
"Aku ingin kita putus Jo. " ujar Lizzie tanpa basa basi.
"Apaa?? " Jonathan begitu terkejut dengan pernyataan Lizzie barusan. Pria itu meminta penjelasan dari kekasihnya itu. Lizzie menyentuh tangan Jonathan, pria yang selama ini banyak membantunya.
"Aku hanya tak ingin menjadikan kamu pelarian Jo, kau tahu bukan hati aku milik siapa? " ujar Lizzie dengan serius. Jonathan terdiam, raut wajah pria itu menunjukkan kekecewaan.
Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Jonathan. Pria itu menatap dalam kearah Lizzie dengan tatapan sendunya.
"Apa kamu tak bisa melupakannya Liz, dan izinkan aku menjadi pemilik hatimu. " gumam Jo dengan penuh harap.
"Aku.. "
"Lizzie sayang. " Mommy dan Daddy datang menyusul putrinya. Kedua paruh baya itu langsung bergabung bersama Lizzie dan Jo.
Lizzie mengerutkan kening melihat kehadiran orang tuanya. Dia menatap sang daddy dengan tatapan curiga nya.
"Mommy senang kalian bersama. " ujar Mommy Shella dengan senyuman lebarnya.
"Tapi bagiku Jo adalah temanku tak lebih mom. Seperti yang aku bilang kemarin, hanya Edgar pria yang aku cintai. " tegas Lizzie.
Plak
Mommy melayangkan tamparannya. Lizzie terkejut dengan aksi yang di tunjukkan mommy nya. Hal sama di rasakan Daddy Farhan dan Jo.
"Pria brengshake itu telah berselingkuh dari kamu Liz, seharusnya kamu lupakan dia. " pekik mommy.
"Ini hidup aku mom, yang menjalani itu aku bukan mommy. Jika mendiang oma dan opa melarang mommy bersama daddy, apa yang akan mommy lakukan? " bentak Lizzie emosi.
Mommy Shella tersentak kaget akan bentakan sang anak untuk pertama kalinya. Jo berusaha menenangkan Lizzie namun wanita itu menepis kasar tangan Jo. Daddy Farhan membulatkan mata melihat keberanian putrinya yang menentang mommy.
Lizzie menghela nafas berat, dia telah lepas kendali namun sang mommy yang lebih dulu memulai pertengkaran ini. Wanita itu turut menatap tajam kearah sang mommy.
__ADS_1
"Satu tamparan ini membuktikan bila aku membencimu mom. Hubunganku dengan Jo telah berakhir, sampai kapan pun aku tak akan bisa mencintainya. " tegas Lizzie.
"Selama ini aku berusaha karena usahaku sendiri, tak bergantung dengan kekayaan yang kalian miliki. " ujar Lizzie dengan wajah datarnya. Setelah itu dia langsung pergi begitu saja mengabaikan teriakan sang mommy.
Lizzie meninggalkan Restauran dengan kekecewaan yang mendalam. Wanita itu melajukan roda empatnya dengan kencang.
Skip
Di Penthouse
Lizzie langsung turun dari mobilnya dan lekas masuk ke dalam penthouse. Dia segera menghubungi Veronica, memintanya membelikan simcard baru. Wanita itu lantas menjatuhkan dirinya di atas sofa. Tak lama Veronica datang, menyerahkan simcard baru pada sang sahabat.
Lizzie segera mengganti simcardnya dengan yang baru, dia segera menghubungi Edgar dengan nomor barunya.
"Ada apa Liz, kamu sepertinya terlihat sangat kesal? " tanya Veronica.
"Aku dan Jo putus, Ve. " Lizzie menjelaskan kejadian tadi pada sang sahabat. Veronica menghela nafas panjang, dia menghargai keputusan sang sahabat.
"Keputusan kamu sudah benar Liz, pikirkan saja perasaanmu sendiri jangan orang lain terus. " tegur Veronica dengan bijak. Wanita itu langsung memeluk sahabatnya yang tengah galau. Tak lama dia melepaskan pelukannya. Pelayan datang mengantarkan minuman untuk keduanya.
Veronica kembali memberikan nasehat untuk sang sahabat untuk mengontrol dirinya. Lizzie mengikuti saran yang di berikan Veronica padanya.
From Edgar
"Nanti malam aku akan datang ke penthouse kamu baby! "
Lizzie segera membalasnya kemudian menaruh ponselnya di atas meja. Sepertinya dia perlu berdiskusi dengan Edgar mengenai hubungan mereka ke depannya.
"Ve, sebenarnya Edgar adalah seorang billionaire dan dia merupakan keturunan keluarga Smith. " ungkap Lizzie.
Veronica tentu saja kaget mendengar pernyataan sahabatnya mengenai Edgar.
"Kenapa kamu merahasiakan identitasnya Liz? " tanya Veronica dengan kening berkerut.
"Edgar sendiri yang memintanya. " jawab Lizzie dengan santai. Veronica langsung menggoda sahabatnya itu. Lizzie hanya bisa mendengus geli melihat tingkah jahil sang sahabat.
Masing masing menyesap minuman sendiri sendiri. Setelah itu mereka kembali mengobrol, Veronica juga berusaha menghibur sang sahabat.
__ADS_1
Malam harinya Edgar datang ke penthouse sang mantan istri. Pria itu memeluk dan menciumi wanitanya dengan penuh kasih. Lizzie membenamkan wajahnya di dada Edgar.
"Aku tadi bertengkar dengan mommy di restauran Ed. " Lizzie mengatakan langsung pada Edgar mengenai kejadian tadi.
"Maaf baby, tante Shella menamparmu karena aku. " sesal Edgar. Pria itu melabuhkan ciuman di kedua pipi mantan istrinya.
"Aku baik baik saja Ed! " jawabnya sambil tersenyum.
Mereka kembali berciuman dengan mesra di ruang tamu. Lizzie mengakhirinya, dia mengajak Edgar makan malam bersama.
Seusai makan malam, Edgar menggendong Lizzie menuju ke kamar. Pria itu tak lupa mengunci pintunya, kemudian merebahkan wanitanya di atas ranjang. Keduanya melepaskan helai demi helai kain di tubuh mereka.
"Kau yakin baby? " tanya Edgar memastikan.
"Milikki aku lagi Ed, hanya kamu yang berhak atas diriku. " gumam Lizzie dengan sungguh sungguh.
Edgar tersenyum, dia mulai mencium wanitanya. Ciumannya turun ke leher jenjang Lizzie dan berakhir di dua persik sint4l milik Lizzie. Wanita cantik mengeluarkan suara merdunya.
Tanpa berlama lama Edgar segera melakukan penyatuan. Dia menghujam wanitanya dengan gerakan cepat. Suara merdu Lizzie membuat gairah Edgar semakin bergejolak hebat.
Malam ini menjadi malam panjang bagi Edgar dan Lizzie. Keduanya sama sama menyukai percintaan panas mereka yang begitu liar. Setelah selesai mereka langsung tertidur setelahnya.
Pagi telah tiba, Lizzie membuka matanya. Pertama kali yang dia lihat adalah wajah tampan Edgar. Bibirnya tersenyum melihat prianya masih tertidur sambil memeluk dirinya. Tangannya terulur menyentuh wajah tampan calon suaminya.
Cup
Edgar membuka matanya, segera mencium bibir wanita nya dengan lembut.
"Morning baby! "
"Morning too boo! " jawab Lizzie dengan senyuman manisnya. Keduanya kembali berpelukan, mereka sama sama menikmati moment berdua mereka saat ini.
Lizzie mengulas senyumnya kala Edgar menciumi telapak tangannya dengan lembut. Keduanya saling berbisik cinta, mereka berdua sama sama menatap satu sama lain dengan tatapan penuh puja.
"Terimakasih telah memberiku kesempatan baby, aku tak akan pernah mengecewakan kamu lagi. " ucapnya sungguh sungguh.
"Iya Boo, kali ini aku ingin egois demi kebahagiaanku sendiri bersama kamu. " ujar Lizzie.
__ADS_1
Edgar mengangguk setuju, mereka kembali berciuman kemudian kembali mendaki kenikmatan. Suara er4ng4n dan des4h4n kembali menggema di dalam kamar mereka.
Lizzie memeluk tubuh Edgar kala gerakan Edgar semakin cepat. Dia begitu menikmati sentuhan Edgar yang telah dia dambakan sejak lama. Mereka sama sama menikmati percintaan ini dengan santai tanpa memikirkan masalah kedepannya nanti.