Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 19 Rayuan Ala Edgar


__ADS_3

Hari berikutnya Gavin dan Alexa telah berada di negara X, lebih tepatnya berada di mansion mereka saat ini. Sementara di sisi lain Lizzie saat ini berada di butiknya.


"Nyonya Lizzie, ada yang mencari Anda di luar. " seru Sekar.


"Baiklah aku akan ke luar sebentar. " Lizzie beranjak dari duduknya, wanita itu langsung ke luar. Terdengar suara helaan nafas berat melihat sosok mantan suaminya.


Edgar datang membawa sebuket bunga untuk mantan istrinya. Pria itu berjalan kearahnya, kini keduanya saling berhadapan satu sama lain.


"For you. " ucap Edgar dengan senyuman manisnya.


Lizzie menerima buket bunga mawar yang di berikan Edgar padanya. Edgar langsung menariknya, mendorongnya masuk ke mobil. Pria itu melajukan roda empatnya meninggalkan butik.


Ternyata pria itu membawa Lizzie ke taman kota. Keduanya turun dari mobil,mereka duduk di bangku taman. Edgar mengeluarkan sesuatu dari saku celana kemudian menyematkan kembali ke jari Lizzie.


"Cincin ini adalah milikmu Lizzie. " gumam Edgar.


"Tidak. " Lizzie kembali melepasnya, mengembalikan ke tangan Edgar.


"Apa kau lupa jika kita tak ada hubungan apa apa Edgar, mengertilah dan terima kenyataan! " ujar Lizzie.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepasmu Lizzie, hanya kamu wanita yang aku cintai. " tegas Edgar.


Edgar menggenggam kedua tangan Lizzie. Pria itu menatap dalam wanitanya dengan tatapan memujanya. Dia menjelaskan perihal Emily yang telah dia singkirkan.


"Aku tak pernah selingkuh Liz, Emily itu mantan istri mendiang Edward saudara kembarku. " ungkap Edgar sejelas jelasnya.


"Izinkan aku menjadi suami lima milyarmu lagi baby, meski cuma suami kontrak aku tak apa. " pinta Edgar sambil memohon.


Lizzie merasa Edgar sudah gila, dia menyentuh kening pria itu. Wanita cantik itu menghela nafas panjang, merasa jengkel dengan kelakuan Edgar.


"Ayolah baby meski jadi suami kontrak, aku bisa memuaskan kamu beronde beronde hingga kamu tak bisa jalan. " ceplos Edgar. Lizzie langsung melotot,menjewer telinga mantan suaminya itu.


"Aduh, aw aw lepaskan Liz. Telingaku bisa copot nanti. " rengek Edgar.

__ADS_1


Lizzie menurunkan tangannya, mendengus geli mendengat ucapan Edgar barusan. Edgar sendiri mengusap usap telinganya, dengan berani dia merangkul Lizzie dari samping.


"Baiklah kau bisa jadikan aku selingkuhanmu asalkan kau memprioritaskan aku dari pada si Donathan itu. " ucap Edgar sambil memohon.


"Jonathan namanya Ed. " balas Lizzie kesal.


"Aku tak peduli. " Edgar memeluk posesif mantan istrinya. Lizzie hanya bisa memijat kepalanya yang terasa pusing. Dia benar benar jengkel sekaligus gemas dengan kelakuan Edgar.


"Bisa tidak sih sehari atau dua hari tidak muncul di depanku Ed. " geram Lizzie sambil menghempas tangan Edgar dari bahunya.


"Tidak mau, jika aku tak muncul si donat langsung mengajak kamu nikah nanti. " ketus Edgar. Lizzie langsung mencubit kedua pipi Edgar dengan gemas. Wanita itu menyandarkan tubuhnya pada tubuh Edgar.


Edgar membawa tangan wanitanya ke bibirnya kemudian menciumnya berulang kali. Lizzie sendiri hanya diam saja, dia bisa merasakan bila Edgar benar benar masih mencintai dirinya.


"Kau tahu Liz, kepergian kamu membuatku hancur. Dan bodohnya lagi kemarin aku menuduh jika kamu melenyapkan calon buah hati kita. " gumam Edgar dengan raut penyesalan.


"Dulunya kita masih egois Edgar, kamu dengan egomu begitu juga aku. Rumah tangga kita hancur karena ego kita, apalagi sikapku dulu yang arogan. " gumam Lizzie.


Edgar tentu saja menggeleng keras. Pria itu langsung mendekap erat tubuh mantan istrinya. Lizzie membalas pelukan Edgar, dia berusaha menekan gejolak rasa dalam dadanya.


"Aku masih mencintai kamu Edgar, cintaku padamu masih utuh sampai sekarang meski kita telah berpisah. " batin Lizzie dalam hati.


Edgar meregangkan pelukannya, memagut lembut bibir wanitanya dengan liar. Lizzie membalasnya tak kalah liar, wanita itu meremas bahu prianya. Sesaat kemudian Edgar mengakhiri ciumannya.


"Aku mohon beri aku kesempatan kedua Liz, aku akan berjuang untuk segalanya termasuk mendapatkan restu lagi dari orang tuamu. " gumam Edgar dengan serius.


Lizzie mengangguk, terdengar suara isakan tangis. Edgar kembali memeluknya dengan erat. Pria itu membiarkan wanitanya menangis, meluapkan kesedihannya yang di pendam. Dia melepaskan pelukannya, menghapus air mata Lizzie.


Mereka kembali mengobrol dengan santai dari hal serius hingga hal random. Lizzie memiliki ide jahil di kepalanya, dia menoleh kearah Edgar dengan senyuman sejuta makna.


"Kau sekarang ini jadi selingkuhanku ya Ed, kamu enggak lupa 'kan dengan apa yang kamu ucapkan tadi? " ujar Lizzie sambil melriik Edgar.


"Iya. " Edgar tersenyum masam. Pria itu merutuki mulutnya yang kelepasan bicara. Bagaimana bisa dia berbicara mau menjadi selingkuhan Lizzie.

__ADS_1


Lizzie sendiri berusaha menahan tawanya.Dia ingin lihat sampai mana usaha Edgar ini demi memperjuangkan dirinya. Wanita itu mengusap bahu Edgar dengan lembut.


"Kau harus terima nasibmu Ed dan perlu bersabar. " cetus Lizzie.


"Jika si donat itu melamarmu jangan mau, kau harus mencari seribu alasan untuk menolaknya. " ujar Edgar mempengaruhi wanitanya.


Lizzie tersenyum geli mendengar nada provokasi dari ucapan Edgar barusan. Dia langsung menoel lengan mantan suaminya itu.


"Seribu alasan, kayak lagu aja


Edgar. " cibirnya sambil tertawa. Edgar berdecak pelan, mencubit hidung Lizzie dengan gemas. Tawa Lizzie langsung pecah, dia tak menyangka jika Edgar bisa bersikap konyol.


"Oh ya Ed, aku punya aplikasi chatting kencan. Mau tidak aku daftarin mumpung kamu duda. " ujar Lizzie sambil menarik turunkan alisnya.


Edgar langsung menatapnya tajam. Lizzie masih tertawa tanpa peduli dengan tatapan Edgar saat ini. Pria itu kembali menciumnya berulang kali karena gemas. Wanita cantik itu menghentikan tawanya.


Ehem


"Gimana enak 'kan jadi Duda, banyak wanita pasti nya yang mendekati kamu Edgar? "


"Tak ada. " ketus Edgar. Lizzie langsung tertawa melihat Edgar merajuk. Keduanya beranjak dari sana dan kembali ke mobil. Sepanjang perjalanan keduanya membahas hal random.


Edgar mengantarkan Lizzie kembali ke butik wanita itu. Sementara pria itu langsung pamit ke kantor setelah mendapat telepon dari asistennya. Lizzie kembali ke ruangannya, tak lama Sekar datang membawakan secangkir kopi untuknya.


"Cie nyonya, nostalgia sama mantan suami nyonya ya. "


"Apa keputusanku ini sudah benar Sekar, aku memberinya kesempatan? " tanya Lizzie dengan ragu.


"Tentu saja benar nyonya, lagipula saya bisa melihat bila nyonya dan tuan masih saling mencintai satu sama lain. " ucap Sekar sambil tersenyum.


"Ya mungkin kamu benar! " Lizzie menyesap kopinya dengan santai,dia sangat jarang minum kopi. Kini dia memikirkan kedua orang tuanya.


"Apa mommy dan daddy akan setuju jika aku rujuk dengan Edgar? " batin Lizzie bimbang. Wanita itu menaruh cangkirnya di atas mei, berharap semuanya akan baik baik saja nanti.

__ADS_1


__ADS_2