Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 8 Kebahagiaan & Kesedihan


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu, di satu sisi Lizzie dan Edgar bahagia atas kelahiran putra dan putri mereka. Namun di sisi lain mereka tampak bersedih, mereka akan berpisah dari si tampan Harvey.


Arion Geofrey Smith


Gyana Gabriella Smith


Putra dari Lizzie dan Edgar, si kecil Rion merupakan duplikat dari Edgar versi mini. Harvey tampak antusias melihat kedua adiknya telah lahir ke dunia. Bocah tampan itu tentu saja bahagia memiliki dua adik, satu laki laki dan satunya perempuan.


Pria bernama Landon itu telah datang ke Villa Edgar. Dia menuntut janji dari Edgar dan Lizzie. Lizzie dan suaminya memberikan pelukan dan cuma terakhir pada Harvey.


"Sayang, kamu tetaplah putra mommy dan daddy. Sering seringlah datang untuk menjenguk Rion dan Gyana. " ungkap Lizzie.


"Iya Mommy, aku dan papi Landon pamit pulang. " ucap Harvey sambil tersenyum. Lizzie mengangguk, dia pun menatap kepergian putra angkatnya itu dari kediamannya.

__ADS_1


Setelah kepergian Landon dan Harvey, fokus Lizzie kembali tertuju pada kedua buah hatinya. Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dari bibir Lizzie. Edgar hanya bisa mengusap kepala sang istri lalu memberikan ciuman lembut di atas sana.


Keduanya langsung berpelukan, Edgar hanya bisa menenangkan sang istri. Lizzie membalas pelukan suaminya, dia telah merelakan Harvey pergi dengan ayah kandung bocah tampan itu.


Sore harinya para orang tua mereka datang berkunjung. Kini Rion dan Gyana menjadi rebutan bagi para oma dan opanya. Saat ini mereka telah pulang ke Villa, Lizzie memperhatikan orang tuanya yang asyik menggendong si kecil Rion dan Gyana secara bergantian.


"Mom, Dad sebaiknya kalian semua ke luarlah. Rion dan Gyana sepertinya haus. " ujar Lizzie. Wanita itu meraih putri kecilnya, setelah orang tua mereka ke luar. Dia segera memberikan asi untuk si kembar secara bergantian.


"Rion sangat lahap minumnya. " cetus Edgar.


Melihat putrinya telah kenyang, Edgar segera mengambil alih Gyana kemudian menaruhnya kembali di dalam box bayi. Pria itu turut berbaring di samping sang istri di atas ranjang mereka. Lizzie membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Sayang, baru berpisah dengan Harvey beberapa jam lalu aku sudah merindukannya. " ungkap Lizzie lirih.

__ADS_1


"Sabar ya sayang, aku yakin Landon bisa menjaga dan menyayangi Harvey dengan tulus. " sahut Edgar.


Lizzie menghela nafas panjang kemudian mengangguk kecil.


Sementara di apartemen Landon. Hot daddy itu mengajak sang putra untuk duduk di sofa. Pria itu meminta maaf pada putra kecilnya.


"Apa kamu marah sama papi, boy? " tanya Landon pada Harvey. Harvey hanya diam, entah apa yang bocah tampan itu pikirkan. Landon menghela nafas panjang, sepertinya sang anak marah padanya.


"Vey gak marah sama papi, hanya saja Vey harap papi tak membuang Vey seperti mami. " ungkap Harvey dengan tatapan polosnya.


Landon terdiam, pria itu merutuki kebodohan Jessica. fokusnya kembali tertuju pada putra semata wayangnya itu. Hot daddy itu langsung mengusap kepala sang anak. Dia merasa gagal menjadi papi kandung dari Harvey Damon.


"Maafin papi nak, papi begitu egois hingga mengabaikan kamu. Mulai sekarang papi akan selalu menemani kamu kemanapun dan tak akan lagi meninggalkan kamu boy. " ujar Landon dengan serius.

__ADS_1


"Iya Pi, Harvey maafin papi. "


Landon langsung memeluk tubuh mungil putranya itu. Dia telah berjanji akan membahagiakan sang anak dan memberi Harvey kasih sayang melimpah.


__ADS_2