Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 28 Alexa & Gavin


__ADS_3

Di sisi lain Alexa tampak bersantai di penthouse bersama suaminya. Keduanya baru mendapatkan kabar jika Lizzie telah hamil kembali.


"Tunggu mereka kembali aja baru datang memberikan selamat atas kehamilan Lizzie. " cetus Gavin.


"Iya kamu benar mas! "


"Ya sudah aku ke dapur dulu


sayang. "



Alexa menyandarkan tubuhnya di sofa, dia merasakan pergerakan dari dalam perutnya. Tak lama wanita hamil itu bangkit dengan perlahan, dia menghampiri suaminya di dapur.



"Lagi apa sih mas? "


Gavin menoleh, pria tampan itu tengah membuatkan susu untuk istrinya. Setelah selesai dia langsung membawanya sambil menggandeng istri tercintanya.


"Aku cuma mau buat makanan sayang buat kamu tapi gagal, jadinya cuma buat susu aja. " ceplos Gavin.


Di ruang tengah Gavin menaruh segelas susu di atas meja kemudian membantu istrinya duduk. Alexa mengusap wajah tampan sang suami.


"Bisa minta tolong sama bibi mas, kamu cukup menemani aku. " ungkapnya sambil tersenyum. Gavin mengulas senyumnya, memagut lembut bibir istri tercintanya. Tangannya terulur mengusap perut buncit wanitanya dengan penuh kasih sayang. Keduanya kembali berciuman dengan mesra di ruang tamu.


Hah


Gavin mengakhiri ciuman mereka. Alexa menatap lekat wajah sang suami, dia paham jika sang suami tengah bergairah sekarang.


"Kita ke kamar aja mas. " Alexa segera mengabiskan susunya kemudian mengajak suaminya pergi ke kamar.



Kini kedua insan suami istri itu tengah berbagi peluh di atas ranjang. Gavin menghujam wanitanya dari belakang, posisi yang aman untuk bumil.


Keduanya sama sama mencapai puncak pelepasan bersama. Gavin mengusap peluh di kening istri tercintanya. Dia menarik selimut menutupi tubuh mereka, lagi lagi dia menciumi perut buncit Alexa.


Alexa mengulas senyumnya, mengusap kepala suaminya dengan lembut. Dia begitu bahagia memiliki suami sebaik Gavin. Dering ponsel milik Gavin menyita perhatiannya.

__ADS_1


Gavin lekas mengambil ponselnya, kemudian bersandar di head board.


"Halo? "


"Gavin ini mami mertua kamu, tolong mami. Papi kamu di tangkap polisi. " ungkap nyonya Desi pada menantunya.


Alexa tentu saja terkejut mendengarnya. Wanita hamil itu merebut ponsel sang suami kemudian mengubah menjadi video call.


"Kenapa mami menghubungi suami aku, bukankah selama ini kalian telah merendahkan kami? " ujar Alexa dengan wajah datarnya.


"Papi kamu di penjara Lexa, apa kamu tak kasihan hah. " pekik mami kesal.


"Tidak mi, biarkan saja papi di sana sementara. Papi selama ini selalu sombong dan suka merendahkan orang lain. " ketus Alexa.


Tut


Sambungan terputus, Alexa mengembalikan ponsel milik suaminya.Gavin menaruhnya di atas meja, dia kembali memeluk istri tercintanya.


"Sayang seharusnya kamu tak perlu berbicara seperti itu. " tegur Gavin pada sang istri.


"Kamu enggak merasakan apa yang aku rasakan mas. Bertahun tahun aku dalam tekanan mereka. Mereka menginginkan aku menjadi apa yang mereka mau. " ujar Alexa dengan kesal. Wanita itu hendak pergi namun Gavin memeluknya dari belakang.


"Aku akan mencari tahu apa yang terjadi hingga papi masuk penjara. " gumam Gavin. Alexa hanya diam saja tanpa mengatakan apapun. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Gavin.


Keduanya lantas pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih. Selesai berpakaian dan beres beres, keduanya ke luar dari kamar. Alexa bersantai di ruang tamu, dia membiarkan suaminya pergi ke ruang kerjanya.


"Maafin mami ya sayang, mami hanya kecewa dengan sikap oma dan opa kalian. " gumam alexa sambil menyentuh perutnya yang membuncit.


Tak lama Gavin kembali, dia telah rapi memakai pakaian kerjanya. Alexa mengerutkan kening merasa heran.


"Mas kamu mau ke mana? " tanya Alexa.


"Aku ingin menemui klien sayang, membicarakan proyek perhotelan. " ujar Gavin. Pria itu mencium kening dan bibir istrinya, lalu turut pamit pada calon buah hatinya.


"Hati hati mas. " Gavin mengangguk, pria itu meninggalkan istrinya sendirian. Alexa menatap kepergian suaminya dalam diam. Wanita hamil itu menyambar ponselnya.Dia mengerutkan kening membaca pesan asing dari nomor tak di kenal.


"Siapa yang mengirim pesan aneh ini? " gumam Alexa. Wanita hamil itu memilih menghapusnya, tak lupa memblokir nomor tersebut.


Tepat pukul tujuh malam, Alexa merasakan resah. Wanita itu menunggu suaminya pulang, dia telah berkali kali menghubungi nomor Gavin namun tak di angkat suaminya.

__ADS_1


Cklek


Alexa menoleh, wanita hamil itu menghampiri sosok suaminya yang baru datang dengan tubuh basahnya.


"Mas Gavin, ayo ke kamar. Tubuh kamu basah semua mas. " ujar Alexa khawatir. Gavin hanya diam saja, entah apa yang membuat pria itu tak berbicara sama sekali.


Alexa membiarkan suaminya membersihkan diri di kamar mandi. Tak lama pelayan mengantarkan makan malam untuk keduanya, lalu di taruhnya di atas meja. Pelayan langsung ke luar dari kamar majikannya.


Cklek


Gavin ke luar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya. Pria itu segera mengenakan celana panjang hitamnya.


"Bibi sudah mengantarkan makan malam untuk kita, ayo makan. " Alexa berniat bangkit, dia tampak kesusahan dengan perutnya yang membuncit.


Prang


"Aduh. " Alexa menghela nafas panjang, dia tanpa sengaja menjatuhkan satu piring.


Gavin langsung mendekat, membereskan pecahan kaca kemudian membawanya ke luar. Tak lama pria itu masuk kembali dengan raut datarnya.


"Mas ada apa kenapa kamu diam saja? " tanya Alexa penasaran.


"Perusahaanku ada masalah dan kau tahu siapa penyebabnya Lexa? " tanya Gavin.


"DERIAN WIJAYA. " ujar Gavin penuh penekanan.


Alexa tentu saja terkejut mendengar pengakuan suaminya. Gavin mengusap wajahnya kasar, pria itu lantas naik ke atas ranjang dan tidur membelakangi istrinya.


Wanita hamil itu menatap nanar punggung sang suami. Dia paham jika Gavin saat ini tampak marah dan kesal. Alexa memilih bangkit, ke luar dari kamar. Dia takut memantik kemarahan sang suami saat ini. Alexa makan malam sendirian di meja makan hanya di temani pelayan.


"Derian, untuk apa lagi pria itu mencari gara gara dengan mas Gavin? " gumam Alexa. Dia memilih tak ambil pusing, melanjutkan makan malamnya hingga selesai.


Selesai makan Alexa memilih tidur di kamar lain. Dia tak sanggup jika suaminya melampiaskan kemarahan padanya. Wanita itu tak memiliki urusan lagi dengan Derian. Kini dia telah merebahkan tubuhnya, menarik selimut menutupi perut buncitnya.


"Aku harap kamu besok kembali tenang dan tak marah lagi mas. " gumam Alexa. Dia mengusap perutnya sendiri sambil mengajak bicara calon buah hatinya. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibirnya.


Alexa segera memejamkan kedua matanya. Tak lama terdengar suara dengkuran halus. Dia belum terbiasa tidur sendirian tanpa pelukan sang suami seperti sekarang ini.


Di sisi Gavin, pria itu tampak tak bisa tidur. Dia membolak balikkan tubuhnya, terdengar suara umpatan ke luar dari bibir Gavin.

__ADS_1


__ADS_2