
Lizzie dan Edgar berkeliling menjelajahi beberapa kota di negara Z. Keduanya banyak membelikan oleh oleh untuk Veronica. Saat ini mereka berada di salah satu museum yang ada di negara K, tepatnya di kota Marseille.
Setelah puas melihat isi dalam museum, mereka berdua beralih ke tempat lain namun masih di tempat yang sama.
Siangnya Lizzie dan Edgar kembali ke kota Asveille, di mana mereka berlibur. Keduanya turun dari mobil dan lekas membawa barang belanjaan mereka ke dalam Resort.
Keduanya lekas membersihkan diri ke kamar mandi lalu berpakaian. Lizzie menjatuhkan dirinya di atas ranjang.
"Lelahnya. " gumam Lizzie sambil merentangkan tangannya. Edgar memperhatikan sang istri sambil tersenyum kecil. Pria itu memilih ke luar, duduk di sebuah kursi panjang sambil mengenakan kaca mata hitamnya.
Saat ini Edgar tengah bertukar kabar dengan Dirga, sahabatnya. Banyak hal random yang mereka bicarakan hingga canda tawa terdengar. Pria itu telah meminta sang sahabat untuk ikut menghandle perusahaan miliknya. Edgar mengakhiri obrolan nya dengan Dirga.
Di sisi lain Lizzie tengah berada di kamar mandi. Wanita itu membulatkan mata melihat hasil testpack yang dia pegang.
Dia sengaja meminta pelayan membelikan testpack.
"Aku kembali hamil. " gumam Lizzie dengan mata berkaca kaca.
"Edgar sayang. " pekik Lizzie. Edgar datang dengan raut paniknya. Pria itu begitu khawatir jika sesuatu terjadi pada sang istri.
"Sayang ada apa? " tanya Edgar dengan raut paniknya.
"Aku kembali hamil. " ungkap Lizzie menunjukkan hasil testpack pada sang suami. Edgar mengambilnya, ternyata ada dua garis pada benda yang dia pegang. Mata pria itu tampak berkaca kaca, dia langsung memeluk istri tercinta nya.
Edgar pun tak henti hentinya mengumamkan kata terimakasih pada istrinya. Keduanya tampak bahagia dengan kehamilan Lizzie. Calon hot daddy itu langsung berlutut, mengusap perut rata sang istri kemudian menyapa calon buah hati mereka.
"Terimakasih telah hadir dalam perut mommy sayang. " gumam Edgar dengan tulus.Dia kembali berdiri, mengajak sang istri ke atas ranjang dengan posisi berbaring.
"Ini hadiah terindah untuk kita Boo." ungkap Lizzie dengan senyuman lebarnya.
"Kamu benar baby! " ungkap Edgar sambil mengulas senyumnya.
Edgar memeluk Lizzie dari samping sambil mengusap perut rata sang istri. Kebahagiaan kini tengah di rasakan pasangan suami istri ini. Rencananya mereka akan honeymoon sekaligus liburan selama dua bulan.
__ADS_1
Lizzie POV
Aku enggak menyangka akan kembali menjadi seorang ibu. Terimakasih ya Tuhan, engkau telah kembali memberikan kesempatan untuk aku. Aku janji akan menjaganya dengan sangat baik dan hati hati kali ini. Apa mommy dan daddy akan bahagia dengan kabar kehamilanku ini?
Lizzie POV end
Edgar tiba tiba bangkit dan berlari ke kamar mandi. Lizzie lekas berdiri, wanita itu berjalan menghampiri sang suami. Dia lantas membantu memijit tengkuk suaminya, Lizzie memperhatikan sang suami yang muntah muntah.
Beberapa saat kemudian Edgar menghampiri sang suami, raut wajahnya tampak pucat. Lizzie mengajaknya kembali ke atas ranjang.
"Peluk aku sayang." rengek Edgar dengan manja. Lizzie tentu saja menuruni keinginan sang istri. Dia mengerutkan kening melihat tingkah sang suami yang tampak manja.
"Sepertinya kamu terkena syndrom cauvade kehamilan simpatik mas. " gumam Lizzie menjelaskan pada sang suami.
"Maaf ya Boo, kamu harus mual mual kayak gini. Biasanya ibu hamil seperti aku yang mengalaminya. " ucap Lizzie dengan sendu.
"Jangan nyalahin diri kamu sendiri sayang. Lagipula aku suka jika harus mengalami mual mual demi calon buah hati kita. " ujar Edgar sambil tersenyum.
Wanita hamil itu tentu saja tak ingin berjauhan dari Edgar begitupun sebaliknya. Pria tampan itu menciumi pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
Kini mereka tengah berbaring di atas ranjang.
"Tiba tiba aku menginginkan rujak sayang! " ucap Edgar. Lizzie melongo mendengar permintaan sang suami. Keduanya segera mengganti pakaiannya kemudian ke luar dari Resort.
Mereka kembali ke Resto, Lizzie meminta pelayan untuk menyiapkan rujak sesuai keinginan sang suami. Beberapa menit kemudian pelayan datang mengantarkan rujaknya, Edgar langsung menyantapnya dengan lahap. Lizzie yang melihatnya hanya mampu menahan air liurnya.
"Sayang bukannya rasanya sangat pedas ya? " tanya Lizzie memastikan yang di angguki Edgar.
"Kau mau baby? " tawar Edgar namun di tanggapi gelengan oleh Lizzie. Wanita hamil itu hanya diam memperhatikan sang suami yang tampak asyik makan rujak.
Tak lama Edgar telah selesai menghabiskan rujaknya. Pria itu lantas memesan salad untuk sang istri tercinta. Lizzie tentu saja suka dengan apapun yang di belikan sang suami.
__ADS_1
Skip
Seusai makan, Edgar mengajak sang istri ke pantai. Mereka di sana hanya duduk mengobrol. Pria itu tak membiarkan sang istri melakukan pekerjaan yang berat. Edgar mengenggam tangan yang istri kemudian menciumnya bertubi tubi.
"Boo, kayaknya kamu perlu memberitahu mami deh mengenai kehamilan aku! " ujar Lizzie sambil menyandarkan dagunya pada lengan sang suami.
"Iya kamu benar baby. " balas Edgar sambil tersenyum. Edgar lekas nenghubungi mami tercintanya kemudian memberitahukan kehamilan Lizzie.
Beberapa menit berlalu pria itu mengakhiri obrolannya dengan sang mami melakui video call. Setelah menyimpan ponsel ke dalam saku, Edgar kembali merangkul istrinya.
Terdengar suara tangis seorang bocah laki laki, membuat Edgar dan Lizzie saling melirik satu sama lain. Mereka berdua lantas berdiri dan pergi ke sumber suara. Mereka berdua menghampiri seorang bocah laki laki yang menangis di dekat tepi pantai.
"Halo sayang, boleh aunty tahu kenapa kamu menangis nak? " tanya Lizzie dengan lembut.
"Hiks hiks Papa membuang aku, papa memilih bersama wanita jahat itu aunty, papa menganggap aku nakal. " ungkap bocah itu sambil menangis. Lizzie tentu saja merasa kasihan dengan bocah tampan itu.
Lizzie lekas memeluknya, berusaha menenangkan bocah itu. Tak lama dia melepaskan pelukannya, Edgar langsung menggendongnya dan membawanya ke resort mereka.
"Sayang nama kamu siapa? " tanya Lizzie dengan lembut.
"Harvey Damon aunty. " ucap Harvey dengan polosnya.
"Kalau aunty namanya Lizzie dan ini uncle Edgar, suami aunty. " sapa Lizzie dengan senyuman hangatnya. Harvey kembali menangis, bocah tampan itu bisa merasakan jika Lizzie, wanita yang baik.
Edgar menghela nafas panjang, dia mengusap kepala Harvey dengan lembut dan halus. Harvey kembali bercerita mengenai kepergian papanya yang bersama istri mudanya.
"Sabar ya sayang, mulai sekarang Harvey tinggal sama aunty dan uncle di sini setelah itu kita kembali ke negara X, negara asal aunty. " ungkap Lizzie.
"Kamu maukan tinggal sama aunty dan uncle? "
"Iya Aunty. " jawab Harvey. Bocah itu memeluk tubuh Edgar. Edgar langsung membawanya ke pangkuan dan memeluknya.
Lizzie sendiri berusaha menahan tangisnya, tak sanggup melihat Harvey yang menangis lagi.
__ADS_1