Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 7 Kedatangan Yuki


__ADS_3

Siangnya dia meninggalkan sang istri sendirian di Villa. Saat ini dia menemui sang mami di kediaman Glover.


"Mami. " sapa pria itu pada wanita paruh baya di depannya.


"Sayang kau sudah pulang nak? " tanya nyonya Diora pada putranya.


Edgar langsung duduk berhadapan dengan sang mami. Pria itu telah menemukan tambatan hatinya, dia juga membicarakan pernikahannya dengan Lizzie.


"Kenapa kamu menikah tidak undang mami nak? " protes Mami Diora.


"Hehe maaf Mi, aku merahasiakan. identitasku pada Lizzie. Istriku itu hanya tahu jika aku pria miskin, hanya sekedar pria bayaran. " cetus Edgar menjelaskan kejadian di antara dirinya dengan Lizzie.


Mami Diora menggelengkan kepalanya. Dia tak habis pikir dengan pemikiran anaknya ini.


"Aku hanya ingin mengujinya, apakah gadis itu berbeda dengan mantan mantanku dulu. " gumam Edgar dengan sorot mata tak bisa di artikan.


"Mami harap keputusanmu ini tak akan membawa boomerang untuk dirimu sendiri nak. " tegur mami.


Edgar menyakinkan sang mami, jika semuanya pasti akan baik baik saja. Mami Diora hanya bisa mendukung keputusan sang putra. Dia begitu penasaran dengan sosok menantunya itu. Pelayan datang membawakan minuman untuk mereka.


Pria tampan itu menyesap kopinya dengan santai kemudian menaruhnya kembali di atas meja. Lalu mengobrol dengan sang mami. Dering ponselnya menyita perhatian Edgar. Dia langsung mengeluarkan ponselnya, kedua matanya membulatkan mata.


"****. " umpat Edgar.


"Mami aku pergi dulu. " pamit Edgar. Pria itu langsung bergegas pergi. Mami Diora berteriak meminta sang anak untuk hati hati.


Sepanjang jalan Edgar tak henti hentinya mengumpat. Dia begitu panik dengan keadaan istrinya saat ini. Setelah beberapa menit pria itu sampai di Villanya. Edgar segera ke luar dan masuk ke dalam Villa.


"Yuki. " teriak Edgar dengan suara menggelegar. Pria itu menghampiri istrinya, segera membantu Lizzie berdiri. Raut wajah pria itu tampak mengeras, dia menatap tajam kearah gadis bernama Yuki.


"Berani beraninya kau berbuat kekacauan di villaku? " bentak Edgar dengan nada tingginya.

__ADS_1


"Aku ke sini karena merindukan kamu kak, terus wanita sialan itu siapa. " pekik Yuki dengan emosi.


"Lizzie istriku, kami baru saja menikah kemarin. " ujar. Edgar dengan penuh penekanan. Yuki terkejut mendengar pengakuan Edgar barusan.


"Pergi dari sini! " Aura dingin Edgar membuat Yuki tampak ketakutan. Gadis itu langsung berlalu pergi dengan membawa kekecewaan. Setelah kepergian Yuki, Edgar mengajak istrinya duduk di sofa.


Pria tampan itu segera memanggil pelayan untuk mengambilkan obat.Tak lama pelayan datang menyerahkan obat p3k.Edgar dengan pelan mengobati memar di pipi istrinya. Lizzie merebutnya, wanita itu tampak kesal dan mengobati pipinya sendiri.


"Siapa Yuki, kenapa dia tahu villa ini Ed? " tanya Lizzie dengan wajah datarnya.


"Dia adikku. " jawab Edgar dengan asal.


"Yakin. Jika sekali saja bohong pasti akan ada kebohongan lainnya nanti. Aku tidak suka memiliki pasangan pembohong! " cetus Lizzie dengan nada sungguh sungguh.


Edgar terdiam, tak lama dia mengangguk sebagai jawaban. Lizzie menghela nafas panjang, dia berusaha percaya dengan ucapan sang suami.


"Sepertinya poin perjanjian kita perlu di tambah, yaitu di antara kita hanya sebatas partner ranjang. " pungkas Lizzie. Wanita itu lantas bangkit, dia melenggang pergi meninggalkan suaminya sendirian.


Edgar mengumpat pelan, dia tak menyangka jika Yuki akan datang menghampiri sang istri. Pria itu tentu saja tak akan tinggal diam, dia perlu memberi pelajaran pada Yuki.


Lizzie saat ini tengah berendam di dalam jakuzi. Wanita itu begitu kesal dengan kehadiran Yuki, namun dia puas telah menampar gadis itu. Edgar menyusulnya, pria itu masuk ke dalam jakuzi dan memeluk istrinya dari belakang.


"Sorry baby. " gumam Edgar sambil mencium bahu polos wanitanya. Lizzie hanya diam saja dan membiarkan sang suami menyentuh dirinya.


Pria tampan itu tak menyerah begitu saja. Dia membalik tubuh sang istri, menaruhnya ke atas pangkuannya. Edgar mencium liar bibir istrinya. Lambat laun Lizzie terbuai, dia membalas ciuman suaminya.


Dan keduanya melakukan penyatuan di dalam jakuzi. Edgar telah mematikan shower, pria itu membiarkan sang istri bergerak.


Selesai bercint4 keduanya segera membersihkan diri. Mereka ke luar mengenakan handuk, keduanya segera berpakaian. Edgar membantu sang istri mengeringkan rambutnya.


Lizzie segera berdiri, Edgar menariknya kemudian mencium bibir manis istrinya itu. Wanita cantik itu membalas ciuman sang suami. Pria itu mengakhiri ciumannya, Lizzie segera membereskan ranjang dan mengganti dengan sprei yang baru.

__ADS_1


Edgar mengajak sang istri turun ke bawah. Pria itu sengaja memasak demi membuat mood istrinya kembali bagus. Lizzie sendiri memilih menunggu di ruang tamu.


Setelah setengah jam, Edgar membawa sandwich buatannya ke ruang tamu beserta air minumnya. Dia sangat berharap sang istri memaafkan dirinya. Kini mereka makan siang bersama di ruang tamu.


Berbeda dengan Lizzie dan Edgar yang tampak bahagia. Yuki begitu marah, cemburu melihat pria pujaannya bersama wanita lain. Dia tal menyangka jika Edgar akan menikah secara diam diam tanpa memberitahunya.


"Kenapa kamu justru memilih wanita itu daripada aku Ed, apa kurangku hingga kamu tak pernah melirikku. " gumam Yuki sambil menangis tergugu. Dia menyalahkan Lizzie atas semuanya, dia merasa Lizzie telah merebut Edgar darinya.


Gadis itu langsung bangkit, pergi ke kamarnya. Di dalam sana dia meluapkan segala rasa yang berkecamuk dalam hatinya.


Yuki masih tidak terima dengan kenyataan pahit ini. Selama ini dia telah banyak mengorbankan diri untuk bisa menarik perhatian Edgar.


"Kau sangat jahat Ed, kenapa kamu tidak pernah membuka hati


untukku. " gumam Yuki lirih. Dia kembali menangis, membenamkan wajahnya ke bantal.


Tok


tok


Suara ketukan pintu dia abaikan. Gadis itu malas bertemu siapapun saat ini. Hanya Edgar yang dia inginkan meski itu hal yang mustahil. Yuki hanya bisa menangis meraung, mengalami patah hati untuk kesekian kalinya.


Lelah menangis membuat Yuki tertidur di atas ranjangnya. Sore harinya gadis itu telah terbangun, dia baru saja selesai mandi. Setelah mengganti pakaiannya, Yuki meraih ponselnya kemudian mengirim pesan pada Edgar.


Ting


From Edgar : Jangan ganggu aku lagi!


Hati Yuki mencelos membaca pesan dari Edgar. Dia berusaha menahan tangisnya, gadis itu menaruh kembali ponselnya di atas meja. Selama ini dia telah berjuang, mungkin ini akhir perjuangan nya mendapatkan cinta Edgar.


"Apa aku tidak begitu arti untukmu Ed, kenapa kamu begitu jahat padaku! " gumam Yuki.

__ADS_1


Yuki menghela nafas panjang, berusaha menenangkan perasaannya yang kini terasa campur aduk sekarang. Mungkin Edgar memang bukan jodohnya, rasa rasanya semua perjuangan dirinya selama ini hanyalah sia sia.


"Love is painful. " gumam Yuki dengan mata berkaca kaca. Gadis itu mengusap wajahnya perlahan, berusaha menenangkan dirinya.


__ADS_2