Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 9 Berdamai?


__ADS_3

Edgar menghela nafas lega, dia berhasil membujuk sang istri yang mau memaafkan dirinya. Saat ini pria itu berada di ruangan kerjanya, mengurus berkas yang perlu dia selesaikan.


Setelah satu jam di sana Edgar lekas beranjak dari kursinya. Dia menengok ke luar, ternyata malam ini hujan lebat. Dia memilih pergi ke ruang tengah. Tak lama Lizzie datang membawakan minuman untuknya.


"Ini minuman untuk kamu suami lima milyarku. " ujar Lizzie setengah menyindir. Edgar tergelak pelan, dia segera meminum kopinya dengan santai. Lizzie sendiri duduk di sebelahnya, sambil memegang ponsel.


"Halo Mommy? " sapa Lizzie dengan wajah cerianya.


"Sayang mommy dan daddy sudah menyiapkan tiket untuk kamu dan Edgar honeymoon. " pekik mommy dengan antusias. Lizzie terdiam, dia melirik kearah suaminya kemudian kembali menatap ke depan.


"Sepertinya tak perlu mom, dua minggu ke depan aku akan sibuk dengan butikku. " ucap Lizzie dengan halus.Wanita itu memberikan pengertian pada mommy nya. Dia langsung menutup sambungannya, Edgar memperhatikan sang istri dalam diam.


"Kau yakin tidak ingin pergi honeymoon baby? " tawar Edgar yang di tanggapi gelengan oleh istrinya.


Lizzie lekas bangkit, wanita itu lantas pergi meninggalkan ruang tamu. Edgar sendiri menyusulnya dari belakang. Pria itu melipat tangannya di dada, mengawasi pergerakan sang istri.


Malam ini tak ada kegiatan hentak hujam seperti biasanya. Sepasang suami istri itu langsung tidur begitu saja. Lizzie tidur membelakangi sang suami, dia merasa canggung dengan Edgar setelah tahu siapa sebenarnya suaminya itu.


Huh


Edgar membalikkan tubuhnya, menatap punggung sang istri. Diapun menarik tubuh wanitanya, memeluknya dari belakang.


Cup


"Kenapa diam saja, apa masih marah soal tadi pagi? " tanya Edgar setengah berbisik.


"Tidak, lagipula aku tak punya bahan obrolan. " ungkap Lizzie tanpa membalikkan tubuhnya. Wanita itu hanya diam saja saat suaminya memeluk dirinya. Edgar menyingkir, dia melepas kain yang menutupi tubuhnya.


Lizzie terbangun, menoleh dan terkejut. Wanita itu menelan salivanya turut melepaskan pakaiannya sendiri. Edgar langsung merangkak naik ke atas dan memulai penyatuan.


Ternyata semuanya hanya angan belaka, keduanya kembali menikmati malam panas mereka kali ini sampai beronde ronde dengan beragam gaya.

__ADS_1


Hah


Lizzie membenamkan tubuhnya ke dada sang suami. Edgar menarik selimut menutupi tubuhnya mereka berdua.


"Kau tak akan meninggalkan aku 'kan? " tanya Lizzie dengan nada khawatirnya.


"Tentu saja tidak, memangnya kapan aku bilang akan kabur setelah memilikimu? " cetus Edgar. Lizzie merasa lega mendengarnya, wanita itu segera memejamkan keduanya matanya begitu juga dengan Edgar.


Keesokan harinya sepasang suami istri telah rapi. Mereka berdua ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Ternyata kedua orang tua Lizzie datang berkunjung dan menunggu mereka di meja makan.


"Pagi mommy, daddy. " sapa Lizzie dengan wajah cerianya.


"Pagi juga sayang. " jawab mommy Shella dengan senyuman hangatnya. Edgar dan Lizzie segera duduk, mereka berempat sarapan bersama. Mommy Shella memperhatikan putrinya yang tampak bahagia, membuat wanita paruh baya itu terharu.


Lima belas menit berlalu, mereka selesai melakukan aktivitas rutin mereka pagi ini. Daddy mengajak putri dan menantunya pergi ke ruang tamu. Di sana mereka bisa mengobrol dengan leluasa.


"Sayang kemarin paman kamu itu menghubungi daddy dan membahas mengenai keturunan dari kamu dan Edgar. " ungkap Daddy.


baru. " jawab Lizzie sambil tersenyum.


"Kami tak terbebani dengan hal itu. " pungkasnya membuat mommy dan daddy merasa lega. Daddy dan Edgar pamit ke kantor pada istri masing masing.


Lizzie kembali mengobrol dengan mommy tercintanya. Canda tawa mewarnai obrolan random antara ibu dan anak itu. Sering kali sang mommy menggoda Lizzie terus menerus membuat wanita itu merasa malu.


"Aku bahagia Mom, aku tak salah pilih menjadikan Edgar sebagai suamiku. " gumam Lizzie sambil tersenyum.


"Mommy turut bahagia melihat kamu bahagia sayang. " sahut mommy sambil menyentuh tangan putrinya.


Obrolan keduanya terus mengalir, Lizzie menyandarkan tubuhnya ke sofa. Dia mendapat banyak nasehat dari sang mommy. Tentu saja wanita itu menerima nasehat yang di berikan sang mommy.


Lizzie POV

__ADS_1


Maafin aku mom, aku belum bisa menjelaskan siapa Edgar sebenarnya pada mommy dan daddy. Aku sengaja melakukan hal ini untuk memancing pergerakan paman Dominic. Aku ingin tahu sampai mana rencana paman Dominic saat ini. Rasanya sangat menyebalkan kala kita harus berbohong lagi dan lagi.


Lizzie POV end.


Lizzie menghela nafas panjang, dia perlu menenangkan diri saat ini. Dia tak ambil pusing mengenai sang paman yang mendesaknya memiliki keturunan dari Edgar. Wanita itu memilih mengajak sang mommy jalan jalan daripada bosan.


Nyonya Shella lekas bangkit, mereka ke luar dari Villa. Lizzie langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Rencananya kali ini mereka akan pergi ke mall lebih dulu baru setelah itu pergi ke salon.


Mereka hanya ingin merilekskan tubuh dan pikiran agar tak terlalu stres. Dua wanita beda usia itu kini berada di pusat perbelanjaan. Keduanya berkeliling mencari barang yang dia inginkan.


"Sayang kau juga perlu membeli lingerie lagi demi menyenangkan suamimu. " ceplos Mommy Shella. Lizzie merasa malu mendengarnya namun setuju dengan ide sang mommy tercinta.


Keduanya asyik membeli lingerie dengan berbagai macam modelnya. Setelah merasa cukup, mereka lantas pergi ke kasir dan membayarnya. Lizzie dan sang mommy ke luar dari mall, menaruh barang barangnya ke dalam mobil kemudian pergi.


Di salon tanpa sengaja mereka bertemu dengan Alexa dan teman teman gadis itu. Lizzie memilih cuek, asyik mengobrol dengan sang mommy. Alexa tersenyum sinis melihat sikap arogan yang di tunjukkan sang sepupu.


"Kau sampai sekarang belum hamil juga Liz? " tanya Alexa setengah menyindir.


"Kamu sih menikah dengan pria miskin seperti Edgar, mungkin saja suamimu itu mandul. " ceplos Alexa dengan nada sinisnya.


Lizzie masih diam saja tak menanggapi omongan Alexa yang ngawur. Alexa merasa jengkel sendiri, dia terus mengompori agar Lizzie merasa sakit hati dan marah.


Huh


"Jika ini bukan tempat umum, aku sudah menggampar mulut Alexa. " batin Lizzie geram. Nyonya Shella bear benar kecewa dengan kelakuan keponakan yang menyebalkan ini.


"Alexa, Alexa percuma kamu sekolah tinggi tinggi tapi memiliki mulut sampah seperti itu. Aunty merasa sangat malu memiliki keponakan seperti kamu ini. " ucap nyonya Shela dengan gamblang. Para pelanggan kini memperhatikan kearah mereka.


"Saya bicara dengan Lizzie, Aunty bukan Aunty. " sahut Alexa kesal.


"Tapi Lizzie itu putriku Lexa. Kau sama saja menghina aunty, jika tidak mengingat kalau kamu keponakan aunty. Aunty sudah menampar kamu dan menjambak kamu sejak tadi. " ujar nyonya Shella dengan nada datarnya.

__ADS_1


Alexa berdecak pelan, gadis itu lantas pergi dari sana di ikuti teman teman gadis itu. Lizzie hanya mampu merotasi bola matanya dengan malas.


__ADS_2