
Jessica tampak frustrasi setelah di ceraikan dari Leon, suaminya. Dia juga telah mendengar kabar jika Harvey telah di bawa pergi Landon. Saat ini dia berusaha mencari keberadaan Landon dan Harvey.
"Sial aku harus mencari Landon ke mana? " umpat Jessica dengan emosi meledak ledak.
Wanita itu hanya mengumpat, saat dia tinggal di apartemen lamanya. Dia telah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Landon. Jessica memilih ke luar dari apartemennya. Dia lantas masuk ke mobil, melesat dengan kencang.
Di sisi lain Landon saat ini tengah memperhatikan putranya yang asyik bermain dengan Anara,calon istri Landon.
Tak lama keluarga Edgar datang berkunjung. Harvey langsung mendekati orang tua angkatnya. Anara sendiri langsung pamit ke kamar mandi, Landon sendiri meminta Edgar untuk mengawasi Harvey. Hot daddy itu langsung menyusul Anara.
Lizzie dan Edgar saling melirik satu sama lain kemudian tertawa. Sepertinya mereka tahu apa yang akan di lakukan Landon terhadap Anara.
"Aakh. " Anara menjerit kala Landon menyusulnya ke dalam kamar mandi. Saat ini mereka berada dalam satu jakuzzi yang di penuhi bunga. Landon memeluknya dari belakang sambil merem4s buah persik milik Anara yang lumayan besar.
"Nakal banget sih kamu tuan. " gerutu Anara. Landon terkekeh pelan, dia kembali menyentuh buah favorit nya.
Terdengar suara lengvh4n merdu yang membuat gairah Landon terpancing naik. Hot daddy itu membalik tubuhnya kemudian membawanya ke atas pangkuan.
Ssh kini keduanya telah berhasil melakukan penyatuan. Kiara langsung mengalungkan tangannya ke leher Landon. Landon sendiri menghujam wanitanya dari belakang.
Tak hanya dalam jakuzzi keduanya juga melakukan percintaan di bawah shower. Dua jam kemudian kegiatan panas itu terhenti, mereka memakai handuk kemudian baru ke luar dari kamar mandi. Masing masing segera berpakaian, Landon membantu mengeringkan rambut Anara.
Anara langsung berbalik, dia memukuli dada bidang Landon dengan bibir cemberutnya. Landon sendiri tertawa melihat wanitanya yang merajuk.
__ADS_1
"Thanks kamu sudah mau menyayangi Harvey dengan tulus sweetie! " ujar Landon sambil tersenyum.
"Dia calon putraku juga, tentu saja aku sayang pada Harvey. Putra kita itu begitu tampan, aku tak bisa mengalihkan perhatianku darinya. " ungkap Anara.
Landon mendekatkan wajahnya, kembali mengecup bibir calon istrinya dengan lembut. Dia menjauhkan wajahnya, Nara mengajaknya ke luar.
Kembalinya keduanya bertepatan dengan pelayan yang baru saja mengantarkan camilan dan makanan. Nara memperkenalkan dirinya pada Lizzie dan Edgar.
"Lalu si kembar mana kok gak di ajak? " tanya Landon.
"Mereka di rumah, enggak di bolehin oma dan opanya yang posesif. " sahut Lizzie sambil tersenyum. Wanita itu melepaskan rasa rindunya pada si tampan Harvey. Dia mengusap kepala Harvey dengan penuh kasih sayang.
"Sayang kamu betah tinggal sama papi kamu 'kan sayang? " tanya Lizzie dengan lembut.
"Iya Mommy, Papi begitu memanjakan Vey. " ungkap bocah tampan itu.
"Kapan kamu dan Nara menikah? " tanya Lizzie penasaran.
"Satu minggu dari sekarang. " balas Landon sambil tersenyum tipis.
Lizzie mengangguk, dia mengusap kembali kepala Harvey. Mereka kembali mengobrol dengan santai seputar rencana pernikahan Landon dan Nara.
Setelah mengobrol cukup lama Edgar dan Lizzie pamit pulang. Harvey turut ikut bersama mereka meninggalkan pasangan sejoli itu.
Sepeninggal Lizzie dan Edgar, Nara langsung menabok lengan sang calon suaminya.
__ADS_1
"Bisa bisanya kamu meminta Lizzie mengajak Harvey bersama mereka, itu sama saja mengungsikan putra kita Landon. " omel Nara.
"Hehe aku tak ingin kemesraan kita di ganggu Harvey, putra kita merengek dan kamu pasti memilih mengurusi putra kita itu. " sahut Landon dengan santai.
Nara mencebikkan bibirnya. Dia merasa Landon memang begitu licik dalam memanfaatkan kesempatan.
"Sudahlah besok kita jemput putra kita itu sayang. " bujuk Landon. Nara akhirnya luluh, wanita itu mengangguk begitu saja dengan ucapan Landon.
Nara memilih menyalakan televisi. Dia memindah chanel dengan cepat. fokusnya tertuju pada berita mengenai Jessica dan Leon. Keduanya saling melirik satu sama lain.
Raut wajah Landon seketika khawatir. Dia takut jika Jessica akan merebut Harvey darinya. Nara berusaha menenangkan calon suaminya itu. Landon mengeluarkan ponselnya kemudian mengirim pesan pada Edgar.
"Kau percayalah sayang, Lizzie dan suaminya pasti bisa melindungi Harvey. " gumam Nara sambil tersenyum.
"Kau benar sweety! "
Nara menghela nafas panjang, menyandarkan kepalanya di dada bidang sang kekasih. Wanita itu sama khawatirnya seperti Landon. Dia tak ingin Jessica memberikan pengaruh buruk untuk Harvey.
"Aku harap kelak perbuatan buruk ku dulu tak menurun pada Harvey. Kau tahu sweety, dulu aku pria brengshake. " ungkap Landon.
"Sst lupakan saja masa lalu, aku tak akan menghakimi atas masa lalu mu sayang. Lagipula setiap orang memiliki masa lalunya sendiri
sendiri. " sahut Nara.
"Sekali lagi terimakasih atas pengertiannya. " kecup Landon di bibir dan kening Nara.
__ADS_1
Nara menanggapinya dengan senyuman manis. Dia mengeratkan genggaman tangan mereka berdua.