Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 42 Kedatangan Anara


__ADS_3

Keesokan harinya Anara pergi ke villa Edgar dan Lizzie. Landon sendiri mendadak ada meeting pagi ini hingga tak bisa mengantarkan Anara.


Tiba di sana Nara langsung mengetuk pintu. Tak lama pelayan datang dan membukanya. Nara masuk ke dalam dan menunggu di ruang tamu.


Trap


tap


"Mami Nara. " pekik Harvey berlari kearah Nara dan berpelukan. Nara tersenyum geli melihat tingkah putra sambungnya itu.


Lizzie datang sambil menggendong baby Gyana. Wanita cantik itu mengenalkan putrinya pada Nara.


"Mommy, bolehkah aku cium Gyana? " tanya Harvey dengan polosnya.


Lizzie dan Nara terkejut kemudian saling melirik satu sama lain. Harvey sendiri langsung mencium bibir adik bayinya. Lizzie menepuk jidat nya pelan melihat kelakuan putra angkatnya.


"Ini pasti gara gara Edgar kemarin. " geram Lizzie pada suaminya.


"Sayang harusnya kamu mencium Gyana di pipinya bukan bibir. " tegur Nara pada Harvey.


"Eh iyakah, tapi kemarin daddy Edgar mengigit bibir mommy Lizzie. " ucap Harvey dengan polosnya. Kedua pipi Lizzie merona, Nara menoleh dan menatapnya sambil tergelak.


Wanita itu paham sekarang, dia hanya bisa tertawa melihat kepolosan sang anak. Lizzie sendiri hanya menggeleng, fokusnya kembali tertuju pada putri kecilnya yang gembul.


"Liz, gimana kalau jodohin aja Harvey sama Gyana, lagipula keduanya tak memiliki ikatan darah. " cetus Nara menyampaikan pendapatnya.


"Aku setuju sih, kita tinggal bilang sama suami masing masing. " balas Lizzie.


Keduanya tertawa merutuki kekonyolan mereka. Nara cukup senang dan nyaman memiliki teman baru seperti Lizzie dan Edgar. Mereka berhenti tertawa, Lizzie kembali menimang si kecil Gyana.


Lizzie lekas memanggil mbak Rani, dia menyerahkan baby Gyana pada pengasuhnya. Mbak Rani langsung membawa bayi cantik itu ke kamarnya. Hot mommy itu kembali mengobrol dengan Anara.


Tak lama Nara dan Harvey pamit pulang. Lizzie mengantar ke duanya hingga ke depan. Dia melambaikan tangan menatap kepergian Nara dan Harvey.


Villa kembali sepi, Lizzie memilih kembali ke dalam. Wanita itu memilih duduk di sofa sambil memegang ponselnya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman membaca pesan dari suami tercintanya.


to Hubby

__ADS_1


Nanti aku akan datang


Lizzie menghela nafas panjang. Dia taruh kembali ponselnya, meraih majalahnya kemudian membukanya bolak balik.


Tepat pukul sepuluh siang Lizzie meminta sopir untuk mengantarnya ke perusahaan. Mengenai si kembar, dia telah meminta mbak Rani untuk menjaganya.


Setelah tiga puluh menit, Lizzie akhirnya sampai di perusahaan. Hot mommy itu lantas turun dari mobil dan masuk ke dalam. Dia pun menyunggingkan senyumnya kala karyawan sang suami menyapa dirinya. Lizzie segera masuk ke dalam lift, menuju ke lantai tiga di mana ruangan suaminya berada.



Ke luar dari lift, Lizzie lekas masuk ke dalam ruangan suaminya. Asisten damar bangkit, menyapanya sebentar kemudian ke luar. Raut wajah Edgar seketika berseri melihat kehadiran sang istri.


"Sayang. " Edgar beranjak dari kursinya dan menghampiri istri tercintanya itu.


"Kau membuat moodku seketika naik. " kecup Edgar di bibir istrinya dengan lembut. Lizzie membalasnya sebentar lalu mengajak suaminya duduk di sofa. Dengan cekatan menyiapkan makanan yang dia bawa.


Wanita cantik itu memperhatikan suaminya tampak sangat lahap. Edgar tentu saja memberikan pujian atas masakan istrinya yang sangat enak. Lizzie tentu saja sangat lega melihat sang suami menyukai makanan dari nya.


Selesai makan, Edgar menarik istrinya jatuh ke pangkuannya. Lizzie mengusap wajah tampan sang suami kemudian menciumnya sebentar.


"Sepertinya kau terlihat bahagia sayang? " tanya Edgar penasaran.


"Dasar, anak anak masih kecil dan terlalu dini untuk membahas perjodohan. " sahut Edgar gemas sambil mengecup pipi istrinya. Lizzie hanya tersenyum lebar, wanita itu memeluk tubuh suaminya.


"Sayang gimana kalau kita honeymoon lagi? " tawar Edgar. Pria itu justru mendapat tabokan di lengannya. Lizzie menatap tajam sang suami tercinta.


Edgar terkekeh pelan melihat wajah kesal sang istri. Dia sangat suka menggoda istrinya yang seksi itu. Pria tampan itu menyibak rambut Lizzie kemudian menyusupkan kepalanya ke leher jenjang wanitanya.


Lizzie mendongak, dia mengusap kepala sang suami dengan lembut. Tangan besar Edgar membuka kancing dress istrinya lalu menurunkannya beserta braa nya itu.


Edgar langsung membenamkan kepalanya di gunung kembar sang istri yang tampak begitu menantang.


"Umh. "


Setengah jam berlalu Edgar menjauhkan wajahnya. Pria itu tampak puas meski belum bisa melakukan penyatuan. Dia segera memperbaiki pakaian istrinya seperti semula.


Lizzie turun dari pangkuan suaminya. Dia masuk ke dalam dekapan Edgar sambil mengobrol dengan santai. Tangan keduanya juga saling bertautan satu sama lain.

__ADS_1


Wanita cantik itu mengungkapkan kejadian tadi pagi pada sang suami. Edgar justru tergelak kencang tanpa peduli cubitan di perutnya. Lizzie berdecak pelan, dia tampak cemberut dan berusaha melepaskan pelukannya. Edgar tentu saja tak melepaskan istrinya itu.


"Lain kali aku akan mengunci pintu kamar kita sayang. " bujuk Edgar sambil menciumi pipi istrinya.


"Awas saja kalau sampai lupa lagi. " omel Lizzie dengan wajah cemberutnya.


"Iya iya aku janji. "


Edgar menciumnya lagi kemudian beranjak dan kembali ke kursinya. Lizzie sendiri melipat tangannya di dada sambil memperhatikan suami tampannya.


Lizzie POV


Beruntungnya aku memiliki suami seperti kamu Ed, aku harap kita akan selalu bahagia bersama Rion dan Gyana. Aku sangat bahagia memiliki kamu dan anak anak. Tak ada lagi yang aku inginkan selain kebahagiaan keluarga kecil kita. Rasanya ini seperti mimpi bagiku.


Lizzie POV end.


Dering ponsel Lizzie menyita perhatiannya. Wanita itu langsung mengeluarkan ponselnya kemudian menekan tombol hijau.


"Halo mbak Rani, ada apa? " tanya Lizzie dengan lembut.


"Ini nyonya, tuan muda kecil Arion terbangun dan menangis. " ujar Mbak Rani.


"Baiklah aku akan pulang sekarang. " ujar Lizzie.


Tut Dia menyimpan ponselnya dalam tas. Lizzie lekas bangkit dan menghampiri suaminya.


"Sayang aku pulang dulu ya, Arion menangis mencari aku. " ujarnya sambil tersenyum.


Edgar mengangguk, keduanya berciuman sebentar. Pria tampan itu membiarkan istrinya pergi.


Skip


Sampai di Villa, Lizzie lekas masuk ke dalam dan naik ke lantai dua. Mbak Rani langsung ke luar setelah sang nyonya datang. Lizzie segera memberikan asi pada putra kecilnya. Wanita itu tampak begitu menikmati perannya sebagai seorang ibu dari Si kembar Arion dan Gyana.


"Maaf ya sayang mommy baru saja dari kantor daddy. " gumam Lizzie sambil mengusap sayang pipi sang anak.


Dia memperhatikan putranya yang tampak lahap minum asi. Lizzie tersenyum tipis, dia menunggu putranya hingga kenyang. Setelah beberapa saat, dia memperbaiki penampilannya. Wanita itu menepuk pelan bokong sang anak sambil nengoyangkannya. Tak lupa dia menyanyikan lagu sambil memperhatikan si kecil Arion.

__ADS_1


"Kami sangat sayang sama kamu dan Gyana nak, cepatlah besar. " gumam Lizzie.


__ADS_2