Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 29 Alexa & Gavin 2


__ADS_3

Pagi harinya Gavin terbangun, pria itu mengusap sebelahnya yang kosong. Gavin membuka kedua matanya kemudian duduk dengan tegap. Dia langsung menatap sekelilingnya dan tak menemukan sosok istrinya.


Gavin turun dari ranjang, bergegas pergi ke kamar mandi. Selesai melakukan aktivitas paginya, Gavin segera memakai pakaian kerjanya. Setelah selesai dia langsung ke luar dan turun ke bawah.


Seperti biasa Alexa melayani sang suami dengan baik. Wanita hamil itu menyapa sang suami meski tak ada balasan dari Gavin. Alexa merasa ada yang di sembunyikan suaminya.


"Aku berangkat dulu. " ujar Gavin. Pria itu langsung beranjak dari meja makan dan pergi begitu saja. Hati Alexa mencelos sakit melihat perubahan sikap suaminya. Wanita hamil itu lantas bangun, segera menyusul suaminya.


"Apa menurutmu Alexa pembawa sial dalam hidupku. " ceplos Gavin yang entah berbicara dengan siapa di telepon.


Deg


Hati Alexa berdenyut nyeri mendengar pernyataan sang suami barusan. Wanita hamil itu mengurungkan niatnya mendorong pintu.


Cklek


"Mas Gavin. " ucap Alexa sambil tersenyum. Gavin menyimpan ponselnya dalam saku, dia menoleh dengan raut terkejutnya.


"Aku mendengar ucapan kamu


mas! " ungkap Alexa tanpa basa basi. Wanita itu lantas melepaskan cincin pernikahannya, Gavin terkejut melihatnya.


Alexa membuangnya ke tanah, dia menganggap cincin itu tak lagi berguna seperti dirinya di mata suaminya.


"Maaf telah menyusahkanmu selama ini dan terimakasih kamu telah menampung aku! " gumam Alexa dengan mata berkaca kaca.


"Lexa, aku bisa jelaskan. " Gavin langsung mendekat namun Alexa memundurkan langkahnya. Wanita hamil itu menangis tersedu sedu,dia berusaha menekan rasa sesak dalam dadanya.


Alexa juga melepaskan kalungnya kemudian melemparnya pada Gavin. Wanita hamil itu berjalan melewati suaminya begitu saja. Gavin tentu saja langsung mengejar sang istri.


Wanita hamil itu tak menyangka jika suaminya bisa berkata kejam. Ternyata selama ini cinta Gavin hanyalah palsu untuknya.


"Alexa tunggu sayang. " teriak Gavin. Alex hanya fokus ke depan tanpa peduli dengan teriakan suaminya.


Gavin mengenggam kalung dan cincin yang di buang oleh istrinya. Pria itu merutuki kebodohannya yang tak bisa menjaga tutur bicaranya.

__ADS_1


Pria itu langsung lari menghampiri sang istri. Dia berhasil menahan istrinya yang kehilangan keseimbangan. Gavin begitu panik melihat sang istri tak sadarkan diri.


Dia langsung membawanya pulang, membaringkan Alexa di atas ranjang kemudian menghubungi dokter pribadinya.


"Tolong jangan buat nyonya Alexa stres tuan, stress dan banyak pikiran akan menghambat perkembangan bayinya. " jelas dokter.


"Saya mengerti dokter. " gumam Gavin.



Gavin lebih dulu mengantar dokter ke luar setelah itu kembali ke kamar. Pria itu berbaring di sebelah sang istri sambil meminta maaf. Alexa hanya mampu menangis dalam pelukan. suaminya.


Beberapa menit berlalu wanita hamil itu mulai tenang.


"Semua benda itu bukan milikku dan aku tak berhak memakainya. " ujar Alexa menepis tangan sang suami. Gavin berusaha menyematkan kembali cincin sang istri namun Alexa menolaknya.


Wanita itu begitu takut kehilangan calon bayi dalam perutnya. Gavin sendiri menghela nafas panjang, dia perlu bersabar menghadapi kemarahan sang istri.


Alexa memilih bersandar di headboard. Tangannya mengusap perut buncitnya berulang kali. Entah apa yang tengah dia pikirkan sekarang.


"Maafin aku sayang, maaf aku tak bisa menjaga ucapanku sendiri. " sesal Gavin.


"Aku sadar mas. di awal pernikahan kita, aku bukanlah wanita suci. Aku hanya wanita bekas dari laki laki lain yang kamu nikahi. " gumam Alexa sambil menitikkan air matanya.


Gavin turut menangis mendengar sang istri mengingatkan masa lalu. Alexa menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada sang suami. Wanita hamil itu tetap kekeh dengan pilihannya yang ingin mengakhiri pernikahan mereka.


"Mengenai baby kita, kita masih tetap orang tuanya mas. " ungkap Alexa.


Keheningan melanda keduanya, Gavin gagal membujuk istrinya untuk memaafkan dirinya. Pria itu memilih ke luar dari kamar, memberikan ruang untuk Alexa berpikir jernih.


Alexa kembali menangis tergugu, ucapan suaminya terngiang dalam kepalanya. Hatinya begitu hancur mendapati suaminya sendiri menganggapnya pembawa sial.


"Apa yang terjadi bukan salahku tapi kenapa mas Gavin menganggap Derian membalas mas Gavin karena berhubungan denganku. " gumam Alexa lirih.


Wanita itu mengusap calon bayinya dengan lembut, berharap kelak sang anak tak ikut membencinya. Alexa lantas bangun dan pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Selesai membersihkan diri dan berpakaian. Alexa lantas ke luar dari kamar. dan menuruni tangga dengan hati hati.


"Maaf nyonya, si ruang tamu ada nyonya dan tuan besar. " ujar sang pelayan.


"Baiklah aku akan ke sana. " Alexa bergegas menemui kedua mertuanya. Wanita hamil itu memilih duduk di sofa lain, berjauhan dari sang suami.


Gavin menatap sendu kearah sang istri tanpa mengatakan apapun. Orang tua Gavin yang melihatnya mengerutkan kening heran.


"Kalian ada masalah? " tanya Mami pada anak dan menantunya.


"Tak ada Mam, hanya masalah


kecil. " sahut Alexa sambil memaksakan senyumnya. Mami mengangguk begitu saja dengan jawaban sang menantu.


"Mi, aku ingin bicara dengan istriku sebentar. " ujar Gavin. Mami dan papi mengangguk, dua paruh baya itu memilih pergi ke kamar tamu.


Gavin langsung mendekat, dia meminta maaf pada istrinya dengan sungguh sungguh. Air mata Alexa kembali turun,sungguh keputusan dirinya ini begitu menyiksanya.


"Kamu boleh tampar aku sayang tapi aku mohon aku tak ingin pisah dari kamu. " gumam Gavin dengan mata berkaca kaca.


Alexa langsung memukuli dada suaminya,meluapkan kesakitan hatinya. Gavin memeluk sang istri, dia hanya pasrah membiarkan istrinya memukuli dirinya.


"Aku menyesal sayang, aku lepas kendali hingga berbicara begitu kejam tentang kamu. " gumam Gavin menyesali ucapannya. Alexa berhenti memukuli suaminya, dia memeluk sang suami sambil mengusap perutnya.


Beberapa menit kemudian, Gavin menegangkan pelukannya. Pria tampan itu mencium lembut bibir sang istri di balas Alexa. Dia mengakhiri ciumannya, mengusap pipi chubby sang istri.


"Aku mohon jangan bilang cerai lagi sayang, kamu bisa pukul aku dengan apapun sebagai hukuman. " ujar Gavin dengan sungguh sungguh.


Alexa mengusap pipi sang suami, menghapus air mata Gavin begitu juga sebaliknya. Wanita hamil itu juga menyesali ucapan dirinya yang terbawa emosi dan kecewa hingga meminta cerai.


Gavin mengeluarkan cincin dari sakunya kemudian menyematkan ke jari sang istri. Dia juga memakaikan kembali kalung ke leher Alexa.


"Maafin aku mas, aku juga salah karena terbawa emosi dan kecewa. " gumam Alexa dengan lirih.


"Kita sama sama salah sayang, kita perlu intropeksi diri masing masing setelah ini. " ujar Gavin yang di angguki Alexa.

__ADS_1


__ADS_2