Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 33 Bertemu Jessica


__ADS_3

Pukul sembilan pagi, Lizzie bersama Sekar menghadiri sebuah fashion busana di salah satu gedung megah menjulang tinggi. Wanita hamil itu datang bersama Sekar, asistennya.


Kini keduanya duduk bersebelahan, mereka memperhatikan para model yang tampil memamerkan pakaian yang di kenakannya.


Fokus Lizzie tertuju pada wanita bergaun merah. Dia tentu saja terkejut bisa bertemu langsung dengan artis yang menjadi perbincangan panas di sosial media.


"Sekar kau tahu tentang Jessica Claire? " tanya Lizzie dengan pelan.


"Saya sedikit tahu nyonya, nona Jessica artis terkenal sekaligus model. Banyak orang yang mengenal bagaimana petualangannya dalam dunia keartisan. " ucap Sekar dengan pelan.


"Namun di balik kesuksesannya nona Jessica memiliki skandal yang tak banyak orang ketahui. " bisik Sekar lagi.


"Skandal? " Lizzie begitu penasaran namun dia enggan mencari tahu lebih dalam lagi. Fokusnya kembali tertuju pada model yang berjalan di atas panggung.


Suara tepuk tangan memeriahkan acara. Lizzie cukup kagum dengan fashiow show yang di adakan nyonya Isabelle. Beberapa jam kemudian Lizzie mengajak Sekar menemui Jessica Claire.


"Apa kalian berdua fansku? " tanya Jessica dengan nada angkuhnya.


"Tentu saja bukan nyonya, perkenalkan saya ini Lizzie Glover Smith. " ujar Lizzie dengan senyuman manis nya.


"Oh aku kira kalian fansku. " ujar Jessica dengan wajah datarnya. Wanita itu langsung duduk di kursi di ikuti Lizzie dan Sekar.


Lizzie menawarkan Jessica sebagai model dalam peragaan busana miliknya satu bulan nanti. Jessica tanpa basa basi menolak tawaran tersebut. Sekar tentu saja membantu sang atasan untuk membujuk Jessica.


"Kalian hanya membuang buang waktuku. " ujar Jessica. Wanita itu lantas bangkit dan melenggang pergi begitu saja.


"Oh my, wanita itu tak punya attitude sama sekali. " geram Sekar.


"Sst jangan keras keras bicaranya Sekar. " tegur Lizzie yang di angguki Sekar sendiri.


Lizzie memberikan selamat pada nyonya Isabelle atas kesuksesan acaranya. Keduanya mengobrol dengan hangat. Lizzie tentu saja merasa lega melihat sikap hangat yang di tunjukkan nyonya Isabelle padanya.


"Nyonya Lizzie, kau tengah hamil? " tanya nyonya Isabelle padanya.


"Iya nyonya. " jawab Lizzie dengan senyuman manis nya.


"Saya doakan kamu dan calon baby sehat sehat terus sampai lahiran nanti. " ujar nyonya Isabelle.

__ADS_1


"Terimakasih nyonya. "


"Baiklah mari kita berkeliling, melihat karya saya. " ajak nyonya Isabelle yang di angguki Lizzie. Mereka bertiga lekas pergi dari sana menuju ke butik milik nyonya Isabelle.


Setelah dari sana Lizzie dan Sekar mampir lebih dulu ke sebuah restauran.



Keduanya makan siang bersama di temani alunan musik dari piano yang di mainkan.


"Sayang kau di sini? "


Lizzie menoleh, tersenyum lebar melihat sang suami datang menghampirinya. Edgar mencium kening wanitanya, Sekar hanya bisa mengigit bibirnya meratapi kejombloannya.


"Kalian membuat saya iri, nyonya, Tuan. " cetus Sekar.


Edgar langsung duduk di sebelah sang istri. Pria itu terkekeh pelan mendengar pengakuan dari asistennya istrinya itu.


"Boo, apa kamu sudah selesai bertemu klienmu? " tanya Edgar.


"Sudah dan ada masalah yang membuatku bete tadi. " ungkap Edgar dengan wajah masamnya. Lizzie mengerutkan, dia tak mengerti maksud ucapan suaminya.


Pria itu lantas memesan makanan pada sang pelayan. Tak lama pelayan datang membawakan pesanan untuk Edgar. Mereka bertiga makan siang bersama dengan tenang.


Selesai makan siang, Sekar pamit ke butik lebih dulu. Edgar mengajak istrinya masik ke dalam mobil dan melesat pergi. Keduanya lebih dulu pergi ke rumah keluarga Harold.


"Mommy, Daddy. " sapa Lizzie dengan senyuman manisnya.


"Mengenai piknik kita sebaiknya kita tunda gimana sayang, mommy tak ingin kamu kelelahan? " tanya Mommy Shella pada putrinya.


"Enggak papa mom, lanjut aja. Aku nanti bisa istirahat di sana. " sahut Lizzie. Mommy mengangguk, segera mengambil keranjang berisi banyak makanan. Mereka semua langsung ke luar, Harvey ikut bersama opa dan omanya.


Mereka semua langsung pergi ke danau.



Para pria yang menggelar tikar di atas rumput. Mami dan Mommy sibuk menata makanan, mereka cukup banyak membawa camilan dan minuman. Lizzie memilih bersandar di bawah pohon sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


"Sayang sini aku suapi kamu dengan salad. " tawar Edgar. Lizzie mengangguk, dia menerima suapan dari sang suami tercinta.


"Terimakasih boo. " ucap Lizzie setelah selesai makan.


"Sama sama sayang. " Keduanya mengobrol hal serius hingga hal random.


Harvey sendiri di suapi oleh dua omanya. Bocah tampan itu begitu di manja dan di limpahi kasih sayang. Lizzie merasa terharu melihatnya, dia mengenggam tangan sang suami dan fokusnya kembali pada Edgar.


"Aku sangat senang melihat Harvey begitu bahagia dan nyaman bersama kita. " ungkap Lizzie.


"Tentu aku juga bahagia mendengarnya.


Wanita hamil itu mengatakan kegiatannya tadi pada sang suami. Pria tampan itu mengatakan apa yang membuatnya bete pada sang istri tanpa di tutup tutupi.


"Tapi kamu enggak macam macam sama wanita itu kan Boo? " tanya Lizzie dengan tatapan curiganya.


"Tentu saja tidak. " jawab Edgar dengan tegar.


"Awas aja kalau kamu macam macam boo. " ancam Lizzie.


"Aku enggak bakal selingkuh baby, lagipula wanita yang aku cintai hanya kamu. " Edgar mencium tangan istrinya dengan mesra Lizzie langsung memeluk suaminya sebentar kemudian bersandar lagi di pohon.


Mami dan mommy senyum senyum sendiri melihat kemesraan yang terjalin antara Lizzie dan Edgar. Mommy Shella pun merutuki kebodohannya dulu yang menentang keduanya kembali bersama.


"Opa, Oma Vey mau main. " ucap Harvey membuat perhatian mereka teralihkan.


"Jangan jauh jauh ya sayang. " tegur Lizzie yang di angguki putranya.


"Biar aku yang temani putra kita. " Edgar lekas bangkit, kedua pria beda usia itu bermain kejar kejaran. Mami Diora menegur Edgar agar tak menjahili Harvey.


Lizzie kembali tertawa akibat kelakuan suami dan anaknya. Dia tentu saja gemas dan ingin menciumi dua pria penting dalam hidupnya itu. Wanita itu meminum air putih yang di berikan sang mommy. Dia langsung meneguknya pelan pelan.


"Semoga kebahagiaan ini selalu terjalin selamanya. Tak akan ada lagi air mata kesedihan. Aku sangat yakin mampu melewati badai menghadang ke depannya nanti. " gumam Lizzie penuh harap.


Dia menatap sekitarnya terutama awan yang tampak cerah dengan warna biru nya. Suasana di sekitar danau begitu sejuk dan rindang. Lizzie benar benar betah di sana, dia kembali mengusap perutnya.


Merasa bosan, Lizzie mengeluarkan ponselnya. Dia memilih chatting dengan teman temannya di dalam grup chat yang berisi dirinya, Veronica, Sekar dan Alexa. Mereka saling bertukar kabar satu sama lain.

__ADS_1


"Mom, mommy dapet salam dari Alexa. " ucap Lizzie dengan lembut.


"Sampaikan salam balik pada Alexa, nak. " sahut mommy yang di angguki Lizzie. Wanita hamil itu tampak asyik dengan ponsel yang dia genggam.


__ADS_2