
Nyonya Desi menemui Lizzie, menanyakan perihal keberadaan Alexa. Lizzie tentu saja menjawab nya dengan apa adanya. Wanita itu tak tahu keberadaan sang sepupu.
"Aku memang tidak tahu keberadaan Alexa bibi. Mungkin Dia bosan berada dalam kekangan paman dan bibi makanya kabur. " ceplos Lizzie.
"Jaga bicara kamu Lizzie. " pekik Nyonya Desi pada sang keponakan. Wanita paruh baya itu langsung bangkit, memilih pergi dari kediaman Lizzie dan Edgar.
Lizzie menghela nafas panjang. Dia begitu penasaran kemana perginya sepupu menyebalkannya itu. Terdengar suara helaan nafas berat, Lizzie memilih tak ambil pusing. Wanita itu kembali membuka majalahnya.
Dering ponselnya menyita perhatian Lizzie. Dia menaruh majalahnya kemudian mengambil ponselnya. Keningnya berkerut membaca pesan dari nomor tak di kenal.
"Mungkin hanya orang iseng. " gumam Lizzie. Wanita itu lantas pergi ke kamarnya, mengganti pakaiannya dengan bikini. Setelah itu Lizzie pergi ke teras belakang, berenang di sana. Dia telah meminta pelayan menyiapkan buah buahan dan jus untuk dirinya.
Sore harinya Edgar baru pulang dari kantor. Dia memanggil nama istrinya namun tak terjawab.
"Maaf Tuan, Nyonya Lizzie berada di teras belakang. " ujar pelayan dengan sopan. Edgar segera menyusul istrinya ke belakang. Setelah melepaskan pakaiannya hingga hanya tersisa celana pendek pria itu langsung melompat ke dalam kolam.
Byur
"Sayang aku panggil panggil ternyata kamu ada di sini. " gumam Edgar sambil menciumi bahu Lizzie. Lizzie menoleh, mengalungkan tangannya ke leher sang suami.
Edgar membawa istrinya ke sudut kolam. Lizzie mengatakan perihal kedatangan bibinya tadi.
"Apa kau tak berniat membantu mereka mencari Alexa? " tanya Edgar memastikan.
"Tak usah boo! " sahut Lizzie dengan santai. Edgar menuruti perintah sang istri. Dia melepaskan pelukannya, mereka kembali berenang sambil bercanda.
Satu jam berlalu mereka naik ke atas, duduk di kursi sambil menikmati potongan buah yang telah di siapkan. Keduanya mengobrol hal yang serius hingga hal random.
Selesai makan pasangan suami istri itu memilih ke dalam dan pergi ke kamar mereka. Keduanya segera mengganti pakaian masing masing.
Melihat suaminya tengah mandi membuat Lizzie menghampiri ponsel Edgar yang berbunyi. wanita itu lantas mengambilnya, membuka pesan yang masuk ke dalam.
__ADS_1
Deg
From xx
Hai Edgar sayang, aku akan segera kembali padamu dan kita akan hidup bersama.
Lizzie buru buru menghapus pesan itu kemudian mengembalikan ponsel sang suami. Hatinya bergemuruh hebat setelah membaca pesan asing itu.
"Sayang ada apa kenapa kamu melamun? " tanya Edgar.
Lizzie menoleh, dia memaksakan senyumnya di depan sang suami. Wanita itu mengatakan dirinya baik baik saja lalu pamit ke luar. Edgar hanya mengangkat bahunya, dia segera berpakaian. Pria itu mengambil ponselnya lalu turun ke bawah dan pergi ke ruangan kerjanya.
"Siapa yang barusan mengirim pesan pada Edgar? " batin Lizzie.
Wanita itu tampak gelisah, berusaha menerka siapa yang menghubungi Edgar tadi. Lizzie berusaha menenangkan dirinya, mencoba berpikir positif.
"Mungkin itu hanya ulah orang iseng, kamu harus lebih percaya dengan suami kamu sendiri Lizzie. " gumam Lizzie pada dirinya sendiri. Dia menghembuskan nafas panjang, berusaha tetap berfikir positif saat ini.
"Kenapa hm? " tanya Edgar sambil mengusap punggung istrinya. Lizzie mengeratkan pelukan sang suami tanpa mengatakan apa apapun. Edgar menghela nafas panjang, memilih mengalah dan tak bertanya.
Lizzie melepaskan pelukannya, dia menarik gaunnya kemudian melemparnya. Wanita itu kini melepaskan pakaian mereka hingga sama sama polos. Edgar meneguk salivanya melihat pemandangan indah di depannya ini.
Lizzie mulai melakukan penyatuan dan bergerak. Suara des4h4n dan er4ng4n menggema di dalam ruangannya kerja Edgar. Edgar sendiri meremas pinggang sang istri, turut memberikan huj4man dari bawah.
Dua jam kemudian kegiatan panas itu berakhir namun posisi keduanya tetaplah int1m. Lizzie mengatur nafasnya yang tersengal, dia menatap lekat wajah tampan suaminya. Entah apa yang tengah dia pikirkan sekarang.
"Aku takut kehilangan kamu boo. " gumam Lizzie dengan lirih.
"Kenapa kamu tiba tiba bicara seperti itu baby? " tanya Edgar dengan lembut.
Pria itu mendekap tubuh polos wanitanya. Lizzie pun hanya menggeleng, wanita itu mendaratkan kecupan di bibir Edgar. Edgar lekas membaringkan istrinya di sofa, mereka kembali melakukan percintaan panas yang lebih liar di sana.
__ADS_1
Edgar melepaskan penyatuan mereka, memakaikan pakaian pada masing masing setelah itu membawa istrinya ke luar menuju ke kamar mereka.
Kedua nya segera membersihkan diri di kamar mandi. Setelah selesai Lizzie segera berpakaian begitu juga dengan Edgar. Wanita itu tampak tenang setelah bercint4 dengan sang suami.
"Sayang, ayo aku ajak kamu menemui mami! " ujar Edgar.
"Benarkah boo? " Lizzie memekik senang mendengar pernyataan suaminya. Edgar mengangguk, Lizzie segera bersiap setelah itu mereka ke luar. Keduanya lantas masuk ke mobil, Edgar melajukan roda empatnya meninggalkan Villa.
Setelah satu jam lamanya mereka sampai di mansion Glover. Edgar dan Lizzie segera turun dari mobil mereka, keduanya lantas masuk ke dalam dan menyapa mami.
Nyonya Diora menyambut kehadiran sang menantu. wanita paruh baya itu langsung memeluk Lizzie. Lizzie merasa lega setelah bertemu sang mertua yang begitu menerima dirinya sebagai menantu.
"Ayo duduk dulu. " ajak mami Diora. Lizzie dan Edgar langsung duduk di sofa dengan nyaman. Wanita paruh baya itu mencoba mendekatkan diri dengan sang menantu.
"Maaf ya sayang mami enggak bisa hadir dalam pernikahan kamu dengan Edgar. " sesal Mami Diora.
"Enggak papa Mami. " jawab Lizzie sambil tersenyum manis.
"Harusnya kalian pergi honeymoon bukan? " tanya Mami pada putra dan menantunya. Edgar dan Lizzie saling melirik satu sama lain. Lizzie menjelaskan tentang kesibukan dirinya dan sang suami pada mertuanya.
Mami Diora mengangguk paham. Lagipula masih banyak waktu untuk Edgar dan Lizzie honeymoon. Dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keduanya.
Edgar sendiri hanya diam mendengarkan obrolan istri dan mommy nya. Pria itu cukup lega melihat sang mommy menerima Lizzie dengan tangan terbuka.
"Ngomong ngomong kalian tidak menunda memiliki momongan
'kan? " tanya Mami Diora.
"Enggak mom, lagipula kegiatan ranjang kami seperti minum obat. " ceplos Lizzie sambil tertawa. Edgar hanya bisa terkekeh pelan mendengar ucapan frontal istrinya. Suasana kini berasa ramai dan ceria, obrolan mertua dan menantunya itu cukup mengasyikkan.
"Sabar mami, kami pasti akan segera memberikan cucu untuk mami secepatnya." sahut Edgar dengan santai.
__ADS_1
"Mami tunggu ya. " jawab Mami Diora sambil tersenyum menggoda sang menantu. Lizzie hanya bisa tersenyum sambil mencubit paha sang suami. Ketiganya tertawa bersamaan, hati Lizzie benar benar bahagia saat ini.