
Hari berikutnya Jessica meminta suster mengantarkan dirinya ke ruangan Harvey. Terjadi keributan di antara wanita itu dengan Landon.
Nara berusaha menenangkan sang calon suami lalu membujuknya. Pada akhirnya keduanya mengizinkan Jessica menemui Harvey. Suster membawa mendorong kursi roda Jessica.
"Harvey, Harvey maafin mommy nak. " gumam Jessica pelan.
Wanita itu tampak menyesali semuanya termasuk sikapnya pada putra kandungnya sendiri. Jessica terus berbicara, berharap Harvey segera sadar nantinya.
Landon dan Nara hanya diam. memperhatikan apa yang di lakukan Jessica.
Dua jam berlalu, Jessica meminta suster mendorong kursi rodanya pergi. Dia terakhir mencium kening sang anak dan mengungkapkan penyesalannya.
"Kita pergi suster! "
"Baik nyonya. " suster segera membawa ke luar nyonya Jessica.
Tak lama setelah kepergian Jessica, Harvey menggerakkan tangannya. Landon segera memanggil dokter untuk memeriksa putra mereka.
"Harvey telah sadar sayang. " gumam Nara sambil tersenyum.
Dokter segera memeriksa keadaan Harvey saat ini. Raut wajah dokter tampak sumringah.
"Harvey telah sadar dan keadaannya telah pulih. " ungkap dokter. Nara tentu saja langsung menciumi putranya itu dan mengajaknya bicara.
Setelah dokter pamit ke luar, Landon segera mendekati putranya. Dia membantu sang anak bersandar di headboard ranjang.
"Mami, Papi. " gumam Harvey dengan senyuman lebarnya.
"Iya sayang kami di sini. " sahut Nara dengan mata berkaca kaca. Wanita hamil itu menciumi putera tersayangnya itu. Hal yang sama di lakukan oleh Landon. Keduanya begitu bersyukur akan sadarnya Harvey dari komanya.
__ADS_1
"Mami, tadi aku seperti mendengar suara mommy Jessica. " ungkap Harvey. Landon dan Nara saling melirik satu sama lain. Keduanya pun mendadak bungkam, Nara kembali fokus pada Harvey dan mengatakan kebenaran.
Mereka juga memberitahu perihal kehamilan Nara. Harvey memeluk senang lalu memeluk sang mami lagi.
Nara mengusap kepala putra sambungnya itu. Bibirnya melengkung membentuk senyuman samar.
Di sisi lain Jessica memilih pergi dari kehidupan putra kandungnya. Saat ini wanita itu telah di jemput teman lamanya.
"Jes,kau yakin ingin meninggalkan kota ini? "
"Iya, tapi aku boleh pinjam ponselmu Fan! "
Jessica mengirim pesan pada Nara. Dia berharap Nara mau memenuhi keinginan nya ini. Setelah selesai dia menyerahkan kembali ponselnya pada sang teman. Rivan lekas membantunya naik ke dalam mobil, lalu menyimpan kursi rodanya di belakang.
Rivan melajukan roda empatnya meninggalkan area rumah sakit. Sepanjang jalan wanita itu lebih banyak melamun. Selama ini dia telah gagal menjadi ibu dari anak laki laki bernama Harvey.
"Semoga kamu selalu bahagia dengan keluarga barumu nak! "
Rivan sendiri hanya diam dan tetap fokus pada jalan di depan.
Skip
Bandara
Keduanya telah berada di dalam pesawat. Rencanannya Rivan akan membantu Jessica berobat ke luar negeri.
Malamnya mereka baru sampai di negara K. Kini keduanya dalam perjalanan menuju ke penthouse milik Rivan. Tiba di sana Rivan memanggil sopir untuk membawa koper dan kursi roda ke dalam kamar mereka. Pria itu sendiri langsung menggendong Jessica lalu membawanya ke dalam.
"Van, rasanya aku menjadi wanita tak berguna dan maaf telah merepotkan kamu. " ungkap Jessica dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
"Inilah karma untukku atas apa yang aku perbuat terutama pada Harvey, putraku sendiri. " gumam Jessica.
"Sudahlah Jes, semuanya telah terjadi dan kamu hanya perlu mengubah perilaku burukmu itu. " tegur Rivan dengan bijak.
Rivan membawanya ke kamar mandi. Pria itu membantu Jessica membuka pakaiannya, lalu masuk ke dalam jakuzzi.
"Lepas Van, sebaiknya kamu ke
luar. " pinta Jessica memohon.
"Aku akan tetap di sini Jes menemani kamu. " bisiknya. Rivan mengecupi leher Jessica dari belakang.
Satu jam berlalu keduanya telah selesai berpakaian. Rivan membawa Jessica ke atas ranjang, pria itu memilih berbaring di sebelahnya.
Sementara Di negara X
Nara tampak terkejut dengan pesan perpisahan dari Jessica. Wanita itu kembali menoleh kearah putranya yang telah tertidur. Dia pun memilih berbaring di sofa yang lumayan luas setelah menaruh ponselnya di atas meja.
Keesokan harinya mereka langsung pulang setelah dokter memastikan keadaan Harvey pulih. Nara menggeleng pelan melihat kemanjaan putra sambungnya. Kini mereka bertiga berada di dalam mobil.
Sepanjang perjalanan Nara mengobrol dengan si tampan Harvey. Harvey kembali terdiam, entah apa yang di pikirkan bocah tampan itu.
"Mami, apa mami tahu di mana mommy Jessica? "
Deg
Nara terdiam, dia tampak bingung harus menjelaskan apa pada sang anak. Wanita hamil itu menghela nafas panjang dan memberitahukan alasan sebenarnya pada Harvey mengenai Jessica.
Sampai di rumah ketiganya lekas turun dan masuk ke dalam apartemen. Nara menggandeng Harvey masuk ke dalam. Landon mengulas senyumnya melihat kedua orang tersayang nya itu.
__ADS_1