
Kota Asveille, Negara Z
Siang itu dua insan suami istri tengah di mabuk cinta. Mereka saat ini berada di Pantai. Edgar memotret istrinya yang tampak cantik dengan dress berwarna merah.Setelah menyimpan ponselnya, pria itu mengajak sang istri menikmati kuliner yang ada di Resto.
Edgar memesan makanan seperti sandwich, spaghetti, macha latte dan kopi hitam.
"Sayang kamu harus makan yang banyak, aku suka wanita yang tampak berisi. " cetus Edgar.
"Entar kalau aku jadi gendut gimana, nanti kamu malah berpaling lagi. " decak Lizzie.
"Mana mungkin aku selingkuh sayang, kamu ada ada aja. " sahut Edgar. Keduanya melanjutkan makannya hingga selesai. Lizzie begitu bahagia, dia begitu menikmati masa masa honeymoon dengan sang suami.
Teringat dengan pembicaraannya bersama sang sahabat membuat Lizzie khawatir. Wanita itu menghela nafas panjang, dia khawatir jika Jonathan hanya menjadikan
Veronica sebagai pelarian pria itu.
"Sayang kenapa kamu melamun? " tanya Edgar pada sang istri.
"Aku kepikiran Veronica, Boo. dia menjalin hubungan dengan Jonathan, aku khawatir jika Jo hanya memanfaatkan sahabatku saja. " ungkap Lizzie dengan wajah cemas nya.
Edgar menghela nafas panjang, dia paham dengan kekhawatiran yang di rasakan sang istri. Pria itu lantas mengenggam tangan sang istri tercinta.
"Sudahlah mereka sudah dewasa, lebih baik kita fokus pada masa depan kita saja baby. Jika terjadi sesuatu Veronica pasti akan cerita sama kamu! " pungkas Edgar menyampaikan pendapatnya.
Lizzie tentu saja setuju dengan apa yang di katakan suaminya barusan. Keduanya lekas bangkit, mereka memutuskan kembali ke pantai dan jalan jalan di sekitaran sana.
Keduanya memilih duduk di bawah pohon kelapa sambil meminum es kelapa muda. Lizzie menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Lihat Boo, banyak turis bule yang datang. Aku bisa memanjakan mata selain itu juga bisa melihat pria pria tampan. " ceplos Lizzie.
"Baby. " pekik Edgar dengan tatapan tajam nya menghunus mata sang istri yang nakal. Lizzie terkikik melihat sang suami merajuk.
"Boo kamu juga bisa melihat pepaya gantung milik para wanita di sini. " ungkap Lizzie sambil meledek sang suami. Raut wajah Edgar berubah masam melihat istrinya yang asyik menertawakan dirinya.
"Oke aku berhenti. " ujar Lizzie mengalah.
__ADS_1
Edgar berdecak pelan, mengangkat istrinya ke atas pangkuannya. Dia langsung mencium bibir istri nakalnya yang usil.
Lizzie mengalungkan tangannya, membalas ciuman suami pencemburunya. Edgar mengakhiri ciuman mereka, keduanya menatap satu sama lain dengan pandangan memuja. Wanita cantik itu mengusap rahang kokoh suaminya, mendaratkan kecupan di sudut bibir Edgar.
Lizzie masuk ke dalam dekapan sang suami. Mereka benar benar memanfaatkan momen honeymoon untuk saling mengenal satu sama lain. Keduanya juga berusaha saling mengintrospeksi diri masing masing.
"I love you Boo. " ucap Lizzie sambil tersenyum.
"Me too baby! " balas Edgar tak kalah mesranya.Banyak hal yang mereka obrolkan di sana termasuk masa depan dan rencana memiliki baby.
Sore harinya mereka baru kembali ke Resort.
Keduanya memilih berenang di dalam kolam. Lizzie mengenakan
bikini berwarna biru dengan tali di bagian perut. Pasangan suami istri itu asyik berenang sambil menikmati keindahan panorama sekitar.
"It's beautiful scenery and romantic place. " gumam Lizzie mengamati sekitarnya.
"But for me, you are the most beautiful sight in my eyes. " sahut Edgar dengan tatapan penuh cintanya.
"Ish gombal. " Lizzie mendorong dada suaminya kemudian melanjutkan berenangnya. Wanita itu meledek sang suami dan terjadi aksi kejar kejaran di dalam kolam.
"Kau sumber bahagiaku Ed, semoga kita selalu seperti ini dan bisa menghadapi masalah yang datang nantinya. " gumam Lizzie.
Hati Edgar mampu menghangat mendengar ucapan dari istri tercintanya. Pria itu lantas memeluknya dengan mesra, menikmati setiap moment di antara mereka berdua.
Keduanya lantas naik ke atas, Edgar mengajak sang istri masuk ke dalam Resort. Mereka berdua segera mengganti pakaian masing masing. Lizzie duduk di atas sofa sambil menggenggam ponselnya.
Dia memilih menghubungi sang mertua dan bertukar kabar dengan Mami Diora.
"Sayang mami saat ini ada di kediaman orang tua kamu! " ungkap Mami Diora.
"Mommy pasti marah besar sama mami? " tanya Lizzie memastikan.
"Em iya sayang, ini mommy kamu ingin bicara. " sela Mami Diora pada sang menantu.
"No mom, aku belum siap berbicara dengan mommy. " Setelah berbicara sebentar dengan mertuanya, Lizzie segera mengakhiri panggilan teleponnya.
__ADS_1
Lizzie menghela nafas panjang, kejadian kemarin masih membuat nya kesal. Dia merasa sang mommy begitu berlebihan jika membahas Edgar. Lizzie tak peduli jika kedua orang tuanya marah besar padanya. Dia memilih tak ambil pusing, mengambil sebuah majalah dan membuka nya lembar demi lembar.
Edgar datang membawakan minuman untuk keduanya. Setelah menaruh di atas meja pria itu memilih duduk di sebelah sang istri.
Dia tengah memperhatikan raut muram wanitanya.
"Sayang ada apa? "
"Tadi aku mengobrol dengan mami. kata mami, mommy Shella ingin bicara namun aku menolaknya,
Boo! "
"Aku hanya takut bila aku tak bisa mengendalikan emosiku." keluhnya. Edgar menghela nafas berat, dia mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Doakan saja supaya kemarahan mommy cepat mereda. " cetus Edgar dengan bijak. Lizzie menganggukkan kepalanya, dia setuju dengan nasehat dari sang suami.
Wanita itu lantas meminum teh yang di bawakan oleh suami tercintanya setelah itu mengembalikannya ke atas meja.
Tepat pukul tujuh malam, keduanya makan malam bersama dengan suasana romantis. Lizzie tentu saja bahagia, merasa spesial di depan suami tercintanya. Saat ini mereka telah berada di dalam kamar.
"Sayang aku ada kejutan untuk kamu. " ujar Lizzie. Wanita itu segera mengganti pakaiannya dengan lingerie kesukaan sang suami. Tak lupa dia mengambil kue yang dia siapkan.
"Happy Birthday suamiku. " ujar Lizzie dengan senyuman lebarnya. Edgar tentu saja terkejut, bibirnya melengkung sempurna membentuk senyuman lebar.
"Ayo tiup lilinnya boo! "
Edgar make a wish lebih dulu setelah itu baru meniup lilinnya. Lizzie menaruh kuenya di atas meja, dia segera naik ke atas ranjang.
"Aku adalah hadiah pertama untuk kamu, hadiah kedua menyusul
nanti. " cetus Lizzie dengan tatapan nakalnya.Edgar tertawa pelan mendengarnya, seringai terbit di bibirnya.
Pria itu lantas mendorong sang istri dan malam ini menjadi malam penuh cinta untuk keduanya. Lizzie melayani suaminya dengan maksimal di atas ranjang. Wanita itu berusaha menyenangkan sang suami dengan posisi woman on top, posisi favoritnya saat bercint4
Suara er4ng4n dan des4h4n saling bersahutan di dalam kamar mereka berdua. Edgar begitu bahagia di haei istimewanya ini.
Visual Edgar
__ADS_1
Visual Lizzie