Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 21 Pertentangan


__ADS_3

Lizzie tentu saja kesal dengan ucapan sang mommy yang menyetujui dirinya dengan Jonathan. Selama ini dirinya tak ada hubungan apapun dengan Jonathan, hanya sebatas teman.


"Menyebalkan. " gumam Lizzie.



Kini Lizzie asyik berenang di kolam renang belakang. Tanpa dia sadari ada seseorang tengah memperhatikan nya.


"suit. "


Byurr


Edgar langsung melompat ke dalam kolam renang. Pria itu menghampiri sang mantan, memeluknya dari belakang.


"Aakh. " teriak Lizzie.


"Baby ini aku. " bisik Edgar. Lizzie menoleh, dia bernafas lega setelah tahu jika Edgar yang memeluk dirinya. Wanita itu mendorong tubuh sang mantan, dia kembali berenang.


Edgar menghampirinya, kini mereka ada di sudut kolam. Pria tampan itu memperhatikan wanitanya dengan lekat.


"Kenapa kamu menghindar baby? " tanya Edgar pada mantan istrinya.


"Aku kesel sama mommy. " ungkap Lizzie dengan wajah betenya. Wanita itu mengatakan alasan mengapa dirinya menghindari Edgar.


Edgar mengusap wajahnya kasar, memeluk wanitanya dari samping. Lizzie hanya diam saja, entah apa yang tengah dia pikirkan sekarang.


"Kita nikah lagi saja lebih dulu baby. Mengenai orang tua kamu, kita urus nanti. " tawar Edgar.


"Pikirkan saja nanti Ed, aku tak ingin terburu buru menikah kembali. " gumam Lizzie. Wanita itu melepaskan diri dari pelukan sang mantan. Dia lekas naik ke atas, memakai jubahnya kemudian masuk ke dalam. Edgar menghela nafas panjang, segera naik ke atas dan mengambil pakaiannya.


Lizzie memberikan pakaian ganti untuk Edgar dan membiarkan prianya itu berganti pakaian. Wanita itu langsung pergi ke kamarnya.


Dering ponsel milik Lizzie berbunyi, wanita itu segera mengambilnya. Ternyata sang daddy yang menghubungi dirinya saat ini.


"Lizzie apa kamu sedang bersama Edgar saat ini? " tanya Daddy Farhan tanpa basa basi.

__ADS_1


"Darimana daddy tahu? " tanya Lizzie yang terkejut.


"Bukankah selama ini kamu bilang tak ingin berhubungan lagi dengan mantan suami kamu itu Lizzie. " ujar Daddy Farhan.


"Daddy minta suruh Edgar pergi dari penthouse kamu, daddy hanya tak ingin kamu tersakiti lagi olehnya


nak. " ujar Tuan Farhan pada putrinya.


Lizzie hanya diam tak mengatakan apapun. Dia mendengarkan nasehat bijak sang daddy. wanita itu pula juga mengungkapkan isi hatinya.


"Tolong katakan sama mommy Dad, antara aku dan Jo hanya teman semata. " ujar Lizzie dengan tenang. Wanita itu mengakhiri obrolannya dengan sang daddy. Dia memilih ke luar dari kamar dan menuruni tangga.



"Daddy dan mommy menentang aku kembali pada kamu Ed. " ungkap Lizzie dengan jujur.


"Aku besok akan menemui mereka Liz, kamu tenang saja. " sahut Edgar dengan tenang.


"Aku hanya perlu bukti bukan janji manis Tuan Edgar! "


Edgar hendak kembali berbicara namun ponselnya berdering. Pria itu lantas mengangkatnya, segera mengobrol dengan sang asisten. Mendapati ada klien yang hendak menemui dirinya besok membuatnya mengumpat pelan.


"Untuk sementara kita nikmati saja status kita yang sekarang. Lagipula belum apa apa kamu sudah ingkar janji bukan? " sindir Lizzie.


"Maaf, baiklah aku pulang dulu Liz. " ujar Edgar. Pria tampan itu langsung pergi meninggalkan kediaman mantan istrinya.


Lizzie tampak kecewa namun dia memilih pasrah. Dia sangat yakin jika Edgar tak akan menyerah begitu saja untuk memperjuangkan dirinya.


Lizzie POV


Apa yang harus aku lakukan sekarang, jujur aku masih mencintai Edgar. Namun sepertinya mommy dan daddy tak akan memberikan restunya pada aku dan Edgar. Edgar, kenapa jalan kita untuk kembali lagi begitu sulit, apa memang kita tak di takdirkan untuk bersama lagi. Apa aku harus menerima Jonathan dan menghapus cintanya pada Edgar?


Lizzie POV end.


Di sisi lain

__ADS_1


Edgar tampak lemas, saat ini pria itu berada di kediaman sang mami. Dia mengungkapkan keluh kesahnya serta keinginannya pada sang mami. Mami Diora cukup sedih dengan keadaan putranya yang rapuh.


"Kau harus membuktikan jika semuanya yang terjadi hanyalah salah paham. Yakinkan pada kedua mantan mertuamu nak. " ucap Mami Diora dengan bijak.


"Tapi apa bisa mi, mengingat om Farhan begitu benci padaku. " gumam Edgar dengan lesu. Mami Diora menepuk pundak sang anak, dia memberikan dukungan pada putranya.


"Selain itu aku memiliki rival yang cukup berat mi, dia Jonathan teman dekat Lizzie. " ungkap Edgar.


Mami Diora meminta sang anak untuk bersaing secara sehat. Dia hanya bisa memberikan nasehat pada Edgar yang tengah galau. Edgar menyandarkan tubuhnya di sofa.


Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Edgar. Saat ini pria tampan itu tengah mencari jalan ke luar dari permasalahannya. Edgar mengeluarkan ponselnya, mengutus sang asisten untuk mencari tahu mengenai Jonatan.


Dia menaruh ponselnya ke dalam saku celana setelah urusannya selesai.


"Aku ke kamar dulu mami. " Edgar lekas bangkit meninggalkan mami nya sendirian di ruang tamu. Mami Diora tentu saja tak akan tinggal diam, sepertinya dia perlu menemui kedua mantan besannya besok.


Wanita paruh baya itu lekas menghubungi orang tua Lizzie dan mengajak ketemuan besok. Setelah selesai dia menaruh kembali ponselnya di atas meja.


Larut malamnya Lizzie berada di balkon kamarnya. Wanita itu menatap derasnya hujan yang membasahi tanah. Wanita itu berulang kali menghembuskan nafas berat. Dia begitu memikirkan hubungan di antara dirinya dan Edgar.


Merasa hawa semakin dingin, Lizzie memilih masuk ke.dalam dan menutup pintu balkon. Wanita itu naik ke atas ranjangnya, menaiki ranjang dan bersandar di headboard.


Lizzie mengambil buku, guna mengalihkan pikirannya saat ini. Setelah beberapa menit, dia mengembalikan bukunya. Janda cantik itu mengambil alih ponselnya lalu menghubungi Jonathan.


"Halo Jo, bisakah kita bertemu? " tanya Lizzie memastikan.


"Apa kau merindukanku sayang? " tanya Jonathan.


"Oh come on Jo, aku sedang tidak bercanda please. " ujar Lizzie dengan serius.


"Oke, oke kita bertemu besok. " Jonathan menghentikan tawanya. Mereka mengobrol melalui telepon dengan santai. Lizzie mengakhiri obrolannya dengan Jonathan. Dia hanya membalas ucapan selamat malam dari pria tampan itu.


Lizzie mengingat kebaikan Jonathan selama ini padanya. Dia menghela nafas panjang, wanita itu merasa bersalah pada Jonathan.


"Jujur Jo, aku tak tega menjadikan kamu pelarian aku. " gumam Lizzie. Namun bagaimana lagi cinta tak bisa di paksakan dengan cara apapun. Dia berharap keputusannya ini sangatlah tepat. Lizzie tak ingin menghancurkan perasaan pria sebaik Jonathan.

__ADS_1


Wanita itu segera berbaring di atas ranjang, tangan kanannya menarik selimut hingga ke atas. Lizzie mencoba menutup kedua matanya,dia perlu beristirahat saat ini.


Sesaat kemudian Lizzie kembali membuka matanya. Dia teringat dengan obrolan kedua orang tuanya. Terdengar suara umpatan kasar ke luar dari bibir Lizzie. Saat ini dia begitu dilema, bingung harus memilih siapa di antara Jonathan atau Edgar.


__ADS_2