
Di belahan negara lain, Alexa telah menikah dengan Gavin. Wanita itu kini mengandung anak pertama mereka. Usia kandungan Alexa masuk bulan ke lima.
Selama satu setengah tahun Alexa dan suaminya sepakat untuk menundanya. Baru tepat Dua tahun pernikahan mereka tak lama kemudian Alexa hamil.
"Om Gavin. " Wanita hamil itu sangat suka menjahili sang suami. Gavin paling tidak suka jika istrinya memanggil dirinya dengan om.
Calon hot Daddy itu hanya diam saja tak menoleh. Alexa terkikik geli melihat suaminya merajuk. Wanita hamil itu lantas naik ke pangkuan sang suami.
"Bercanda mas, kamu lucu kalau ngambek yah. " ledek Alexa sambil menoel pipi suaminya. Gavin menghela nafas panjang, dia menoleh dan menatap penuh cinta sang istri.
Gavin mencium istrinya yang di balas oleh Alexa. Pria itu segera mengakhiri ciumannya, tangannya menyentuh perut buncit sang istri.
"Bagaimana kabar mami dan papi sekarang ya? " celetuk Alexa tiba tiba.
"Kau merindukan mereka sayang? " tanya Gavin pada sang istri. Alexa mengangguk, Gavin mengusap sayang pipi sang istri.
Wanita hamil itu mengungkapkan keinginannya pada sang suami. Gavin mengeluarkan ponselnya, dia segera menghubungi asistennya.
"Besok kita akan kembali ke negara X menemui orang tua kamu dan melakukan apa yang kamu inginkan disana. " ucap Gavin dengan lembut.
"Terimakasih mas. " jawab Alexa dengan senyuman manisnya. Dia begitu beruntung mendapatkan suami sebaik Gavin. Mereka kembali berpelukan dengan mesra.
Gavin menurunkan istrinya, pria itu mengajaknya ke luar dari kamar dan pergi ke taman. Calon hot daddy itu membantu istrinya duduk di sebuah kursi. Alexa mengusap perut buncitnya dengan penuh kasih sayang.
"Mas kau ingin anak laki laki apa perempuan? " tanya Alexa pada sang suami.
"Apa saja yang penting sehat. " jawab Gavin.
"Bisakah kamu mengambilkan ponsel aku mas. " pinta Alexa yang di angguki sang suami.
Gavin langsung bangkit, dia kembali ke dalam. Alexa sendiri mengajak bicara calon bayi dalam perutnya. Tak lama Gavin kembali dan menyerahkan ponsel milik sang istri.
Alexa segera menghubungi nomor sang sepupu, Lizzie. Setelah mengatur nafasnya dia segera menekan tombol hijau dalam layar ponsel miliknya.
__ADS_1
"Halo Liz. " sapa Alexa dengan lembut.
"Alexa? " tanya Lizzie memastikan.
"Iya ini aku Alexa. " jawab Alexa sambil tersenyum. Wanita itu kini melakukan panggilan video call,dia menanyakan kabar sekaligus minta maaf.
"Kau ke mana saja Lexa? " tanya Lizzie mendesak.
"Ceritanya panjang, besok aku akan memberitahu kamu kalau sudah sampai di negara X. " gumam Alexa. Setelah beberapa menit Alexa mengakhiri video call nya.
Alexa merasa lega setelah mendapatkan maaf dari Lizzie meski begitu bertemu secara langsung mungkin akan lebih baik. Gavin mencium kening istrinya dengan lembut, merangkulnya dari samping.
"Kayaknya buah di kulkas habis deh, kita beli yuk mas. " ajak Alexa. Gavin mengangguk, dia membantu istrinya bangun. Mereka menuju ke parkiran kemudian masuk ke dalam mobil.
Gavin melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa menit mereka sampai di pusat perbelanjaan. Pria itu turun lebih dulu kemudian membantu sang istri.
Keduanya lantas masuk ke dalam toko. Gavin lebih dulu mengambil troli, dia meminta list yang di buat sang istri. Alexa sendiri di minta menunggu, tentu saja wanita hamil itu menuruti perintah suaminya.
"Alexa. " Wanita hamil itu menoleh ke belakang. Dia terkejut melihat sosok mantan kekasihnya. Derian menilai penampilan Alexa yang berubah drastis, fokusnya tertuju pada perut buncit Alexa.
"Iya ini buah hati aku dan mas Gavin suamiku. " jawab Alexa dengan wajah datarnya. Derian langsung membulatkan kedua matanya.
"Tapi.. "
"Sayang. " Gavin datang dengan membawa satu kantong plastik. Pria itu memeluk pinggang sang istri dengan posesif. Tatapannya tampak menghunus tajam kearah Derian.
"Siapa kamu, kau mau menganggu istriku hah? " ujar Gavin dengan wajah datarnya. Derian menelan salivanya kasar, pria itu langsung pergi begitu saja. Gavin menghela nafas panjang, mengajak istrinya ke luar. Setelah menaruh belanjaannya, Gavin membantu sang istri kemudian menyalakan mobilnya.
brum
brum
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun di antara suami istri tersebut. Alexa masih terkejut dengan pertemuan tak sengajanya dengan Derian barusan.
__ADS_1
Skip
Gavin dan Alexa telah sampai. Saat ini mereka berdua di dalam kamar, sebelumnya Gavin memberikan belanjaannya pada pelayan. Alexa segera mengganti pakaiannya dengan lingerie. Wanita hamil itu mendekati sang suami yang berada di balkon.
Grep
"Maaf mas, kamu marah ya sama aku. " gumam Alexa lembut.
Gavin menoleh, jakunnya naik turun melihat penampilan istrinya. Pria itu membawanya duduk di sofa dengan Alexa di atas pangkuannya.
"Apa pria itu mantan kekasih kamu sayang? " tanya Gavin yang di angguki Alexa. Wanita itu memegang sisi wajah suaminya, dia mencium bibir prianya berulang kali.
"Hanya kamu dan calon baby yang aku cintai. " ujar Alexa dengan
serius. Gavin mencium kening nya lembut, dia begitu takut jika istrinya berpaling darinya.
Gavin membopong istrinya, merebahkan di atas ranjang kingsize nya. Pria itu melepaskan kain di tubuh mereka, dan sore itu menjadi sore yang panas untuk pasangan suami istri itu.
Dua jam berlalu Gavin mengakhiri percintaan panasnya. Dia mengusap peluh di kening sang istri kemudian menarik selimutnya.
Alexa mengusap kepala sang suami. Dia tersenyum merasakan tendangan dari dalam perutnya. Dia begitu bahagia bayi dalam perutnya sangatlah sehat. Gavin sendiri kembali bersandar setelah puas menjenguk calon bayinya.
"Sepertinya calon bayi kita sangat senang di jenguk daddy-nya. " ceplos Alexa yang di tanggapi tawa oleh Gavin. Gavin mencium bibir istrinya dengan gemas.
"Gimana sayang, seneng dong ya ketemu mantan. " sindir Gavin dengan jahil. Alexa berdecak pelan, menatap kesal kearah suaminya.
"Om Gavin nyebelin, kalau begitu gak usah jenguk baby satu minggu. " ujarnya dengan bibir manyun.Gavin membulatkan mata,pria itu langsung panik seketika. Dia berusaha membujuk Alexa agar memaafkan dirinya.
Alexa berusaha menahan tawanya melihat suaminya panik. Dia menghela nafas panjang, menciumi wajah suaminya terus menerus.
"Aku cuma bercanda mas. " celetuk Alexa. Gavin mendengus pelan, keduanya kembali berpelukan. Alexa sendiri membiarkan sang suami mengusap perut dirinya yang membuncit.
Gavin menyibak selimutnya, membawa istrinya menuju ke kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Alexa memperhatikan suaminya yang tengah beres beres ranjang.
__ADS_1
Wanita hamil itu kini duduk di sofa, memperhatikan suaminya yang tengah mengemas barang mereka. Alexa berniat membantu namun sang suami melarangnya dan diapun memilih menurut.
"Aku sangat bahagia memiliki kamu mas. Terkadang aku merasa insecure yang tak sempurna, harusnya bukan aku yang menjadi pasanganmu. " gumam Alexa lirih. Alexa mengsyukuri semuanya yang dia miliki saat ini.