Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 48 Liburan


__ADS_3

Edgar dan keluarga kecilnya pergi liburan bersama. Kini mereka telah berada di dalam pesawat. Kini mereka tengah beristirahat di kabin.


Sore nya mereka baru sampai di bandara. Dia sopir telah menjemput mereka, mereka berempat lekas masuk ke mobil dan pergi dari sana.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, akhirnya mereka sampai di Villa yang terletak di dekat pantai. Edgar meminta para sopir membawakan koper mereka hingga ke dalam.


Mereka segera naik ke lantai dua masuk ke dalam kamar. Usai mandi dan beres beres, Lizzie lekas membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.


"Tidurlah sayang, aku mau ke kamar si kembar dulu. " Edgar bangkit dan ke luar dari kamar.


Pria tampan itu memasuki kamar si kembar. Dia duduk di tengah di antara Arion dan Gyana.


"Kenapa princess? " tanya Edgar pada Gyana putri kecilnya.


"Dad, apa kak Harvey enggak ikut liburan? " tanya Gyana dengan polosnya.


"Tentu saja tidak, memangnya ada apa Princess? "


Gyana kembali terdiam. Edgar nengulum senyumnya, mengacak rambut sang anak dengan lembut. Gadis mungil itu kembali menatap kearah sang daddy dengan cemberut.


"Dih kalau ketemu berantem, kalau jauh nyariin. " sindir Arion pada adik kembaran nya itu. Gyana menoleh, menatap kesal kakaknya. Gadis mungil itu mengambil bantal lalu melemparnya pada sang kakak.

__ADS_1


Bug


bug


"Rasain ini. " seru Gyana.


"Princess hentikan sayang. " Edgar berusaha melerai kedua anaknya itu. Pria itu langsung meraup putrinya ke dalam pelukannya.


Gyana kembali cemberut, memeluk tubuh sang daddy sambil mengadu. Arion sendiri mendengus pelan, dia membaringkan diri di atas ranjang.


Edgar memberitahu putrinya dengan sabar. Hot daddy itu menciumi pucuk kepala sang anak Lalu menurunkannya ke atas ranjang.


"Ya sudah gimana kalau pergi ke pantai? " tawar Edgar.


"Aku ikut. " Arion tentu saja lekas bangun. Mereka bertiga ke luar dari kamar si kembar. Ketiganya ke luar dari villa dan berkeliling di sekitaran pantai.


Edgar kini mengawasi kedua anaknya yang tengah asyik bermain di air. Arion mengajak sang adik bermain pasir, keduanya berencana membuat istana pasir di sana.


Tak lama Lizzie menyusul, memeluk suaminya dari belakang. Edgar berbalik, menciumi wajah istri tercintanya.


"Kamu kenapa bangun sayang? " tanya Edgar.

__ADS_1


"Aku udah cukup kok istirahatnya sayang. " sahut Lizzie sambil tersenyum.


Keduanya duduk di kursi panjang sambil mengawasi Arion dan Gyana. Pasangan suami istri itu saling berbagi cerita membahas anak anak mereka. Lizzie menyandarkan kepala nya di bahu sang suami.


"Anak anak terlihat sangat bahagia saat liburan dan bisa pergi ke pantai kayak gini. " ungkap Lizzie yang di setujui Edgar.


"Sayang gimana Kalau kita nambah anak? " tanya Edgar pada sang istri.


"Yakin? " tanya Lizzie memastikan yang di angguki Edgar. Lizzie tentu saja setuju, mereka sepakat akan memberi si kembar adik.


Fokus mereka kembali ke depan. Lizzie terkejut kala putranya menolong seorang gadis kecil yang menangis. Dia dan suaminya hanya melirik satu sama lain.


"Sudah 'kan lagipula kaki kamu tidak lecet kok. " ujar Arion pada gadis manis di depannya ini.


"Terimakasih kak. " ucap gadis itu dengan polosnya.


"Hem! "


Gadis berambut sebahu itu langsung pamit meninggalkan Arion dan Gyana. Arion sendiri menatap gadis mungil itu yang mulai menjauh. Gyana kembali berdiri, menyenggol sang kakak.


"Kenapa kita tak mengajaknga kenalan sih kak Rion. " ucap Gyana kesal menepuk punggung kakaknya dengan tangan mungil nya.

__ADS_1


"Aduh, sudahlah Gya. Sebaiknya kita kembali membuat istana pasir. " cetus Arion yang di angguki Gyana.


Kedua bocah itu kembali fokus membuat istana pasir di dekat pantai. Sementara kedua orangtuanya asyik mengobrol sembari mengawasi si kembar.


__ADS_2