
Kini dua insan suami istri itu saling berbicara dengan kepala dingin. Gavin menjelaskan apa yang terjadi mengenai perusahaannya pada sang istri.
"Tapi mengenai Derian, sudah tak ada hubungannya dengan aku lagi. " ujar Alexa penuh penekanan.
"Maaf. " Hanya itu yang bisa dia ucapkan pada sang istri. Alexa hanya diam tak menanggapinya, dia tak ingin terbawa emosi dengan masalah mereka yang telah usai. meski wanita itu masih jengkel jika mengingatnya.
"Makanya kalian itu jangan meninggikan ego kalian nak. " timpal Mami menyela obrolan menantu dan putranya.
"Alexa sayang,kau juga perlu menjaga nada bicara mu. Setiap masalah itu jangan apa apa minta cerai saat kamu emosi. " tegur Mami dengan bijak.
Alexa mengatupkan bibirnya mendengar nasehat dari sang mertua. Ya wanita hamil utu juga telah menyadari kekeliruannya saat berbicara sama halnya seperti sang suami.
Mami menoleh kearah putranya, memberikan nasehat lagi dan lagi pada sang anak. Gavin terdiam, setiap ucapan sang mami begitu menamparnya begitu dalam.
"Ingat kalian berdua bentar lagi menjadi orang tua, jangan utamakan ego kalian jika tak ingin pernikahan kalian hancur. " tegas mami.
Alexa menghela nafas panjang, matanya tampak berkaca kaca. Dia langsung memeluk suaminya dan kembali meminta maaf. Gavin melakukan hal yang sama, mami cukup lega melihat keduanya kembali berbaikan.
Pria tampan itu menciumi pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang. Mereka kembali mengobrol dengan santai, masalah di antara Gavin dan Alexa telah di selesaikan dengan baik.
"Sayang, mami ingin ngajak kalian piknik di danau gimana? " tawar mami pada anak dan menantunya.
"Iya mami kami setuju. " jawab Alexa sambil mengulas senyumnya. Mami mengulas senyumnya, dia akan menyiapkan semuanya untuk mereka piknik besok.
Pelayan datang mengantarkan camilan dan minuman untuk mereka berempat. Alexa langsung menyesap jus jambu nya dengan santai. Wanita itu hanya diam mendengarkan obrolan suami dan mertuanya.
Di sisi lain Veronica kesal akan tingkah calon suaminya yang menyebalkan. Jonathan kerap kali membuat dirinya kesal. Wanita itu kini asyik berjemur di pantai, dia sengaja mengenakan bikini seksi yang di balut penutup pantai merenda putih ( white crochet beach coverup ) sebagai pembalasan atas kejahilan Jo padanya.
Merasa bosan Veronica berjalan menyelusuri sekitaran pantai. Dia asyik menyanyi dengan santai, bibirnya tak henti hentinya melengkung membentuk senyuman.
__ADS_1
Gerombolan bule menghampiri nya, menyapa dan ada pula yang menggodanya. Veronica tentu saja tak menyiakan kesempatan emas ini. Wanita itu melayani, ikut tertawa bersama bule bule tampan di depannya ini.
Ehem
Veronica menoleh, mendapati Jonathan dengan tatapan tajam tertuju kearahnya. Wanita itu mengenalkan Jo pada teman teman barunya. Merasa tak tahan Jo langsung menyeretnya pergi.
"Ganjen hm? " Jonathan memeluk pinggang wanitanya dengan posesif.
"Why, lagipula aku tuh tak menyiakan kesempatan saat bule tampan itu mengajakku berkenalan. " ceplos Veronica dengan santainya.
"Kau. " geram Jonathan. Veronica menepis tangan prianya dengan lembut. Wanita itu memilih pergi membeli es kelapa muda kemudian membawanya duduk di kursi panjang. Dia tampak asyik minum es tanpa mempedulikan kekesalan di wajah Jonathan.
Jonathan langsung duduk di sebelahnya dengan raut masamnya. Veronica menoleh, terkekeh pelan melihat wajah datar calon suaminya.
"Hatimu panas tidak, makanya jangan meragukan wanita yang tengah di bakar api cemburunya. " gumam Veronica menyindir Jonathan.
"Oke Fine, kamu menang. " jawab Jonathan memilih mengalah. Veronica tersenyum puas mendengarnya. Dia langsung bergelayut manja di lengan sang ke kekasih.
Jonathan mengangkat sang kekasih dan membawanya ke atas pangkuan. Keduanya berciuman dengan mesra di sana. Veronica mendongakkan kepalanya, membiarkan sang kekasih mencium lehernya.
Jonathan melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Keduanya langsung pulang ke penthouse milik si tampan itu. Veronica terkekeh pelan melihat wajah prianya yang tak sabaran menahan hasratnya.
Skip
Penthouse
Keduanya lekas turun dari mobil dan masuk ke dalam. Jonathan menarik wanitanya menuju ke kamar mereka.
Sore harinya mereka baru ke luar dari kamar dan pergi ke ruang tamu. Veronica menyandarkan kepalanya di dada bidang sang kekasih. Dia menoleh ke samping, memagut lembut bibir Jo yang begitu candu untuknya.
"Dua hari lagi kita menikah hm, aku tak sabar menjadikan kamu sebagai istriku sayang. " gumam Jonathan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Aku juga tak sabar. " Veronica membelai wajah tampan calon suaminya. Dia begitu bahagia, tak lama lagi dirinya akan di nikahi Jonathan.
Hoek
Veronica membekap mulutnya, lekas bangkit dan berlari menuju ke kamar mandi. Jonathan panik, dia langsung menyusul calon istrinya. Tanpa jijik Pria tampan itu memijit tengkuk Veronica.
Beberapa menit berlalu Veronica telah selesai membasuh bibirnya. Tubuhnya terasa lemas, Jonathan langsung menggendongnya dan membawanya menuju ke kamar. Setelah itu dia langsung menghubungi dokter.
Dokter datang dan segera memeriksa kondisi Veronica. Jonathan tampak begitu khawatir dengan keadaan calon istrinya saat ini.
"Bagaimana dengan Vero dokter? " tanya Jonathan.
"Selamat tuan, nyonya Vero saat ini tengah hamil,untuk lebih jelasnya periksa ke dokter kandungan. " jelas dokter.
Jonathan tentu saja terkejut, pria itu mengulas senyuman lebarnya. Dia mengantar dokter ke luar lebih dulu setelah itu menemui sang kekasih. Pria itu tak berhenti menciumi telapak tangan Veronica.
"Engh. " Veronica membuka matanya. Wanita itu lantas bangun, bersandar di headboard.
"Aku kenapa sayang? " tanya Veronica pada sang kekasih.
"Kata dokter kamu hamil sayang, calon anak kita. " ungkap Jonathan. Veronica terkejut, air matanya terjatuh mendapati dirinya hamil. Keduanya saling berpelukan satu sama lain, Jonathan menciumi pucuk kepala calon sang istri.
Jonathan meregangkan pelukannya. Mereka berdua kembali berciuman dengan penuh kebahagiaan. Veronica sendiri tak menyangka jika dirinya akan hamil secepat ini. Tangannya terulur menyentuh perut rata nya. Jonathan melakukan hal yang sama, dia begitu bahagia dengan kabar bahagia ini.
Veronica memilih berbaring, dia memperhatikan prianya yang menciumi perut ratanya. Dia usap kepala Jonathan dengan penuh kelembutan. Jonathan kembali berbaring di sebelah.
"Sayang, mulai sekarang kamu di larang melakukan pekerjaan berat dan memakai heel saat pergi ke manapun. " ujar Jonathan dengan nada posesifnya.
"Oke calon suami posesifku. " ujarnya seraya terkikik geli.
"Nakal kamu ya. " Jonathan mencubit hidung lembut calon ibu dari anak anaknya itu. Veronica mencium bibir prianya, dia begitu bahagia bisa mengenal Jonathan hingga dirinya bisa mengandung buah hatinya dengan Jonathan.
__ADS_1
Jonathan berbaring, dia menarik Veronica ke dalam pelukan. Keduanya kembali mengobrol dengan santai. Canda tawa mewarnai obrolan random keduanya.
"Thanks you telah hadir dalam kehidupanku baby. " bisik Jonathan dengan lembut.