Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 13 Kehamilan Lizzie


__ADS_3

Hari hari di lewati Lizzie dengan bahagia hingga satu bulan lamanya. Wanita itu setiap pagi merasakan mual mual. Kali ini dia telah memakai benda yang ada di tangannya yaitu testpack. Mata Lizzie berkaca kaca mendapati dirinya tengah hamil saat ini.


"Aku hamil saat ini. " Lizzie lantas mengambil ponselnya, segera menghubungi sang suami. Namun nomor Edgar kali ini tak bisa di hubungi sama sekali.


"Kemana sih Edgar, dia tak bisa aku hubungi sama sekali. " geram Lizzie. Setelah mencobanya beberapa kali, Lizzie memilih menyerah dan menaruh kembali ponselnya di atas meja.


Wanita itu duduk di atas ranjangnya sambil mengusap perutnya yang masih rata. Dia tak menyangka jika akan hamil buah cintanya dengan Edgar.


Siangnya Edgar baru kembali dengan wajah kusutnya. Pria itu masuk ke dalam kamar, mendapati istri tertidur namun Edgar melesat ke kamar mandi.


Beberapa saat berlalu Edgar keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Lizzie yang bangun segera menghampiri sang suami.


"Boo kamu dari mana saja? " ujar Lizzie dengan nada kesal.


"Rumah sakit. " guna Edgar singkat. Lizzie terkejut dia memeriksa keadaan sang suami. Edgar menepis tangan istrinya, terlihat jelas jika pria itu sedang dalam mood yang buruk.


"Sayang? "


"Diamlah Liz, aku capek dan jangan ganggu aku dulu. " ujar Edgar dengan nada tinggi nya. Pria itu memilih ke luar, mata Lizzie tampak berkaca kaca setelah di bentak suaminya.


Hiks


Wanita hamil itu lantas menangis tergugu. Lizzie ingin memberitahu suaminya namun Edgar justru membentaknya. Baru kali ini pria itu mengatakan dengan nada tingginya.


Drt


drt


Lizzie menoleh, melihat ponsel milik suaminya yang kembali berdering. Wanita hamil itu mendekati ponsel itu kemudian mengambilnya.


From xxx


Sayang, putri kita merindukan kamu Edgar. Cepatlah pulang!


Lizzie membulatkan mata membaca pesan dari nomor asing itu. Hatinya langsung hancur berkeping keping, dadanya terasa sangat sesak saat ini.


Cklek


Edgar kembali, mendapati istrinya memegang ponsel miliknya. Pria itu berjalan cepat lalu merampas ponselnya. Lizzie menoleh, wanita itu menangis di depan sang suami.


"Kau berselingkuh di belakang aku Ed, katakan? " bentak Lizzie emosional.


"Aku bisa menjelaskan ini baby! " ucap Edgar.

__ADS_1


Plak


Plak


Lizzie menampar suaminya berkali kali. Dia begitu marah dengan Edgar yang ternyata menduakan dirinya. Edgar berusaha menenangkan sang istri, Lizzie terus memberontak sambil memaki suaminya itu.


Bruk


Lizzie jatuh tak sadarkan diri dalam dekapan Edgar. Pria itu langsung panik, melihat darah di paha istrinya. Edgar langsung menggendong istrinya dan membawanya ke mobil.


Edgar melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke rumah sakit.


Skip


Di rumah sakit Edgar menunggu di luar, dokter tengah menangani keadaan Lizzie saat ini. Edgar begitu panik dan khawatir, dia merutuki kebodohannya sendiri yang tak jujur pada Lizzie.


Dua jam kemudian Dokter ke luar dan menghampiri Edgar.


"Bagaimana kondisi istri saya


dokter? " tanya Edgar dengan panik.


"Keadaan Ibu dan janin nya baik baik saja tuan, nyonya Lizzie sempat mengalami pendarahan namun bisa di tangani. Lain kali jangan biarkan nyonya Lizzie stress. " ujar dokter panjang lebar.


"Istri saya hamil? " tanya Edgar memastikan.


"Iya Tuan usia kandungannya satu bulan. " jawab Dokter. Tak lama suster dan lainnya ke luar segera memindahkan Lizzie ke ruangan VIP.


Edgar terus menyalahkan dirinya. Dia pun hampir kehilangan calon buah hatinya dengan sang istri. Pria itu lantas pergi ke ruangan Lizzie. Hatinya berdenyut nyeri melihat wanitanya terbaring lemah di ranjang pasien.


"Maafkan aku Liz, aku bodoh karena merahasiakan kebenaran padamu. " gumam Edgar. Pria itu kini menggenggam tangan istrinya, menciumnya berulang kali. Dia merasa menyesal dengan keputusan yang justru menyakiti sang istri.


Lizzie membuka matanya, menatap sekelilingnya yang terasa pusing.


Edgar sendiri segera menghubungi kedua mertuanya untuk datang. Tak lama mommy dan daddy datang, masuk ke ruangan putri mereka.


Lizzie sendiri membuka matanya, menatap sekelilingnya yang berbau obat obatan.


"Sayang kau sudah bangun? " Edgar mencium kening istrinya sambil mengumamkan kata maaf. Lizzie mendorongnya, wanita hamil itu menjerit histeris.


"Pergi dari sini sialan, aku tak mau melihatmu. " pekik Lizzie emosi.


"Nak tenangkan diri kamu sayang. " ujar mommy Shella.

__ADS_1


"Mom, usir dia mom. Pria itu telah berselingkuh dan memiliki anak dari wanita lain huhu. " Lizzie kembali menangis, orang tua Lizzie tentu saja terkejut.


Tuan Farhan mengepalkan tangannya, dia langsung menyeret menantunya ke luar dari ruangan sang anak. Nyonya Shella sendiri menenangkan putrinya.


"Mom, kenapa dia melakukan hal ini saat aku di nyatakan hamil mom kenapa. " gumam Lizzie dengan tatapan kecewanya.


"Sayang kamu hamil nak? " tanya mommy yang di angguki Lizzie. Nyonya Shella langsung memeluk putrinya. Dia merasa sakit hati melihat sang anak di selingkuh oleh Edgar.


Sementara Tuan Farhan memukuli sang menantu. Pria paruh baya itu tentu saja tak terima jika putrinya di khianati.


Bug


"Saya sudah mempercayakan Lizzie pada kamu Ed, kenapa kamu justru berkhianat. " bentak Tuan Farhan.


"Dad dengar ini hanya salah


paham. " sela Edgar.


"Salah paham kau bilang, lalu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Lizzie marah sama kamu brengshake! " umpat Tuan Farhan.


Edgar terdiam, Tuan Farhan mengumpat pelan pada sang menantu. Pria paruh baya itu mengusir Edgar kemudian kembali masuk ke dalam.


Tuan Farhan memeluk putrinya, mengusap kepala sang anak dengan lembut. Hatinya ikut sakit melihat Lizzie begitu rapuh saat ini.


"Dad, putri kita sedang hamil saat


Ini. " ungkap Mommy.


"Benarkah, Daddy sangat senang mendengarnya. Lizzie sayang sebaiknya kamu tidur dan jangan pikirkan apapun saat ini. " tegas Daddy Farhan.


Lizzie mengangguk, wanita hamil itu memejamkan kedua matanya. Sementara mommy dan daddy memilih ke luar.


"Kenapa kamu masih di sini Ed, pergi kamu dari sini. Kamu telah gagal menjaga Lizzie hingga membuat putri kami hampir keguguran. " ketus Tuan Farhan dengan tatapan tajam nya.


"Selama ini kami tak pernah melihat status seseorang. Tapi kamu pria miskin tak tahu diri yang berani beraninya mengkhianati putriku. " hardik Tuan Farhan dengan nada sinisnya.


Edgar mengepalkan tangannya, dia berusaha mengontrol dirinya. Pria itu berusaha menjelaskan semuanya namun Tuan Farhan tak mau dengar apapun darinya. Edgar memilih mengalah dan pergi dari sana. Nyonya Shella sendiri menenangkan sang suami yang terbawa emosi.


"Aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti Lizzie mom termasuk Edgar. Lizzie sangat berarti bagi kita, princess kita itu tak boleh ada yang menyakitinya. " gumam Tuan Farhan dengan tangan terkepal erat.


"Apa yang daddy rasakan sama halnya yang mommy rasakan. Mommy hancur melihat putri kita hancur seperti ini. " gumam Mommy Shella dengan nada putus asanya.


Mereka tak akan pernah memaafkan Edgar yang telah menyakiti Lizzie dengan kejam.

__ADS_1


__ADS_2