Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 25 Kegundahan Veronica


__ADS_3

Hari ini Veronica terasa lebih santai. Dia telah mendengar kabar jika Lizzie dan Edgar telah berangkat honeymoon. Tentu saja dia bahagia akan kabar itu.


Saat ini Veronica berada di teras belakang basement tempat dia tinggal sementara.



Sore itu Veronica tengah asyik berenang di kolam renang. Wanita itu mengenakan bikini berwarna hijau dengan merk Amir Slama.


Ehem


Veronica menoleh, seketika menutupi tubuhnya kala melihat sosok Jonathan mendekat. Saat ini pria itu hanya mengenakan celana panjangnya tanpa atasan.


Pria tampan itu berjalan kearahnya kemudian melompat ke dalam kolam. Veronica sendiri memilih berenang menghindari sosok Jonathan.


Jonathan tentu saja berenang sambil mengawasi Veronica. Entah apa yang pria itu pikirkan saat ini, tak ada yang bisa menebaknya. Dia langsung berenang menghampiri Veronica, mengukungnya dari belakang.


"Kau tak akan bisa menghindari ku Vero. " bisik Jo sambil mencium telinga wanitanya.


"Siapa juga yang menghindarimu


Jo. " Veronica menjauhkan tubuhnya, berbalik menatap datar kearah Jonathan.


"Oh ya tadi Lizzie tadi siang menghubungi aku kalau dia sudah berangkat honeymoon bersama suaminya. " cetus Veronica dengan santai.


"So? "


Veronica membulatkan mata melihat respon biasa yang di tunjukkan oleh Jonathan saat ini. Wanita itu memicingkan mata, berusaha mencari kebohongan di mata Jo namun tak menemukannya.


"Bukankah kau harusnya cemburu? " tanya Veronica tanpa basa basi.


"Hubungan kami sudah berakhir, lagipula aku pria yang masih punya harga diri. Mana mungkin aku menginginkan istri orang. " celetuk Jo dengan nada kesalnya.


"Oh aku kira, lagipula banyak di luaran sana yang menjadi pelakor atau pebinor dan harusnya kau juga termasuk Jo. " Veronica langsung berenang menjauh. Jo menggeram rendah, dia langsung berenang mengejar Veronica yang telah berani menantang nya.


"Aakh. " Veronica menjerit kala tubuhnya kembali di peluk Jonathan. Pria itu langsung membawanya ke sudut kolam.


"Hentikan Jo. " pekik Veronica panik kala g string miliknya di lepaskan Jonathan. Jonathan tak menggubrisnya, pria itu langsung berlutut dan mengobrak abrik lembah hangat yang membuatnya kecanduan.

__ADS_1


Veronica hanya bisa mengeluarkan suara des4h4n. Tangannya menekan kepala Jo agar tetap di bawah sana. Jo kembali berdiri, melemparkan br4 wanitanya kemudian melepaskan penghalang terakhir. Dan di sana mereka melakukan penyatuan.


Veronica mengalungkan tangannya, menatap dalam wajah tampan Jo. Jo sendiri terus menghujam wanita nakalnya itu.


Satu jam berlalu keduanya sama sama mengatur nafas mereka yang tersengal.


"Kau menyebalkan Jo. " ketus Veronica.


"Kau juga sama Ve, berani beraninya kamu menyebutku pebinor hm? " geram Jonathan dengan suara rendahnya. Veronica hanya tersenyum lebar melihat tatapan tajam Jo padanya.


"Kau harus dapat hukuman yang kedua. " Keduanya kembali berpakaian kemudian naik ke atas. Jonathan langsung menggendong menuju ke kamarnya. Veronica sendiri menelan salivanya, dia sangat tahu hukuman apa yang akan dia dapatkan lagi.


Tepat pukul enam sore keduanya batu ke luar dari kamar. Kini mereka berdua duduk di ruang tengah.



Jonathan memeluk pinggang Veronica, dia paham jika wanitanya masih kesal. Pria itu kembali mencium leher Veronica sekilas kemudian membawanya bersandar di dada bidang Jo.


"Kau ingin konsep pernikahan seperti apa Ve? " tanya Jonathan.


"Sebaiknya nanti saja membahas pernikahan itu Jo, lagipula kamu belum bisa move on dari Lizzie. Aku hanya takut jika pernikahan itu hancur bila tak ada kepercayaan dan cinta di dalamnya. " ungkap Veronica.


Wanita itu hendak pergi namun Jo menariknya ke atas pangkuan. Keduanya saling menatap satu sama lain. "Beri aku kesempatan Ve, bantu aku melupakan cintaku itu pada Lizzie. " pinta Jonathan sambil memohon.


"Baiklah aku memberimu kesempatan Jo, jika kamu tak bisa melupakannya aku yang akan mundur dan ke luar dari kehidupan kamu. " tegas Veronica.


Jo menggeleng, tak ingin kehilangan Veronica. Terdengar egois memang, namun pria itu begitu menginginkan Veronica selalu berada di sisinya sampai kapanpun nanti.


"Aku tak pernah menganggap kamu sebagai partner ranjang aku Ve, kamu milikku sampai kapanpun. " gumam Jonathan. Veronica langsung memeluknya, mereka sama sama menikmati jalinan kasih yang baru di rajut ini.


Wanita cantik itu mencium kening Jonathan dengan lembut. Dering ponselnya menyita perhatiannya, Veronica tak diizinkan turun dari pangkuan Jonathan.


"Halo Lizzie, gimana sudah


sampai? " tanya Veronica dengan antusias. Dia mengalihkan panggilan menjadi video call.


"Sudah Ve, saat ini kami berada di pantai sekarang. " ujar Lizzie.

__ADS_1


"Kamu sedang bersama siapa Ve? " tanya Lizzie dengan tatapan curiga nya.


"Jonathan. " jawab Veronica singkat. Lizzie tentu saja terkejut, Veronica mengatakan hubungan dirinya dengan Jo pada Lizzie. Keduanya terus mengobrol selama beberapa menit, setelah itu mengakhirinya. Wanita itu lantas menaruh ponselnya di atas meja. Fokusnya kembali tertuju pada Jonathan yang kini menatap dirinya.


Veronica mengusap wajah tampan sang kekasih dengan lembut. Dia mendaratkan kecupan manis di bibir Jonathan.


"Sebaiknya kita makan malam dulu. " ujar Veronica yang turun dari pangkuan Jonathan. Kedua nya langsung pergi ke meja makan. Wanita itu turut menyuapi bayi besarnya yang ingin di manja.



Skip


Kini Veronica dan Jonathan berada di balkon. Keduanya menikmati pemandangan yang begitu indah. Pria tampan itu justru memperhatikan wanitanya dalam diam. Mereka hanya sebentar di sana setelah itu masuk ke dalam kamar.


"Jo, apa kau sengaja membuang benih kamu di dalam? " tanya Veronica setelah mereka bersandar di headboard ranjang.


"Ya aku memang sengaja Ve, jika suatu saat nanti benihku ada yang tumbuh dalam perutmu. Itu artinya kamu tak akan pernah bisa pergi dan melupakan aku begitu saja. " ujar Jonathan dengan seringai licik nya.


"Kau benar benar licik ya. " gumam Veronica dengan nada jengkelnya. Jonathan menanggapinya dengan tawa. Pria tampan itu memeluk Veronica dari samping. Dia mengambil sesuatu dari salam laci mejanya.


Sebuah cincin berlian, dia langsung menyematkan ke jari Veronica. Selain itu Jo juga memberikan kalung untuk sang kekasih. Veronica menatap tak percaya hadiah yang di berikan Jo padanya.


"You are mine Sweety, aku tak akan membiarkan kamu pergi dariku! " ujar Jonathan.


"Thanks you! " Veronica langsung mencium bibir sang kekasih yang di balas Jonathan dengan liar. Wanita itu mengakhirinya, membenamkan kepalanya di dada bidang Jo kemudian memejamkan kedua matanya.


Tak lama terdengar suara dengkuran halus membuat Jonathan tertawa kecil. Pria itu menunduk, mendapati wanitanya telah tertidur dengan lelap dalam dekapannya.


"Aku janji akan menjaga dan membahagiakanmu Ve. Akan ku pasti kan tak akan ada yang menyakiti fisik dan mentalmu lagi. " gumam Jonathan dengan sungguh sungguh. Dia mendaratkan kecupan kemudian ikut memejamkan kedua matanya.



Visual Edgar



Visual Lizzie

__ADS_1


__ADS_2