
Beberapa tahun Kemudian
Si kembar Arion dan Gyana tumbuh menjadi anak anak yang pintar dan menggemaskan. Saat ini mereka tengah menghadiri pesta ulang tahun Harvey yang ke sepuluh.
Lizzie dan Edgar memberikan kado pada sang putra angkat. Mereka mendoakan yang terbaik untuk Harvey.
"Terimakasih atas kadonya Daddy, Mommy. " ucap Harvey sambil tersenyum.
"Sama sama boy. " balas Edgar.
Pesta ulang tahun Harvey terbilang cukup mewah. Pihak Edgar dan pihak Landon sengaja memberikan pesta terbaik untuk putra mereka itu.
Kini mereka berkumpul di sudut ruangan. Landon dan Nara telah menikah beberapa tahun lalu dan memiliki anak perempuan bernama Jeslyn Kyle.
Gyana tampak kesal dengan kelakuan Harvey yang suka menjahilinya. Gadis cilik itu memilih bermain dengan Agra, sepupunya. Anak anak langsung menghampiri orang tua masing masing.
Lizzie menatap putri kecilnya dengan lekat. "Sayang ada apa kenapa wajah kamu di tekuk kayak gitu? " tanya Lizzie pada putrinya.
"Mom, Kak Harvey suka sekali menjahiliku. " rengek Gyana.
"Ya sudah duduk di sini sama mom dan dad. " ujar Lizzie yang di angguki Gyana. Wanita cantik itu menghela nafas panjang, tidak kali ini saja Harvey menjahili Gyana namun beberapa kali dan Harvey sendiri tak pernah kapok.
Arion sendiri duduk di dekat sang daddy, bocah lelaki itu tampak anteng dan tak banyak bicara.
Sore harinya keluarga kecil Edgar pulang. Kini mereka telah sampai di Villa, mereka semua pergi ke kamar masing masing.
Hot daddy itu langsung memeluk istrinya dari belakang. Lizzie menoleh, menciumi bibir suaminya dengan nakal.
"Ayo mandi Dad! " Lizzie langsung berlari ke kamar mandi yang di susul suaminya.
Satu jam berlalu mereka baru ke luar dari sana. Selesai berpakaian, Edgar membantu istrinya mengeringkan rambut.
drt
Lizzie lekas mengambil ponselnya, wanita itu menekan tombol hijau kemudian mengangkatnya.
"Halo. " ucap Lizzie.
"Nona, Ada klien yang ingin bertemu Anda dan meminta rancangan dari Anda. " ujar Sekar.
"Baiklah aku akan ke sana. "
Tut
Lizzie lekas bangkit, dia meraih tas lalu menaruh ponselnya ke dalam sana. Wanita itu meminta izin pada sang suami, keduanya lekas turun ke bawah.
"Aku akan ke butik sebentar
sayang! "
__ADS_1
"Mau aku antar? " tawar Edgar. Lizzie menggeleng, wanita itu meminta suaminya menjaga anak anak. Dia lebih dulu mencium suaminya kemudian pamit ke luar.
Setelah kepergian istrinya, Edgar bergabung bersama anak anaknya.
Lizzie telah sampai di butik, wanita itu turun dari mobil dan lekas ke dalam. Sekar turut menyusul, dia memilih duduk di sebelah sang atasan.
"Apa yang Anda perlukan? " tanya Lizzie dengan formal.
"Saya ingin menawarkan diri sebagai model dalam peragaan busana Anda nyonya di musim panas ini. " ujar pria itu sambil tersenyum misterius.
"Maaf Tuan, saya telah memiliki model laki laki. " tolak Lizzie dengan halus.
Suara decakan pelan terdengar dari bibir pria di hadapan Lizzie saat ini. Lizzie berusaha tenang dan menjaga diri agar tetap sabar.
"Siapa pria itu? "
"Edgar Glover Smith, suami saya. " ungkap Lizzie. Pria di depannya yang di ketahui bernama Thomas itu tersentak kaget.
Wanita itu membeberkan alasan memilih suaminya yang berkompeten. Thomas tentu saja malu dan merasa di rendahkan oleh Lizzie.Tangan pria itu terkepal kuat, dia menatap marah kearah Lizzie.
"Kau akan menyesal telah menolak saya nyonya! "
"Tapi saya tak akan menyesal sama sekali tuan. Apa yang saya putuskan adalah yang terbaik. " ujar Lizzie dengan elegan.
"Brengshake. " umpat Thomas dengan kasar. Lizzie tentu saja terkejut, wanita itu lekas mendekati Thomas.
Lizzie meninju wajah Thomas kemudian menyeretnya ke luar dari butik. Sekar langsung datang, berusaha menghibur atasannya itu dan mengajaknya kembali ke dalam butik.
"Aku sangat kesal dengan pria gila itu Sekar, rasanya ingin sekali aku menghajarnya. " gerutu Lizzie.
"Sebaiknya nyonya duduk dulu. " ujar Sekar. Lizzie lekas duduk di kursinya, Sekar sendiri membuatkan minuman untuk sang atasan. Setelah selesai wanita itu kembali, menyerahkan secangkir kopi untuk Lizzie.
Lizzie lekas menyesapnya dengan pelan. dia menaruh cangkirnya di atas meja. Wanita itu masih kesal dengan kelakuan Lizzie barusan. Lizzie menghela nafas panjang, saat ini dia perlu menenangkan dirinya.
"Nyonya, apa perlu beritahu Tuan Edgar mengenai masalah ini? " tanya Sekar.
"Sepertinya tak usah Sekar! "
Lizzie memijit pelipisnya yang terasa pusing. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa.Dering ponselnya mengalihkan pikirannya saat ini yang ruwet. Hot mommy itu lekas mengeluarkan ponselnya kemudian
menekan tombol hijau.
"Halo Dad ada apa? "
"Apa kamu baik baik saja sayang? " tanya Edgar memastikan.
"Aku enggak papa kok. " elak Lizzie sambil tersenyum.
"Okay aku tunggu di rumah. "
__ADS_1
tut
Lizzie menaruh ponselnya ke dalam tas miliknya. Sekar langsung memberikan sebuah undangan pada sang atasan. Lizzie melihatnya, dia segera menyimpannya dalam tas.
"Aku pulang dulu ya Sekar. " ucap Lizzie.
"Hati hati nyonya. " ujar Sekar yang di angguki Lizzie. Lizzie segera ke luar dan masuk ke dalam mobil.
Brum
Mobil mewah itu meninggalkan area butik.Sepanjang perjalanan, Lizzie masih terbayang kejadian menyebalkan barusan.
Setelah beberapa menit Lizzie akhirnya sampai di mansion. Wanita itu lekas turun dan masuk ke dalam. Sang suami datang menyambutnya, Lizzie lekas memeluk suaminya. Edgar mengajaknya ke ruang tamu.
Edgar mengusap punggung sang istri selain itu dia juga memberikan ciuman di kening dan bibir Lizzie. Tanpa dia bertanya, pria itu sudah tahu apa yang di alami wanitanya.
"Mandilah sayang, sepertinya kamu perlu berendam saat ini. "
"Iya Daddy! " Lizzie melepaskan pelukannya. Dia lekas beranjak dan pergi meninggalkan sang suami.
Pluk
"Dad? "
Edgar menoleh kearah putranya. Dia mengacak acak rambut Arion.
"Iya boy ada apa? "
"Kapan Daddy mengajak aku, mommy dan Gya pergi liburan? " tanya Arion tanpa basa basi.
Edgar tersenyum. Putranya itu merupakan duplikat dirinya saat kecil dulu. Diapun memenuhi keinginan sang anak. Arion tentu saja senang, dia tak sabar ingin pergi liburan.Dia merasa lucu dengan tingkah si sulung yang menggemaskan.
"Nanti malam, bicarakan sama adikmu dan juga mommy oke! "
Arion mengangguk, setuju dengan perintah sang daddy. Bocah tampan itu kembali bermain puzzle dan juga teka teki. Edgar sendiri memperhatikan sang anak yang terlihat jeli dan cerdas. Dia tak menyangka waktu berlalu cepat hingga kedua anaknya berusia lima tahun.
Malam harinya mereka telah berkumpul di meja makan. Seperti biasa Lizzie melayani anak anaknya setelah itu baru suami dan dirinya sendiri. Keduanya menerapkan tidak boleh bicara saat makan, saat ini anak anak mereka mengikuti aturan yang di buat.
Usai makan, Arion memberitahu sang mommy dan adiknya mengenai keberangkatan liburan mereka.
"Memangnya mau berlibur di mana sayang? " tanya Lizzie pada putranya.
"Negara Skiley. " jawab Arion dengan cepat.
"Baiklah, mommy akan mulai packing saat ini. " sahut Lizzie sambil tersenyum.
"Bawa saja barang yang penting, soal pakaian kita bisa beli di sana. " sahut Edgar yang di setujui Lizzie.
Wanita itu memanggil pelayan, segera membereskan meja makan. Edgar mengajak anak anak pergi ke kamar lebih dulu.
__ADS_1