Suami Lima Milyar

Suami Lima Milyar
Bab 45 Kehamilan Nara


__ADS_3

Hari hari Landon dan Nara mereka habiskan untuk menemani Harvey yang masih koma. Terkadang bergantian dengan Lizzie, mengingat wanita itu juga sibuk dengan si kembar.


Hoek


Hoek


Nara membekap mulut nya lalu pergi ke kamar mandi. Di sana dia muntah muntah, Landon kembali dan mendapati wanitanya tak ada. Pria itu langsung menyusul ke kamar mandi.


Setelah selesai, Landon memapah Nara duduk di sofa. Pria itu mengerutkan kening melihat wajah sang kekasih tampak pucat.


"Sepertinya kau sakit sayang, bentar aku panggilan dokter. " Landon langsung bangkit dan pergi ke luar.


Tak lama Landon kembali bersama dokter. Dia membiarkan dokter memeriksa keadaan Nara saat ini.


"Tuan, sebaiknya nyonya Nara di bawa ke dokter obgyn. " ujar dokter yang menjelaskan apa yang dia tahu. Landon tentu saja langsung mengajak Nara ke dokter kandungan.


Setelah tiga puluh menit dokter Arumi membeberkan jika Nara saat ini tengah hamil. Landon dan Nara tampak terkesiap, namun keduanya tentu saja bahagia.


Dokter Arumi menyerahkan hasil usg pada Landon. Kedua pasangan itu langsung pamit ke luar. Landon menciumi wajah Nara, mengungkapkan terimakasihnya.


Keduanya lantas kembalj ke ruangan Harvey. Nara tak henti hentinya tersenyum sambil mengusap perut rata nya. Wanita itu langsung memberi tahu putranya akan kebahagiaan ini.


"Harvey sayang, tak lama lagi mami akan memberimu adik. Mami dan papi tak sabar menantikan kamu segera sadar sayang. " gumam Nara sambil mencium kening Harvey.

__ADS_1


Nara kembali berdiri, dia memilih duduk di dekat Landon. Landon memberikan pelukan untuk calon istrinya. Perasannya saat ini campur aduk di sisi lain dia bahagia namun di sisi lain dirinya sedih melihat putranya belum sadar dari koma.


"Sayang kamu di sini aja ya, aku belikan makanan untuk kamu? "ucap Landon.


"Aku enggak selera. " sahut Nara.


"Sayang please, ingat ada janin dalam perut kamu. Kamu mau apa sekarang, aku belikan? " tekan Landon.


Narapun langsung mengatakan apa keinginannya. Landon lekas bangkit, dia mencium kening wanitanya kemudian ke luar dari ruangan rawat Harvey. Sepeninggal sang kekasih, Nara kembali mengusap perut rata nya.


Tak lama Landon kembali, dia segera menyuapi istrinya makan. Nara terus mengunyah meskipun sebenarnya tak berselera. Setelah makan, Nara meneguk air putih yang di belikan sang kekasih.


"Please kamu harus semangat sayang, saat ini kamu tengah hamil. " bisik Landon lembut.


"Kita doakan semoga Harvey segera cepat sembuh. " ucap Landon yang di angguki Nara.


Wanita hamil itu menghela nafas panjang. Dia berusaha tenang dan percaya jika keajaiban itu pasti lah ada.


"Sayang aku ke luar sebentar. " ujar Nara yang di angguki Landon.Dia lekas bangkit, ke luar dari ruangan putranya.


Ternyata Nara pergi ke ruangan rawat Jessica. Dia menunjukkan senyuman sinisnya pada ibu kandung Harvey tersebut.


Kehadiran Nara membuat Jessica membulatkan mata dan tak terkejut.

__ADS_1


"Kau puas sekarang Jessica, kau puas membuat Harvey koma? " desis Nara dengan tatapan tajamnya.


"Apa koma? " Jessica tersentak kaget mendapati kenyataan pahit mengenai putra kandungnya.


Jessica saat ini berada di kursi roda. Nara sama sekali tak peduli dengan keadaan Jessica saat ini. Dia meluapkan amarahnya pada wanita di depannya saat ini.


Nara mengatur nafasnya, dia berusaha agar tetap tenang meski dalam hati ingin memberi pelajaran pada Jessica. Teringat Harvey yang masih dalam keadaan koma membuat kedua matanya berkaca kaca.


"Kau ibu yang buruk Jes, kenapa kamu kejam pada Harvey. Pangeran kecilku itu tak salah sama sekali. " gumam Nara sambil menangis sesegukan.


Satu jam berlalu Nara ke luar dari ruangan Jessica. Wanita itu tak henti hentinya menangis, dia memilih pergi ke taman rumah sakit. Dia duduk di sebuah bangku sambil mengusap perut ratanya.


Huh


Nara segera menghapus air matanya. Dia pun berharap putra sambungnya itu akan segera sadar dari komanya.


"Maafin mami ya sayang, mami tadi marah marah. Sehat sehat dalam perut mami nak. " gumam Nara pada calon anak dalam perutnya.


"Ternyata kamu di sini sayang. " Landon datang menghampiri calon istrinya. Nara mengulas senyumnya pada sang calon suami. Wanita itu membenamkan kepalanya di dada Landon.


Keduanya membahas rencana pernikahan mereka yang akan di undur sampai Harvey sadar dari komanya nanti. Nara tentu saja tak ingin egois, dia menginginkan Harvey sadar dan hadir dalam pernikahannya dengan Landon.


"Mami sangat sayang sama kamu Vey, mami mohon cepat sadar ya nak. " gumam Nara penuh harap.

__ADS_1


Landon mendaratkan kecupan manis di kening sang calon istri. Dia berusaha menghibur wanitanya dengan bernyanyi.


__ADS_2